KOLEKSI dan PLN Gencarkan Mitigasi Kebakaran Mobil Listrik
Uptodai.com - Adopsi kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif, namun seiring peningkatan jumlah pengguna, isu mengenai keselamatan dan keamanan, terutama risiko kebakaran, turut menjadi perhatian utama. Untuk menjawab kekhawatiran publik, Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI) kini mengambil peran aktif. Inisiatif ini berfokus pada edukasi mendalam mengenai keselamatan serta menciptakan ruang aman bagi para pengemudi EV.
Langkah edukasi ini dilakukan secara masif demi meminimalisasi potensi risiko yang mungkin timbul, khususnya insiden kebakaran baterai. Upaya mitigasi kebakaran mobil listrik sangat krusial untuk memastikan ekosistem kendaraan ramah lingkungan ini dapat tumbuh dengan fondasi keamanan yang kuat dan terpercaya.
Mengapa Mitigasi Kebakaran Mobil Listrik Menjadi Prioritas Utama?
Ketua Umum KOLEKSI, Arwani, menegaskan bahwa mitigasi risiko api pada kendaraan listrik adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi. Ia menjelaskan, langkah pencegahan ini sangat penting untuk meningkatkan keselamatan pengemudi dan penumpang di tengah maraknya penggunaan EV.
Berbagai insiden kebakaran mobil listrik memang kerap terjadi, baik di dalam maupun luar negeri, sehingga memicu kekhawatiran yang meluas di ruang publik. Oleh karena itu, Arwani menekankan perlunya kolaborasi erat antara komunitas pengguna dan pemerintah sebagai pemegang kunci regulasi nasional.
Penetapan standar keselamatan yang komprehensif menjadi agenda mendesak. Standar ini mencakup instalasi pengisian daya di rumah (home charging), sertifikasi yang wajib dimiliki oleh teknisi dan instalator, hingga standar peralatan pemadam kebakaran yang spesifik untuk kendaraan listrik.
Selain itu, penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP) nasional untuk penanganan kebakaran juga tidak kalah penting. Protokol ini harus mencakup penanganan kondisi thermal runaway (pelarian termal) serta peningkatan kapasitas dan pelatihan bagi petugas pemadam kebakaran di tingkat daerah.
PLN Turun Tangan dengan Prosedur Darurat dan Edukasi
Menyambut inisiatif komunitas ini, PT PLN (Persero) turut memperkuat komitmennya terhadap keamanan berkendara listrik. VP Komersialisasi Produk Niaga, Divisi Pengembangan Produk Niaga (PPN) PLN, Ronny Afrianto, menyatakan bahwa PLN telah bekerja sama dengan berbagai pihak terkait.
Ronny menekankan pentingnya keselamatan dan keamanan dalam setiap aspek penggunaan mobil listrik. PLN secara aktif menjalin kolaborasi dengan pemadam kebakaran, kepolisian, dan produsen mobil listrik untuk memastikan penanganan insiden kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Sebagai wujud konkret, PLN telah menerbitkan prosedur darurat yang jelas untuk menghadapi skenario kebakaran mobil listrik. Prosedur ini mencakup langkah-langkah kritis seperti pemutusan aliran listrik dan protokol evakuasi yang terus disosialisasikan kepada publik.
Selaras dengan tujuan keselamatan, PLN juga gencar melakukan edukasi kepada masyarakat luas mengenai penggunaan mobil listrik yang aman. Upaya ini termasuk pengembangan infrastruktur pengisian daya yang teruji keamanannya dan memiliki keandalan tinggi.
Mengatasi Misinformasi sebagai Hambatan Utama Adopsi EV
Kekhawatiran publik mengenai risiko kebakaran ternyata menjadi salah satu penghalang terbesar dalam adopsi kendaraan listrik. Hal ini diperkuat oleh hasil Survei Global EV Aliance (GEVA) 2025 yang dirilis pada November 2025.
Survei yang melibatkan 26.071 pengemudi EV di 30 negara tersebut menemukan fakta mengejutkan. Sebanyak 77 persen responden menilai hambatan terbesar adopsi EV bukanlah masalah harga atau teknologi, melainkan mitos dan kekhawatiran yang terus beredar di ruang publik, termasuk isu kebakaran.
Data GEVA ini secara tegas menunjukkan bahwa misinformasi memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada kendala teknis atau finansial. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah yang didukung oleh pengalaman nyata pengguna adalah kunci utama untuk mengatasi persepsi negatif tersebut.
Dalam melawan arus misinformasi, suara dari pengguna kendaraan listrik seringkali terbukti lebih efektif dan dipercaya dibandingkan kampanye yang digalakkan oleh pemerintah. Kolaborasi antara KOLEKSI, PLN, dan regulator menjadi esensial untuk membangun kepercayaan publik melalui edukasi yang akurat dan implementasi standar keamanan kendaraan listrik yang ketat.