Uptodai.com - Bisnis penyewaan kendaraan TRAC tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengubah peta kekuatan pasarnya di Indonesia secara signifikan. Perusahaan di bawah naungan PT Serasi Autoraya (Astra International) ini berambisi menyeimbangkan porsi segmen ritel agar setara dengan segmen korporasi.

Target ambisius tersebut dipatok akan tercapai sepenuhnya pada tahun 2030 mendatang melalui berbagai inovasi layanan. Saat ini, struktur pendapatan perusahaan masih sangat bergantung pada sektor korporasi yang mendominasi porsi operasional secara keseluruhan.

Transformasi Segmen B2C Menuju Keseimbangan Bisnis

Chief Operating Officer TRAC, Halomoan Fischer, mengungkapkan bahwa saat ini segmen Business to Business (B2B) masih menjadi tulang punggung utama. Kontribusinya mencapai angka 92 persen, yang menunjukkan ketergantungan tinggi pada kontrak-kontrak perusahaan besar.

Di sisi lain, komposisi segmen Business to Consumer (B2C) yang mencakup sewa harian maupun bulanan untuk individu baru menyentuh angka 8 persen. Fischer menegaskan bahwa ketimpangan ini menjadi peluang besar untuk melakukan ekspansi layanan ke arah pengguna ritel atau perorangan.

Keputusan untuk menggenjot bisnis penyewaan kendaraan TRAC di sektor ritel bukan tanpa alasan yang kuat. Fischer melihat potensi pasar ritel secara nasional justru jauh lebih besar dibandingkan dengan ruang lingkup segmen korporasi yang terbatas.

Secara industri, porsi penyewaan kendaraan untuk individu sebenarnya menguasai 70 hingga 80 persen total pasar di tanah air. TRAC ingin mengambil bagian lebih besar dari kue pasar tersebut demi memperkuat portofolio bisnis mereka di masa depan.

Tren Mobilitas dan Peluang Pasar Ritel

Perubahan tren mobilitas masyarakat juga menjadi faktor pendorong utama di balik transformasi strategi perusahaan ini. Meskipun layanan transportasi daring kini sangat populer, Fischer menilai sewa mobil tetap memiliki keunggulan kompetitif untuk kebutuhan perjalanan tertentu.

Masyarakat cenderung memilih menyewa kendaraan saat harus menempuh jarak jauh atau perlu berhenti di banyak titik lokasi berbeda. Skema sewa dianggap jauh lebih ekonomis dan memberikan fleksibilitas tinggi bagi penggunanya dibandingkan layanan transportasi berbasis aplikasi.

Untuk mencapai target 50 persen tersebut, TRAC telah menyiapkan berbagai inovasi layanan berbasis digital yang terintegrasi. Perusahaan memperkuat sistem reservasi multichannel yang memudahkan konsumen mengakses unit kendaraan kapan saja dan di mana saja.

Pelanggan kini bisa melakukan pemesanan melalui aplikasi TRACtoGo, situs resmi perusahaan, hingga mendatangi langsung kantor cabang resmi. Saat ini, terdapat 27 kantor cabang yang tersebar luas di berbagai kota besar di seluruh wilayah Indonesia.

Inovasi Layanan Digital dan Kesiapan Mudik 2026

Ekosistem layanan juga diperluas melalui kolaborasi strategis dengan berbagai mitra industri pendukung transportasi dan pariwisata. TRAC menjalin kerja sama dengan Online Travel Agent (OTA), maskapai penerbangan, jaringan hotel, hingga institusi perbankan nasional.

Dari sisi teknis, TRAC memangkas waktu booking window atau batas waktu pemesanan minimal menjadi hanya dua jam saja. Inovasi ini bertujuan memberikan respon cepat bagi pelanggan yang membutuhkan kendaraan secara mendadak atau dalam situasi darurat.

Menjelang momentum mudik Lebaran 2026, TRAC juga sudah menyiapkan armada dalam jumlah yang sangat memadai bagi masyarakat. Sebanyak 1.500 hingga 2.000 unit kendaraan siap diterjunkan untuk melayani kebutuhan perjalanan pulang kampung dan liburan.

Kendaraan jenis minibus seperti Toyota Avanza dan Innova diprediksi tetap menjadi primadona selama musim libur panjang tersebut. Kapasitas penumpang yang besar dan kenyamanan kabin menjadi alasan utama konsumen memilih model ini untuk perjalanan jarak jauh.

Fischer menambahkan bahwa sekitar 70 persen tujuan perjalanan mudik pelanggan masih terpusat di wilayah Pulau Jawa. Namun, perusahaan tetap menyiagakan unit di luar Jawa untuk mendukung mobilitas liburan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.