BYD dan Tesla Rilis Program Kredit Mobil Listrik 7 Tahun di China
Uptodai.com - Program kredit mobil listrik 7 tahun kini menjadi senjata baru bagi para raksasa otomotif global untuk menghadapi kelesuan pasar pada awal tahun 2026. Strategi ini menandai evolusi perang harga yang sebelumnya hanya berfokus pada pemotongan nilai jual unit secara langsung ke konsumen.
Langkah agresif tersebut diambil oleh BYD, Tesla, hingga Xiaomi demi menjaga minat pembeli yang mulai mendingin di tengah tekanan ekonomi. Mereka menawarkan tenor pembiayaan yang jauh lebih panjang dari standar industri untuk meringankan beban cicilan bulanan para pelanggan.
Strategi BYD: Cicilan Harian Seharga Secangkir Kopi
BYD melalui jaringan Ocean Network secara resmi memperkenalkan skema promosi kredit dengan durasi hingga 84 bulan atau tujuh tahun. Program yang berlaku hingga akhir Maret 2026 ini menyasar model-model populer seperti Seal, Sealion, Dolphin, dan Seagull.
Konsumen bahkan mendapatkan kemudahan berupa opsi tanpa uang muka atau DP 0 persen untuk membawa pulang unit incaran mereka. Menariknya, pabrikan asal China ini menetapkan cicilan harian serendah 29 yuan atau sekitar Rp60 ribuan saja bagi para pembeli.
Tidak hanya pada lini kendaraan penumpang biasa, sub-merek off-road BYD yakni Fangchengbao juga meluncurkan skema serupa. Model Bao 5 dan Tai 7 kini bisa dimiliki dengan bunga mulai 1,5 persen dan uang muka minimal 32.000 yuan.
Dampak Penurunan Penjualan Kendaraan Energi Baru
Fenomena ini muncul bukan tanpa alasan yang kuat di balik meja manajemen perusahaan otomotif besar. Data ritel nasional menunjukkan penurunan penjualan kendaraan penumpang sebesar 13,9 persen pada Januari 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sektor kendaraan energi baru atau NEV mengalami tekanan yang jauh lebih berat dengan kontraksi penjualan mencapai angka 20 persen. Kondisi pasar yang menantang ini memaksa produsen memutar otak agar stok di ruang pamer tetap bergerak secara dinamis.
Penurunan tajam permintaan ini juga dipicu oleh berakhirnya program pembebasan pajak pembelian NEV pada Desember 2025. Hal tersebut menyebabkan koreksi pasar yang sangat signifikan hingga 42 persen jika dibandingkan dengan angka penjualan pada akhir tahun sebelumnya.
Tesla dan Xiaomi Ikut Perketat Persaingan
Tesla dan Xiaomi tidak tinggal diam melihat pergerakan masif dari kompetitor terbesarnya di pasar domestik Tiongkok. Keduanya telah lebih dulu mengadopsi skema pembiayaan jangka panjang untuk menarik segmen pembeli baru yang lebih sensitif terhadap pengeluaran bulanan.
Merek lain seperti Nio dan Geely juga terpantau meluncurkan insentif serupa guna memperebutkan pangsa pasar yang kian menyempit. Persaingan kini bergeser dari sekadar adu spesifikasi teknologi menjadi adu fleksibilitas finansial bagi calon pemilik kendaraan listrik.
Pabrikan kini harus mandiri menciptakan stimulus ekonomi bagi konsumen tanpa bergantung sepenuhnya pada subsidi langsung dari pemerintah. Program kredit jangka panjang dianggap sebagai solusi paling rasional untuk menjaga arus kas perusahaan tetap stabil selama kuartal pertama tahun ini.
Upaya Mencapai Target Penjualan Kuartal Pertama
Para analis otomotif menilai bahwa strategi ini merupakan langkah darurat untuk mengamankan target volume penjualan tahunan. Dengan memberikan tenor hingga tujuh tahun, beban psikologis konsumen terhadap harga mobil yang tinggi dapat tereduksi secara signifikan.
Langkah ini juga diprediksi akan memicu gelombang baru dalam industri pembiayaan otomotif secara global dalam waktu dekat. Jika tren ini berhasil di China, bukan tidak mungkin skema serupa akan merambah ke pasar internasional lainnya termasuk Asia Tenggara.