Intip Koleksi Mobil Wali Kota Samarinda yang Sewa Defender Mewah
Uptodai.com - Koleksi mobil Wali Kota Samarinda Andi Harun kini menjadi pusat perhatian publik setelah mencuatnya kabar mengenai biaya sewa kendaraan dinas yang fantastis. Pemerintah Kota Samarinda diketahui mengalokasikan dana sebesar Rp 160 juta setiap bulan hanya untuk menyewa satu unit mobil Land Rover Defender. Kebijakan ini memicu polemik karena total biaya sewa selama tiga tahun dianggap jauh melampaui harga beli unit barunya.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Andi Harun sebenarnya memiliki sejumlah kendaraan pribadi di rumahnya. Nilai total aset transportasi yang ia laporkan mencapai ratusan juta rupiah, namun tetap terlihat kontras dengan kemewahan mobil sewaan tersebut. Publik pun mulai membandingkan antara gaya hidup kedinasan dengan daftar kekayaan yang tercatat secara resmi.
Kontroversi Sewa Land Rover Defender Rp 5,7 Miliar
Kabar mengenai penyewaan mobil mewah ini pertama kali dikonfirmasi oleh Kepala Bagian Umum Sekretariat Kota Samarinda, Dilan. Ia menjelaskan bahwa pihak pemerintah kota telah menyewa Land Rover Defender tersebut sejak tahun anggaran 2022. Kendaraan gagah ini kabarnya difungsikan khusus untuk melayani tamu-tamu VIP yang berkunjung ke ibu kota Kalimantan Timur tersebut.
Kontrak penyewaan ini berlangsung cukup lama, yakni dimulai pada tahun 2023 dan direncanakan berakhir pada 2026 mendatang. Jika dikalkulasi secara total, biaya sewa selama tiga tahun tersebut menyentuh angka Rp 5,7 miliar. Angka ini dianggap tidak efisien oleh banyak pihak mengingat harga pasar mobil Land Rover Defender berada di kisaran Rp 4 miliar.
Kritik tajam pun bermunculan karena anggaran sebesar itu dinilai lebih dari cukup untuk membeli unit baru secara tunai. Penggunaan uang negara untuk menyewa kendaraan dengan biaya yang melebihi harga asetnya sendiri menjadi poin utama keberatan masyarakat. Hal inilah yang kemudian mendorong publik untuk menelisik lebih jauh mengenai kekayaan pribadi sang Wali Kota.
Rincian Kekayaan dan Isi Garasi Andi Harun
Berdasarkan laporan LHKPN KPK periode 29 Maret 2025 untuk tahun periodik 2024, Andi Harun tercatat memiliki total harta kekayaan senilai Rp 34.289.829.256. Sebagian besar kekayaan tersebut tersimpan dalam bentuk aset tanah dan bangunan yang tersebar di beberapa lokasi. Nilai properti milik politisi yang menjabat dua periode ini mencapai angka Rp 21,17 miliar.
Selain aset properti, Andi Harun juga melaporkan kepemilikan harta bergerak lainnya senilai Rp 1,42 miliar serta surat berharga sebesar Rp 290 juta. Ia juga memiliki simpanan kas dan setara kas yang jumlahnya cukup signifikan, yakni mencapai Rp 10,79 miliar. Namun, fokus utama masyarakat tertuju pada kategori alat transportasi dan mesin yang terparkir di rumahnya.
Daftar Kendaraan Pribadi yang Dilaporkan
Meskipun kerap menggunakan fasilitas mewah saat berdinas, isi garasi Andi Harun yang dilaporkan ke KPK justru terlihat lebih sederhana. Total nilai seluruh kendaraan pribadinya tercatat sebesar Rp 607.000.000. Berikut adalah rincian tiga unit mobil yang dimiliki oleh Wali Kota Samarinda tersebut:
1. Nissan SUV Tahun 2008: Mobil hasil sendiri ini ditaksir memiliki nilai jual sekitar Rp 105.000.000.
2. Honda SUV Tahun 2008: Kendaraan kedua yang dilaporkan merupakan hasil sendiri dengan nilai Rp 142.000.000.
3. Nissan Terra Tahun 2018: Mobil paling modern di garasinya ini memiliki nilai taksiran sebesar Rp 360.000.000.
Daftar ini menunjukkan bahwa secara pribadi, Andi Harun tidak mengoleksi mobil-mobil mewah keluaran terbaru dengan harga miliaran rupiah. Perbedaan mencolok antara koleksi pribadi dengan mobil operasional sewaan inilah yang memicu diskusi hangat di media sosial. Banyak warga mempertanyakan urgensi penyewaan mobil premium untuk keperluan dinas di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Respons Wali Kota dan Langkah Evaluasi Inspektorat
Menanggapi gelombang kritik yang semakin masif, Andi Harun tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah administratif. Ia secara resmi meminta Inspektorat Kota Samarinda untuk meninjau ulang seluruh kebijakan pengelolaan kendaraan operasional. Evaluasi ini tidak hanya menyasar mobil Land Rover Defender yang viral, tetapi juga seluruh kendaraan kedinasan lainnya.
Andi Harun menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan penggunaan fasilitas negara tetap berada pada jalur yang benar. Ia ingin memastikan bahwa setiap aset operasional dikelola secara tertib, efisien, dan sesuai dengan regulasi perundang-undangan. Surat instruksi tersebut sudah dikirimkan agar proses review bisa segera berjalan secara transparan.
Review dari Inspektorat diharapkan mampu memberikan jawaban teknis mengenai dasar pengambilan keputusan sewa kendaraan tersebut. Pemerintah Kota Samarinda kini berada di bawah tekanan untuk membuktikan bahwa anggaran miliaran rupiah tersebut memang memberikan manfaat nyata. Publik kini menunggu hasil evaluasi tersebut untuk melihat apakah kontrak sewa mahal ini akan tetap berlanjut atau justru dihentikan.