Uptodai.com - Sebuah insiden mengejutkan kembali mencuat, melibatkan kendaraan berbasis energi baru. Kali ini, sebuah mobil listrik komersial dilaporkan mengalami kebakaran hebat saat melintas di ruas jalan tol.

Peristiwa terbakarnya mobil niaga DFSK Gelora E Terbakar di Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) tersebut sontak menjadi perhatian publik. Kejadian ini dengan cepat viral setelah rekaman videonya diunggah ke media sosial, memperlihatkan detik-detik dramatis upaya pemadaman api di bahu jalan tol.

Kronologi Insiden dan Identifikasi Kendaraan Listrik

Rekaman yang beredar luas, salah satunya melalui akun TikTok @sadewa1201, menunjukkan kepulan asap tebal yang membumbung tinggi, disertai kobaran api yang melahap hampir seluruh bodi mobil. Petugas pemadam kebakaran terlihat berjuang keras menjinakkan api yang melalap kendaraan tersebut.

Menurut keterangan yang menyertai unggahan video, insiden tersebut terjadi pada Jumat (16/1) sore, sekitar pukul 16.15 WIB. Mobil yang menjadi korban kebakaran tersebut diduga kuat merupakan unit DFSK Gelora E, sebuah mobil listrik yang kerap digunakan untuk kebutuhan logistik dan niaga ringan.

Identifikasi ini menguat dari ciri-ciri fisik kendaraan. Mobil tersebut memiliki bentuk bodi yang mengotak, khas kendaraan komersial, serta desain lampu utama berbentuk kotak yang menjadi penanda khas DFSK Gelora E. Selain itu, pelat nomor kendaraan yang tampak berwarna hitam dengan garis biru di bagian bawah mengonfirmasi statusnya sebagai kendaraan listrik (EV).

Beruntung, dalam insiden ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, kondisi kendaraan nahas tersebut mengalami kerusakan total, hanya menyisakan rangka yang gosong. Kejadian ini sempat menyebabkan sedikit gangguan pada arus lalu lintas di sekitar lokasi, meskipun petugas Jasa Marga dengan sigap mengendalikan situasi.

Dugaan Sumber Api dari Sistem Baterai

Keterangan dari pengemudi menjadi petunjuk awal yang sangat penting untuk menelusuri sumber api. Pengemudi yang selamat tersebut mengungkapkan bahwa api tiba-tiba muncul dari bagian dalam kabin, tepatnya di area bawah jok pengemudi.

Kobaran api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan sebelum akhirnya melahap seluruh bodi mobil. Pernyataan ini secara langsung memunculkan dugaan awal bahwa sumber kebakaran berasal dari sistem baterai bertegangan tinggi.

Secara teknis, pada mayoritas mobil listrik, termasuk DFSK Gelora E, baterai lithium-ion diletakkan di bagian lantai bawah kendaraan untuk menjaga keseimbangan dan efisiensi ruang. Lokasi kemunculan api yang diklaim pengemudi, yakni di bawah jok, sangat berdekatan dengan posisi modul baterai tersebut.

Tantangan Pemadaman Kebakaran Kendaraan Listrik

Insiden ini sekali lagi menyoroti tantangan spesifik dalam menangani kebakaran yang melibatkan kendaraan listrik. Kebakaran baterai EV seringkali disebabkan oleh fenomena yang disebut thermal runaway, di mana panas yang dihasilkan oleh satu sel baterai menyebar dengan cepat ke sel-sel di sekitarnya.

Petugas pemadam kebakaran membutuhkan teknik dan peralatan khusus untuk memadamkan api EV. Baterai lithium-ion membutuhkan air dalam jumlah yang sangat besar atau agen pemadam kimia khusus untuk mendinginkan sel dan menghentikan reaksi berantai termal, berbeda dengan kebakaran mobil konvensional.

Respons Industri dan Pentingnya Investigasi Resmi

Hingga saat artikel ini ditulis, belum ada hasil investigasi resmi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang, seperti kepolisian atau Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), untuk memastikan penyebab pasti kebakaran DFSK Gelora E tersebut. Publik kini menanti hasil pemeriksaan menyeluruh.

Penting bagi DFSK Indonesia untuk segera memberikan pernyataan resmi terkait insiden yang melibatkan salah satu produk mobil listrik niaganya. Klarifikasi ini sangat krusial untuk menjaga kepercayaan konsumen, terutama di tengah gencarnya program elektrifikasi kendaraan nasional.

Sebagai informasi, DFSK Gelora E dikenal sebagai salah satu pelopor mobil listrik komersial ringan di pasar domestik. Kendaraan ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2021 dan menyasar segmen fleet serta logistik perkotaan dengan harga jual yang cukup kompetitif di kelasnya.

Insiden ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pemangku kepentingan industri otomotif. Produsen perlu terus meningkatkan standar keamanan baterai, sementara konsumen perlu memahami prosedur darurat terkait kendaraan listrik mereka.