Uptodai.com - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di ruas Tol Jagorawi KM 31, Citereup, Kabupaten Bogor, pada Minggu malam (1-2-2026), ketika satu unit mobil yang diduga kuat adalah Jetour T2 ludes dilalap api. Peristiwa ini segera memicu perdebatan di kalangan warganet, khususnya mengenai jenis energi yang digunakan kendaraan tersebut: apakah Jetour T2 Mesin Bensin atau Listrik?

Mengingat popularitas mobil listrik (EV) asal China yang sedang naik daun di Indonesia, banyak yang berasumsi Jetour T2 adalah kendaraan berbasis baterai. Asumsi ini wajar, mengingat banyak pabrikan Tiongkok kini fokus pada elektrifikasi, namun Jetour T2 memiliki identitas yang berbeda.

Berdasarkan spesifikasi global yang tersedia, Jetour T2 yang dikenal sebagai SUV tangguh ini sepenuhnya mengandalkan mesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE). Mobil yang diproduksi oleh Chery Holding Group ini memang dirancang sebagai penantang serius di segmen SUV adventure, fokus pada performa off-road murni dengan bahan bakar bensin.

Mengenal Lebih Dekat Spesifikasi Mesin Jetour T2

Fokus utama Jetour T2 adalah menyediakan tenaga brutal untuk kebutuhan penjelajahan. Mobil ini dibekali dapur pacu Kunpeng Power 2.0 TGDI, sebuah mesin bensin turbo yang mampu menghasilkan tenaga luar biasa. Mesin ini sanggup menyemburkan daya hingga 245 PS, disempurnakan dengan torsi puncak 375 Nm.

Tenaga besar tersebut disalurkan melalui transmisi Magna 7DCT generasi terbaru, yang terkenal mampu memberikan perpindahan gigi yang mulus sekaligus efisien. Kombinasi mesin bensin dan transmisi canggih ini memastikan T2 memiliki akselerasi responsif, baik saat melaju kencang di jalan tol maupun saat menaklukkan trek berat.

Karakteristik mesin bensin Jetour T2 ini jelas membedakannya dari rival-rival China yang mayoritas berfokus pada Kendaraan Energi Baru (NEV). Jetour memilih mempertahankan desain boxy yang ikonik dengan performa bensin demi memuaskan pasar yang mencari pengalaman off-road otentik.

Keunggulan Jetour T2 SUV Offroad Sejati

Selain performa mesin bensin yang bertenaga, Jetour T2 dirancang dengan struktur yang sangat kokoh untuk mendukung petualangan ekstrem. Mobil ini memiliki dimensi yang tergolong besar, dengan panjang 4.785 mm, lebar 2.006 mm, dan tinggi 1.880 mm, ditopang oleh wheelbase yang mencapai 2.800 mm.

Struktur bodi Jetour T2 mengadopsi teknologi Hardtop Cage Body yang menggunakan 80% baja berkekuatan tinggi (high-strength steel). Kekakuan torsi (torsional stiffness) mobil ini mencapai angka impresif 31.000 Nm, menjamin keamanan maksimal bagi penumpang saat menghadapi guncangan ekstrem.

Daya dukung atapnya juga luar biasa, dilengkapi delapan cross beam yang mampu menopang beban dinamis 150 kg dan beban statis 300 kg. Selain itu, perlindungan maksimal di medan berat diperkuat dengan dukungan metal underbody shield serta peningkatan kekuatan kaki-kaki sebesar 10%.

Untuk kemampuan melibas medan berat, T2 mengandalkan sistem X-WD Intelligent 4WD. Sistem ini sangat fleksibel, dilengkapi dengan enam mode berkendara yang dapat disesuaikan, mulai dari Eco, Standard, Rock, Sand, Snow, hingga Sport.

Teknologi canggih seperti BorgWarner 6th Gen 4WD, Intelligent Torque Management, dan Intelligent Limited-Slip Differential bekerja sama memastikan traksi selalu optimal di berbagai kondisi jalan. Fitur All-Terrain Offroad Assist Mode, yang mencakup Crawl Mode dan Hill Descent Control, semakin mempermudah pengemudi, bahkan pemula, saat menghadapi tanjakan dan turunan curam.

Dengan spesifikasi tersebut, jelas bahwa Jetour T2 adalah SUV bertenaga bensin yang fokus pada durabilitas dan kemampuan off-road. Insiden kebakaran di Tol Jagorawi, meskipun disayangkan, tidak mengubah fakta bahwa mobil ini dirancang untuk menjadi penjelajah sejati, bukan kendaraan listrik.