Uptodai.com - Ajang Pertamina 6 Hours Endurance Mandalika 2026 menjadi saksi ketangguhan tim-tim balap Indonesia. Dalam persaingan sengit yang menguji batas fisik dan teknis, Cargloss Racing Team Podium Mandalika setelah menunjukkan performa luar biasa di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (1/2/2026).

Lomba ketahanan selama enam jam non-stop ini bukan hanya menuntut kecepatan murni, melainkan juga strategi yang presisi dan manajemen teknis yang sempurna. Sebanyak 29 pembalap, mulai dari talenta lokal hingga peserta dari Asia dan Eropa, harus berjuang melawan cuaca ekstrem dan kelelahan di lintasan.

Pertarungan Enam Jam di Sirkuit Mandalika

Balap ketahanan enam jam di Mandalika merupakan ujian sejati bagi setiap komponen tim. Pembalap dituntut cermat dalam mengatur ritme, mulai dari memburu waktu tercepat, menghitung konsumsi bahan bakar, hingga mengatur waktu krusial untuk pit stop dan pergantian ban.

Sedikit saja kesalahan strategi dapat berakibat fatal, terutama dalam kelas yang kompetitif seperti ITCR 1200. Konsistensi menjadi mata uang paling berharga untuk bisa bertahan hingga kibaran bendera finis.

Cargloss Racing Team, yang dijuluki ‘Dream Team’, hadir dengan formasi yang sangat kuat. Mereka diperkuat oleh kuartet andalan Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI), yaitu Haridarma Manoppo, Jordan Johan, Amato Rudolph, dan Eric Saputra.

Kehadiran Haridarma dan Jordan, yang dikenal sebagai pembalap papan atas, memberikan fondasi kuat bagi tim. Sementara itu, Eric Saputra, yang juga menjabat sebagai Direktur Cargloss Racing Team, membawa pengalaman berharga dari dunia balap motor.

Transisi Eric Saputra dan Misi Pembuktian Kualitas

Eric Saputra bukanlah nama baru di dunia balap nasional. Ia memiliki rekam jejak mentereng di ajang balap motor, termasuk meraih juara Superstock hingga 1.000 cc Yamaha Sunday Race pada tahun 2022 dan 2024, serta juara Superbike 1.000 cc Mandalika 2025.

Sejak tahun 2025, Eric mulai serius menekuni balap mobil touring. Menggunakan Toyota Agya dengan dukungan penuh dari TGRI, Eric melihat ajang ini sebagai sarana penting untuk mengasah kemampuan barunya.

“Ikut balapan ketahanan ini bukan sekadar mengejar gelar juara, tetapi juga menjadi ruang bagi saya untuk mempertajam insting balap mobil touring,” ungkap Eric. Ia menambahkan bahwa Pertamina 6 Hours Endurance ini berfungsi sebagai pemanasan krusial sebelum tim terjun penuh di Kejuaraan Nasional Indonesia Touring Car Race (ITCR).

Selain fokus pada prestasi, partisipasi tim ini memiliki misi ganda, yaitu pembuktian kualitas produk Cargloss Group di bawah tekanan ekstrem. Lintasan Mandalika menjadi laboratorium terbuka bagi produk Cargloss Autocare.

Berbagai produk, mulai dari brake cleaner, wiper fluid, wash shampoo, pelindung cat, hingga perlengkapan keselamatan seperti helm Arai yang menjadi standar pembalap, diuji ketahanannya. Kualitas yang teruji di sirkuit panas menjadi jaminan mutu bagi konsumen.

Strategi Jitu Kunci Sukses Cargloss Racing Team Podium Mandalika

Bertarung di kelas ITCR 1200, Cargloss Racing Team menunjukkan konsistensi yang patut diacungi jempol. Toyota Agya bernomor 77 yang mereka gunakan terus menekan sejak lampu hijau menyala.

Keempat pembalap secara bergantian menjaga ritme balap, memastikan mobil tetap berada di papan atas. Koordinasi antara Haridarma, Amato, Jordan, dan Eric berjalan mulus, mencerminkan kerja sama tim yang solid.

Meskipun sempat menghadapi tantangan, termasuk penalti yang terkait dengan prosedur pit stop, tim ini berhasil mengatasi tekanan. Ketepatan strategi manajemen bahan bakar dan pergantian pembalap yang efisien menjadi faktor penentu.

Dengan manajemen lomba yang matang, Cargloss Racing Team Podium Mandalika, membuktikan bahwa kombinasi antara talenta pembalap berpengalaman dan persiapan teknis yang detail adalah formula kemenangan. Hasil ini sekaligus menegaskan posisi Cargloss Racing Team sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan di kancah balap mobil nasional.