IIMS 2026 Berakhir, Nilai Transaksi Masih Jadi Misteri
Uptodai.com - Penyelenggaraan IIMS 2026 resmi berakhir dengan menyisakan tanda tanya besar terkait total perputaran uang selama pameran berlangsung. Meskipun kemeriahan di JIExpo Kemayoran telah usai, pihak penyelenggara belum merilis angka pasti mengenai capaian finansial dari ajang otomotif bergengsi ini.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara tahunan tersebut. Ia menilai pameran ini tetap menjadi magnet kuat bagi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Daswar mengungkapkan hal tersebut saat prosesi upacara penutupan pameran pada Senin (16/2/2026).
Dampak Ekonomi Penyelenggaraan IIMS 2026 bagi Tenaga Kerja
Selain fokus pada penjualan unit kendaraan, penyelenggaraan IIMS 2026 memberikan dampak nyata pada sektor lapangan kerja. Tercatat ada lebih dari 20.000 orang yang terlibat aktif dalam mendukung operasional pameran selama sebelas hari penyelenggaraan.
Daswar menegaskan bahwa keterlibatan puluhan ribu pekerja ini menjadi bukti nyata kontribusi industri otomotif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Angka tersebut sekaligus memecahkan rekor internal penyelenggara dalam hal pemberdayaan sumber daya manusia. Penyerapan tenaga kerja ini mencakup berbagai lini, mulai dari kru teknis hingga tenaga pemasaran di setiap gerai.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pameran otomotif bukan sekadar ajang pamer teknologi terbaru. Lebih dari itu, IIMS telah bertransformasi menjadi katalisator ekonomi yang mampu menggerakkan berbagai sektor jasa di Indonesia secara simultan.
Partisipasi Brand dan Sektor UMKM di Pameran Otomotif IIMS 2026
Kepercayaan pelaku industri terhadap penyelenggaraan IIMS 2026 terlihat dari membludaknya jumlah peserta yang mencapai lebih dari 200 jenama. Sektor roda empat menyumbang 36 brand, sementara roda dua diikuti oleh 26 brand ternama. Kehadiran merek-merek global ini mempertegas posisi Indonesia sebagai pasar otomotif yang sangat potensial.
Tidak hanya merek besar, industri pendukung otomotif juga turut memadati area pameran dengan total 82 brand. Kolaborasi ini menciptakan ekosistem yang lengkap bagi pengunjung yang mencari kebutuhan otomotif dari hulu ke hilir. Keberagaman peserta ini memberikan pilihan yang sangat luas bagi para calon pembeli kendaraan.
Pihak Dyandra juga konsisten merangkul pelaku ekonomi kreatif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Sebanyak 71 pelaku UMKM dan 21 pelaku industri kreatif mendapatkan ruang khusus untuk memamerkan produk unggulan mereka. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem industri otomotif secara menyeluruh dan inklusif.
Menanti Realisasi Nilai Transaksi IIMS 2026 dan Target Pengunjung
Publik kini tengah menanti apakah penyelenggaraan IIMS 2026 mampu memenuhi target ambisius yang telah ditetapkan sebelumnya. Sebagai informasi, pihak panitia membidik angka transaksi fantastis hingga mencapai Rp8 triliun. Target ini didorong oleh antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap tren kendaraan terbaru.
Selain nilai transaksi, target jumlah pengunjung juga dipatok cukup tinggi yakni sebanyak 579.337 orang. Optimisme ini didasari oleh perluasan area pameran serta hadirnya berbagai program baru yang lebih interaktif bagi keluarga. Penyelenggara yakin bahwa inovasi konten menjadi kunci utama dalam menarik minat pengunjung tahun ini.
Hingga berita ini diturunkan, proses rekapitulasi data masih terus dilakukan oleh tim internal penyelenggara. Kepastian mengenai tercapai atau tidaknya target tersebut akan menjadi indikator penting bagi kesehatan pasar otomotif Indonesia. Semua pihak berharap hasil akhir nanti mencerminkan tren positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.