Neta Setop Produksi Mobil di Indonesia, Imbas Restrukturisasi Hozon
Uptodai.com - Kabar terbaru datang dari segmen kendaraan listrik nasional. Pabrikan asal China, Neta, dikonfirmasi telah Neta Setop Produksi Mobil di Indonesia. Penghentian perakitan ini ternyata sudah berlangsung sejak enam bulan silam, menghentikan sementara rencana produksi lokal yang sempat digembar-gemborkan.
Situasi ini muncul seiring dengan adanya restrukturisasi besar-besaran pada perusahaan induk Neta, yakni Hozon Auto, di China. Meskipun kegiatan operasional bisnis di Indonesia sempat terhenti sementara, Neta memastikan bahwa ini adalah bagian dari penyesuaian strategis global yang bertujuan untuk memastikan keberlanjutan bisnis mereka di pasar Tanah Air.
Lini Produksi Neta di Bekasi Berhenti Sementara
Penghentian aktivitas perakitan Neta di Indonesia dikonfirmasi langsung oleh mitra lokal mereka, PT Handal Indonesia Motor (HIM). HIM merupakan pihak yang digandeng Neta untuk melakukan perakitan secara Completely Knocked Down (CKD) di pabrik Pondok Ungu, Bekasi.
Wakil Presiden Komisaris PT Handal Indonesia Motor (HIM), Jongkie D. Sugiarto, menjelaskan bahwa lini produksi Neta telah berhenti beroperasi. “Saat ini (lini produksi Neta) berhenti. Berhentinya sudah lama, enam bulan yang lalu. Sementara,” ungkap Jongkie kepada media di Jakarta (23/1/2026).
Padahal, perakitan lokal mobil listrik Neta di Handal baru dimulai pada kuartal kedua tahun 2024. Dua model yang diproduksi secara CKD di fasilitas tersebut adalah Neta V-II dan Neta X. Keputusan mendadak ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai strategi jangka panjang Neta di tengah persaingan mobil listrik yang semakin ketat.
Meskipun demikian, Jongkie memastikan bahwa ketersediaan material dan unit jadi masih aman. “Bahan baku masih ada, terus mobil jadinya juga masih ada di tempat kita. Tapi saya nggak tahu kenapa, karena APM-nya bukan saya,” sambung Jongkie, menekankan bahwa keputusan operasional berada di tangan Agen Pemegang Merek (APM) Neta.
Dampak Restrukturisasi Hozon Auto
Penghentian produksi ini merupakan imbas langsung dari proses restrukturisasi yang sedang dijalani oleh Hozon Auto, perusahaan induk Neta. Pihak Neta Indonesia menyatakan bahwa proses restrukturisasi tersebut berjalan dengan lancar dan tertib sesuai dengan peraturan yang berlaku di China.
Hozon Auto diharapkan dapat menyelesaikan seluruh proses restrukturisasi pada pertengahan tahun 2026. Setelah proses ini rampung, Neta Indonesia berjanji akan kembali melayani konsumen Indonesia dengan tampilan dan strategi yang baru. Penyesuaian ini dipandang sebagai langkah penting untuk memperkuat fondasi bisnis global mereka.
Neta Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus fokus pada penguatan kehadirannya di pasar otomotif nasional. Meskipun demikian, mereka mengakui bahwa akan ada beberapa penyesuaian signifikan yang harus dilakukan pada jaringan dealer dan lini produk sepanjang tahun 2026.
“Kami dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan kepada sebagian pemilik mobil,” tulis Neta dalam pernyataan resmi. Permintaan maaf ini menunjukkan adanya dampak langsung penyesuaian operasional terhadap layanan konsumen.
Jaminan Layanan Purna Jual dan Suku Cadang
Untuk menjaga kepercayaan konsumen di tengah masa transisi ini, Neta Indonesia memberikan jaminan penuh terhadap layanan purna jual. Mereka menjamin bahwa stok suku cadang akan tetap tersedia dalam jumlah yang cukup dan tidak akan ada penyesuaian harga.
Selain itu, Neta memastikan bahwa semua kebijakan garansi yang telah diberikan kepada pemilik mobil akan terus dipenuhi tanpa terkecuali. Jaminan ini sangat krusial untuk mempertahankan loyalitas pelanggan di saat ketidakpastian operasional terjadi.
Berdasarkan situasi jaringan dealer saat ini, Neta juga memperbarui daftar outlet layanan purna jual resmi mereka. Hal ini dilakukan untuk memastikan konsumen tetap mendapatkan akses perawatan dan perbaikan yang dibutuhkan.
Beberapa outlet layanan purna jual yang diperbaharui mencakup Otoklix, yang memiliki cakupan di semua kota di Indonesia, serta ANMA Mobil yang berlokasi di Jl. KH. Hasyim Ashari, Tangerang. Neta menyatakan bahwa jumlah titik layanan ini akan terus bertambah di masa mendatang seiring dengan normalisasi bisnis.