Uptodai.com - Harga Toyota Veloz bekas di pasar otomotif tanah air terpantau masih sangat stabil dan bertahan tinggi dibandingkan para pesaingnya. Hal ini menjadi kabar baik bagi para pemilik yang ingin menjual kembali mobil LMPV premium andalan mereka. Menurut para pelaku bisnis showroom mobil bekas, depresiasi atau penurunan nilai jual mobil ini tergolong sangat minim. Kondisi ini membuktikan bahwa minat masyarakat terhadap unit seken dari keluarga pabrikan Jepang ini masih sangat masif.

Berdasarkan pantauan di berbagai platform digital, unit lansiran tahun 2022 kini dipasarkan pada rentang Rp 200 juta hingga Rp 250 juta. Padahal, harga barunya saat pertama kali meluncur berkisar antara Rp 286 juta sampai Rp 335 juta. Sementara itu, untuk model produksi tahun 2023, harga bekasnya saat ini bertahan di angka Rp 210 juta hingga Rp 260 juta. Angka tersebut hanya selisih sedikit dari harga barunya kala itu yang berada di kisaran Rp 288,7 juta hingga Rp 335,3 juta.

Tren positif ini terus berlanjut pada unit-unit yang usianya jauh lebih muda, seperti keluaran tahun 2024 dan 2025. Untuk Veloz tahun 2024, unit sekennya dibanderol mulai dari Rp 220 juta hingga Rp 265 juta di pasaran. Sedangkan untuk model tahun 2025, harga bekasnya masih sangat tinggi yakni berkisar antara Rp 230 juta sampai Rp 270 juta. Nilai ini terbilang sangat kompetitif mengingat harga barunya di tahun 2025 dipasarkan mulai dari Rp 296,8 juta hingga Rp 364,4 juta.

Faktor Penyebab Kuatnya Harga Bekas Toyota Veloz

Ada beberapa faktor utama yang membuat nilai jual kembali kendaraan keluarga ini tetap kokoh di pasar mobil bekas Indonesia. Salah satunya adalah reputasi besar Toyota yang dikenal memiliki jaringan servis luas dan ketersediaan suku cadang melimpah. Selain itu, fitur keselamatan canggih seperti Toyota Safety Sense (TSS) yang disematkan pada varian tertinggi membuat mobil ini tetap terlihat modern. Daya tampung kabin yang luas serta konsumsi bahan bakar yang efisien juga menjadi daya tarik utama bagi konsumen keluarga.

Persentase Depresiasi Rendah di Kelas Low MPV

Secara umum, rata-rata depresiasi nilai jual dari kendaraan ini hanya berada di kisaran 15 hingga 25 persen saja. Angka penyusutan ini tergolong sangat rendah untuk kategori mobil penumpang yang telah digunakan selama beberapa tahun. Dengan tingkat penurunan harga yang minim, berinvestasi pada mobil ini memberikan rasa aman finansial bagi pemiliknya. Tidak heran jika unit sekennya selalu cepat laku dan menjadi buruan utama di berbagai diler mobil bekas saat ini.