Uptodai.com - Kenaikan harga BBM di Malaysia terbaru kembali terjadi seiring dengan memanasnya tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Lonjakan ini menjadi pukulan telak bagi konsumen di Negeri Jiran yang harus menghadapi penyesuaian harga secara mingguan. Ketidakpastian pasokan energi global memaksa otoritas setempat untuk menyelaraskan harga domestik dengan kondisi pasar internasional yang sedang bergejolak.

Pemerintah Malaysia secara resmi mengumumkan perubahan tarif bahan bakar untuk periode 19 hingga 25 Maret 2026. Keputusan ini memperpanjang tren kenaikan yang sudah berlangsung selama beberapa pekan terakhir. Masyarakat mulai merasakan beban ekonomi yang semakin berat, terutama setelah pekan lalu harga bensin dan solar juga mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

Rincian Kenaikan Harga Solar dan Bensin RON97

Berdasarkan penetapan terbaru dari Kementerian Keuangan Malaysia, harga bahan bakar solar mengalami kenaikan yang cukup mencolok. Diesel Euro 5 B10 dan B20 di wilayah Semenanjung Malaysia kini naik 80 sen menjadi RM4,72 atau sekitar Rp20.298 per liter. Sementara itu, varian Diesel Euro 5 B7 dipatok pada angka RM4,92 yang setara dengan Rp21.158 per liter.

Kondisi berbeda terlihat di wilayah Sabah, Sarawak, dan Labuan, di mana harga solar biasa tetap bertahan pada angka RM2,15 per liter atau sekitar Rp9.246. Pemerintah tampaknya masih memberikan kompensasi khusus untuk wilayah tersebut guna menjaga stabilitas logistik. Namun, kenaikan di wilayah semenanjung tetap menjadi perhatian utama karena densitas kendaraan yang lebih tinggi.

Untuk kategori bensin, harga RON97 melonjak hingga 70 sen menjadi RM4,55 atau setara Rp19.567 per liter. Di sisi lain, bensin RON95 non-subsidi masih tertahan di angka RM3,27 atau sekitar Rp14.062 per liter. Skema subsidi tetap menjadi tumpuan bagi sebagian besar warga melalui program bantuan yang telah disiapkan pemerintah.

Skema Subsidi Budi Madani dan RON95

Meskipun harga global melambung, pemerintah tetap mempertahankan harga bensin RON95 bersubsidi dalam skema Budi Madani. Harga untuk jenis ini masih dipatok pada RM1,99 per liter atau setara Rp8 ribuan. Namun, fasilitas ini hanya berlaku bagi pemilik SIM yang memenuhi syarat dengan kuota maksimal 300 liter per bulan.

Kementerian Keuangan Malaysia menegaskan bahwa harga domestik sangat bergantung pada perkembangan pasar minyak mentah dunia. Produk petroleum untuk kebutuhan dalam negeri masih mengacu pada indeks harga internasional. Hal ini membuat pemerintah sulit untuk terus menekan harga jika tren global terus merangkak naik tanpa henti.

Dampak Konflik Iran dan Selat Hormuz terhadap Minyak Dunia

Kenaikan harga BBM yang berulang di Malaysia kali ini tidak lepas dari Konflik Timur Tengah Iran yang terus mengguncang pasar energi. Perang yang melibatkan Iran dan meningkatnya gangguan keamanan di kawasan Teluk memicu kekhawatiran serius terhadap rantai pasok. Para pelaku pasar khawatir distribusi minyak akan terhenti total jika eskalasi terus meningkat.

Harga minyak mentah dan kargo bahan bakar global sempat menyentuh level tertinggi baru karena blokade pasokan energi dari Timur Tengah. Serangan terhadap infrastruktur energi serta gangguan di Selat Hormuz menjadi pemicu utama kenaikan premi risiko minyak. Selat ini merupakan jalur vital yang dilalui oleh sekitar seperlima dari total perdagangan minyak dunia setiap harinya.

Kondisi ini membuat beban fiskal pemerintah Malaysia untuk menahan harga di dalam negeri semakin membengkak. Dalam situasi normal, ruang fiskal masih cukup luas untuk meredam lonjakan harga melalui subsidi langsung. Namun, ketika harga minyak dunia sudah menembus angka di atas US$100 per barel, kemampuan anggaran negara mulai mencapai titik batasnya.

Analis energi memprediksi bahwa fluktuasi harga ini akan terus berlanjut selama ketegangan di Selat Hormuz belum mereda. Masyarakat diimbau untuk mulai melakukan penghematan konsumsi energi dan beralih ke moda transportasi yang lebih efisien. Pemerintah juga terus memantau situasi global demi mengambil langkah taktis dalam menjaga ketahanan energi nasional.