Uptodai.com - Sebuah video yang merekam aksi ugal-ugalan armada transportasi publik kembali menuai perhatian publik. Perusahaan Umum Damri langsung bergerak cepat merespons insiden berbahaya yang melibatkan dua armadanya di ruas jalan tol Jawa Timur.

Peristiwa ini menjadi sorotan tajam setelah video yang menampilkan manuver bus Damri tol Ngawi beredar luas di berbagai platform media sosial. Tindakan pengemudi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan lain dan melanggar etika berkendara di jalan bebas hambatan.

Detil Insiden dan Aksi Serah Terima Bingkisan

Kejadian tersebut terekam pada 25 Desember 2025, tepatnya di ruas Tol Ngawi–Kertosono, sekitar kilometer 600. Dalam rekaman video yang diunggah oleh akun Instagram @dashcam_owners_indonesia, terlihat dua unit bus Damri berjalan beriringan dengan jarak yang sangat rapat.

Pengemudi mobil yang merekam kejadian tersebut mulanya berada di belakang kedua bus. Hal yang paling janggal, kedua bus tersebut terlihat melakukan proses serah terima semacam bingkisan saat kendaraan melaju kencang di jalan tol, sebuah tindakan yang jelas mengabaikan fokus mengemudi.

Setelah proses serah terima yang riskan itu selesai, pengemudi mobil di belakang berupaya menyalip bus yang berada di lajur kiri. Namun, saat mobil tersebut mulai masuk ke lajur kanan untuk mendahului, bus Damri yang sebelumnya berada di lajur kiri tiba-tiba mempercepat lajunya dan memotong jalur pengendara mobil secara mendadak.

Aksi memotong jalur tanpa memberikan jarak aman ini berpotensi besar memicu kecelakaan beruntun. Tindakan ceroboh pengemudi tersebut bukan hanya melanggar peraturan lalu lintas, tetapi juga mencoreng citra keselamatan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh perusahaan transportasi BUMN.

Tanggapan Resmi dan Sanksi Sopir Damri Viral

Setelah video tersebut menjadi viral dan memicu kemarahan warganet, pihak Damri segera memberikan tanggapan resmi. Melalui akun Instagram resminya, Damri menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas kekhawatiran yang ditimbulkan oleh insiden tersebut.

“Damri menyampaikan permohonan maaf atas beredarnya video dashcam terhadap armada Damri di ruas Tol Ngawi–Kertosono yang menimbulkan perhatian publik dan kekhawatiran terkait keselamatan berlalu lintas,” tulis Damri dalam keterangan resminya.

Menanggapi serius pelanggaran berat ini, manajemen Damri langsung mengambil tindakan tegas. Mereka memastikan bahwa keselamatan penumpang dan pengguna jalan adalah prioritas utama perusahaan.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, pengemudi yang bersangkutan langsung dijatuhi sanksi sopir Damri viral berupa hukuman skorsing. Hukuman ini berupa pembebasan tugas selama enam bulan penuh, sesuai dengan ketentuan internal perusahaan.

Evaluasi Internal untuk Perkuat Disiplin

Pemberian skorsing enam bulan ini menjadi sinyal kuat bahwa Damri tidak akan menoleransi pelanggaran yang membahayakan nyawa. Selain sanksi personal, perusahaan juga menyatakan akan melakukan evaluasi internal secara menyeluruh.

Evaluasi ini bertujuan untuk memperkuat disiplin dan budaya keselamatan berkendara di seluruh lini operasional Damri. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa semua pengemudi memahami dan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) keselamatan yang ketat.

Di akhir pernyataannya, Damri juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian terhadap isu keselamatan lalu lintas. Perusahaan berkomitmen untuk terus menjaga profesionalisme dan kualitas layanan di masa mendatang, menjadikan insiden ini sebagai pelajaran berharga.