Uptodai.com - PLN diskon pemasangan home charging sebesar 50 persen bagi pemilik kendaraan listrik di seluruh Indonesia hingga Juni 2026 mendatang. Langkah strategis ini bertujuan untuk mempercepat adopsi ekosistem kendaraan ramah lingkungan di tanah air melalui kemudahan akses pengisian daya mandiri.

PT PLN (Persero) menyadari bahwa kenyamanan pengisian daya di rumah menjadi faktor kunci bagi calon pembeli mobil listrik. Oleh karena itu, program Home Charging Services (HCS) hadir dengan harga yang jauh lebih terjangkau bagi masyarakat luas. Program ini diharapkan mampu menghilangkan keraguan konsumen terkait infrastruktur pendukung kendaraan listrik.

Rincian Harga Promo Pasang Baru Home Charging PLN

Promo potongan harga ini berlaku khusus untuk pelanggan satu fasa dengan kapasitas daya hingga 7.700 Volt Ampere (VA). Pelanggan hanya perlu membayar setengah dari tarif normal yang biasanya mencapai jutaan rupiah untuk proses instalasi ini. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi para pengguna baru kendaraan listrik yang ingin lebih praktis.

Untuk pemasangan baru golongan 1 fasa daya 7.700 VA, biaya menyusut dari harga normal Rp 7.461.300 menjadi hanya Rp 3.730.650 saja. Angka ini tentu sangat menggiurkan bagi mereka yang baru saja meminang mobil listrik impian untuk kebutuhan mobilitas harian. Penghematan biaya instalasi ini bisa dialokasikan untuk kebutuhan perawatan kendaraan lainnya.

Sementara itu, bagi pengguna yang membutuhkan daya lebih besar, tersedia pilihan 3 fasa dengan kapasitas hingga 13.200 VA. Biaya pemasangannya turun drastis dari Rp 12.790.800 menjadi Rp 6.395.400 setelah mendapatkan diskon 50 persen dari PLN. Fasilitas daya besar ini sangat cocok bagi pemilik kendaraan listrik dengan kapasitas baterai jumbo.

Keuntungan Tambahan: Diskon Tarif Listrik Malam Hari

Selain potongan biaya instalasi, PLN juga menawarkan insentif tambahan berupa diskon tarif listrik sebesar 30 persen. Potongan tarif ini berlaku khusus untuk pengisian daya kendaraan yang dilakukan pada jam-jam tertentu di malam hari. Skema ini bertujuan untuk mendorong efisiensi penggunaan energi secara nasional.

Pemilik kendaraan listrik bisa memanfaatkan waktu pengisian mulai pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB untuk mendapatkan tarif yang lebih murah. Skema ini dirancang agar beban listrik nasional tetap stabil sekaligus memberikan keuntungan finansial bagi konsumen. Dengan demikian, biaya operasional mobil listrik menjadi jauh lebih hemat dibandingkan kendaraan konvensional.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menegaskan bahwa promo ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam meningkatkan pengalaman pelanggan. PLN ingin memastikan transisi menuju energi bersih berjalan dengan mudah, nyaman, dan efisien bagi seluruh lapisan masyarakat. Inovasi layanan terus dikembangkan demi mendukung target net zero emission.

“Kami mendukung gaya hidup modern pelanggan yang membutuhkan kapasitas listrik lebih besar namun tetap dengan biaya yang terjangkau,” ujar Adi Priyanto. Beliau mengharapkan program ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para pengguna kendaraan listrik yang mengutamakan kepraktisan dalam mengisi daya di rumah sendiri.

Cara Mendapatkan Promo dan Estimasi Total Biaya

Masyarakat yang ingin menikmati promo menggiurkan ini cukup melakukan transaksi melalui aplikasi PLN Mobile yang tersedia di smartphone. Pelanggan bisa melakukan pembelian token atau pembayaran tagihan listrik secara rutin untuk memenuhi syarat mengikuti program HCS ini. Proses pengajuan pun dibuat sangat sederhana agar bisa diakses oleh siapa saja.

Perlu dicatat bahwa biaya pasang baru tersebut belum mencakup unit charger fisik yang dipasang di dinding garasi rumah. Harga unit charger sendiri bervariasi di pasaran, mulai dari kisaran Rp 5 juta hingga Rp 10 juta tergantung pada merek dan spesifikasinya. Konsumen bebas memilih perangkat yang paling sesuai dengan kebutuhan kendaraan mereka.

Jika diakumulasikan secara total, biaya pemasangan HCS mandiri setelah mendapatkan diskon 50 persen berkisar antara belasan juta hingga lebih dari Rp 20 juta. Investasi ini dianggap sangat sepadan dengan kenyamanan mengisi daya kendaraan setiap saat tanpa harus mengantre di stasiun pengisian umum. Tren kendaraan listrik pun diprediksi akan semakin masif seiring kemudahan yang diberikan pemerintah.