Honda UC3 Skuter Listrik Mungil: Jarak Tempuh 122 Km, Harga Rp 58 Juta
Uptodai.com - Honda sedang menyiapkan amunisi baru di segmen roda dua ramah lingkungan. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Honda UC3 skuter listrik mungil siap meluncur di pasar Asia, menawarkan kombinasi desain menarik dan efisiensi jarak tempuh yang impresif.
Peluncuran perdana UC3 ini direncanakan berlangsung di Thailand dan Vietnam pada tahun 2026. Skuter listrik ini dirancang untuk mobilitas perkotaan, menjanjikan kemudahan penggunaan sekaligus performa yang memadai untuk aktivitas harian.
Mengupas Jantung Pacu dan Jarak Tempuh UC3
Salah satu aspek paling menarik dari Honda UC3 terletak pada teknologi baterai yang digunakannya. Skuter ini menjadi model pertama Honda yang mengadopsi baterai Lithium Ferro-Phosphate (LFP) yang dipasang secara permanen.
Penggunaan baterai LFP ini menandakan fokus Honda pada peningkatan keselamatan dan durabilitas, mengingat baterai tersebut telah memenuhi standar keselamatan internasional UNR136. Selain itu, baterai LFP umumnya menawarkan siklus hidup yang lebih panjang dan biaya produksi yang lebih efisien.
Motor listrik yang disematkan pada swingarm UC3 dikembangkan secara internal oleh Honda. Motor ini mampu menghasilkan tenaga puncak sebesar 6 kW. Angka ini setara dengan performa yang dihasilkan oleh mesin bensin konvensional berkapasitas 110 cc, menjadikannya lincah di jalanan kota.
Berkat efisiensi daya dan dukungan sistem regenerative braking, Honda mengklaim bahwa skuter ini mampu menempuh jarak hingga 122 km dalam sekali pengisian penuh. Meskipun memiliki daya jelajah yang luas, kecepatan maksimum UC3 dibatasi pada 80 km/jam, sesuai untuk regulasi kendaraan listrik di perkotaan.
Standar Pengisian Daya Internasional CHAdeMO
Dalam hal pengisian daya, Honda mengambil langkah maju dengan mengadopsi standar CHAdeMO. Ini merupakan standar pengisian internasional yang dikembangkan oleh asosiasi CHAdeMO, memastikan kompatibilitas yang luas dengan infrastruktur pengisian daya global.
Pengendara diberikan dua opsi charger yang berbeda, yaitu 1.200 watt dan 450 watt, yang mempengaruhi durasi pengisian baterai. Mengisi daya dari kondisi kosong hingga penuh (0-100%) membutuhkan waktu sekitar 4 jam jika menggunakan charger 1.200 watt.
Apabila pengendara memilih opsi charger 450 watt, waktu yang dibutuhkan untuk pengisian penuh adalah sekitar 9 jam. Untuk pengisian cepat dari 20 persen ke 80 persen, durasi yang diperlukan adalah 2 jam (1.200 watt) atau 5 jam (450 watt).
Honda juga telah menyiapkan strategi infrastruktur jangka panjang. Khusus di Thailand, perusahaan berencana memperluas jaringan stasiun pengisian CHAdeMO hingga mencapai 800 titik pada tahun 2027. Selain itu, Honda menyediakan charger rumahan khusus untuk pengguna UC3.
Fitur Canggih dan Mode Berkendara Adaptif
Honda UC3 dilengkapi dengan sejumlah fitur modern untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan berkendara. Pengendara dapat memilih tiga mode berkendara, yaitu Standard, Sport, dan Econ, yang memungkinkan adaptasi performa sesuai kebutuhan dan kondisi jalan.
Kemudahan bermanuver di area parkir juga diperhatikan, dengan tersedianya fitur mundur. Informasi penting mengenai kendaraan ditampilkan melalui layar TFT-LCD berukuran 5 inci yang jernih.
Menariknya, layar ini dapat terhubung ke smartphone pengendara melalui Bluetooth menggunakan aplikasi Honda RoadSync. Fitur penunjang lainnya mencakup sistem smart key untuk kemudahan akses, pencahayaan full LED, serta port USB-C yang berguna untuk pengisian daya gawai saat bepergian.
Banderol Harga Honda UC3
Meskipun spesifikasi teknisnya sudah terungkap, harga Honda UC3 skuter listrik ini baru diumumkan untuk pasar Thailand. Di Negeri Gajah Putih, UC3 dibanderol seharga 132.600 baht.
Jika dikonversikan ke dalam mata uang Indonesia, harga tersebut berada di kisaran Rp 58 jutaan. Harga ini menempatkan UC3 sebagai skuter listrik premium di segmennya, sebanding dengan teknologi dan daya jelajah yang ditawarkan.
Dengan spesifikasi unggul dan fokus pada teknologi baterai yang aman, kehadiran UC3 diprediksi akan memperketat persaingan di pasar kendaraan listrik roda dua di Asia Tenggara dalam beberapa tahun mendatang.