Uptodai.com - Musim penghujan yang diprediksi masih akan berlangsung hingga awal Februari 2026 menuntut kewaspadaan ekstra bagi seluruh pengguna jalan. Selain ancaman banjir yang melumpuhkan, bahaya yang paling sering mengintai adalah munculnya lubang-lubang jalan yang merusak kendaraan dan membahayakan nyawa.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan pada Kamis (22/1/2026), sejumlah titik jalan berlubang di Jakarta dan Tangerang terpantau mengalami kerusakan cukup parah. Kerusakan ini tidak hanya berupa lubang kecil, tetapi juga pengelupasan aspal yang lebar, menjadikannya jebakan tersembunyi terutama saat genangan air menutupi permukaan jalan.

Titik Rawan Kerusakan Jalan di Jantung Ibu Kota

Kondisi jalan rusak ini sangat terasa di jalur-jalur protokol utama yang memiliki volume kendaraan tinggi. Di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan, jalur arteri S. Parman dan Gatot Subroto menjadi area yang harus diwaspadai pengguna jalan.

Kerusakan yang terjadi di kedua ruas jalan vital ini umumnya dipicu oleh buruknya drainase dan beban kendaraan berat yang melintas secara terus-menerus. Akibatnya, lapisan aspal tidak mampu menahan tekanan air dan beban, menyebabkan retakan yang kemudian membesar menjadi lubang.

Bagi pengendara sepeda motor, melintasi area ini memerlukan kehati-hatian ganda. Sedikit saja salah perhitungan dalam menghindari lubang, risiko terjatuh atau hilangnya kendali sangat besar.

Dampak Lubang Jalan Memicu Kemacetan

Kehadiran lubang-lubang jalan ini secara langsung berdampak pada arus lalu lintas. Pengguna jalan secara naluriah akan memperlambat laju kendaraan mereka, bahkan berhenti mendadak, untuk menghindari kerusakan fatal pada ban atau suspensi mobil.

Perilaku pengereman mendadak dan manuver penghindaran ini kemudian memicu antrean panjang yang tidak terhindarkan. Kepadatan lalu lintas terpantau mengular, terutama saat jam sibuk pagi dan sore hari di sepanjang koridor Jalan S. Parman menuju Slipi.

Waspada Bahaya Jalan Berlubang di Tangerang Raya

Ancaman serupa tidak hanya terjadi di wilayah DKI Jakarta, tetapi juga meluas hingga ke daerah penyangga, khususnya Tangerang Raya. Salah satu jalur padat yang menunjukkan kerusakan signifikan adalah Jalan Raya Serpong dan area Graha Raya.

Kerusakan di jalur Tangerang ini juga bervariasi, mulai dari lubang yang cukup dalam hingga aspal yang terkelupas luas. Jalur ini merupakan akses utama bagi komuter yang bekerja di Jakarta, sehingga dampaknya pada mobilitas harian sangat besar.

Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan segera mengambil tindakan cepat untuk melakukan perbaikan sementara atau permanen. Penanganan yang lambat terhadap titik rawan ini tidak hanya mengganggu kelancaran ekonomi, tetapi juga mempertaruhkan keselamatan publik.

Tips Aman Melintasi Titik Rawan Jalan Rusak

Selagi menunggu perbaikan menyeluruh dilakukan, pengendara wajib menerapkan tips keselamatan berkendara saat menghadapi jalan berlubang. Prioritas utama adalah mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.

Jangan pernah melakukan pengereman mendadak tepat di atas lubang, karena ini bisa merusak pelek atau ban kendaraan. Jika memungkinkan, identifikasi lubang dari jauh dan kurangi kecepatan secara bertahap.

Khusus bagi pengendara motor, hindari berkendara terlalu dekat dengan kendaraan besar seperti truk atau bus. Kendaraan besar sering kali menutupi pandangan terhadap lubang, dan manuver mereka untuk menghindari lubang bisa membahayakan pengendara di sampingnya.

Selain itu, pastikan kondisi ban dan tekanan angin selalu optimal. Ban yang kempes atau aus akan meningkatkan risiko kerusakan parah saat menghantam permukaan jalan yang tidak rata atau berlubang dalam.