Uptodai.com - Pabrik kendaraan listrik VKTR resmi memulai operasionalnya untuk memperkuat ambisi Indonesia dalam memimpin pasar transportasi ramah lingkungan di kawasan Asia Tenggara. Presiden Prabowo Subianto menghadiri langsung peresmian fasilitas manufaktur ini pada Kamis (9/4/2026) sebagai bentuk dukungan nyata terhadap hilirisasi industri. Langkah strategis ini diharapkan mampu mempercepat transisi energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan berbahan bakar fosil.

Dalam sambutannya, Prabowo memberikan apresiasi tinggi atas komitmen VKTR yang sejalan dengan upaya percepatan industrialisasi nasional. Beliau menegaskan bahwa penguasaan teknologi dalam negeri menjadi kunci utama agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk asing. Pemerintah terus mendorong sektor swasta untuk berani berinvestasi pada teknologi masa depan yang berkelanjutan.

Presiden mengaku bangga karena Indonesia kini memiliki kemampuan mandiri untuk memproduksi bus dan truk listrik dalam skala besar. Berdasarkan laporan yang diterima, fasilitas ini mampu memproduksi hingga 10.000 unit bus listrik per tahun. Capaian ini menjadi tonggak sejarah baru bagi industri otomotif Indonesia di kancah global.

Kepemilikan dan Transformasi Bisnis Grup Bakrie

Entitas di balik proyek ambisius ini adalah PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, yang merupakan bagian dari konglomerasi besar Grup Bakrie. Melalui PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), grup ini memegang kepemilikan saham sebesar 24,40 persen. Selain itu, PT Bakrie Steel Industries juga tercatat menggenggam saham sebesar 14,42 persen di dalam perusahaan tersebut.

Perjalanan VKTR menjadi pemain utama kendaraan listrik bermula dari PT Bakrie Steel Industries yang berdiri sejak tahun 2007. Awalnya, perusahaan ini hanya berfokus pada distribusi kendaraan komersial dan komponen logam untuk kebutuhan industri. Namun, manajemen melihat peluang besar pada sektor energi hijau dan memutuskan untuk melakukan transformasi besar-besaran.

Pada Maret 2022, perusahaan resmi bertransformasi menjadi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk dengan fokus pada manufaktur kendaraan listrik. Perusahaan kemudian memperkuat struktur permodalannya dengan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Juni 2023. Langkah IPO ini menjadi momentum bagi VKTR untuk memperluas jangkauan bisnisnya di sektor transportasi publik elektrik.

Kapasitas Produksi dan Kandungan Lokal

Fasilitas produksi yang berlokasi di Jawa Barat ini memiliki kapasitas awal sekitar 3.000 unit bus dan truk listrik setiap tahunnya. Manajemen optimis dapat meningkatkan angka tersebut hingga mencapai 10.000 unit seiring dengan meningkatnya permintaan pasar. Ekspansi operasional akan terus dilakukan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan transportasi massal di berbagai kota besar.

Salah satu aspek yang paling membanggakan adalah Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang sudah mencapai angka 40 persen. Hal ini membuktikan bahwa rantai pasok lokal mulai terlibat aktif dalam proses perakitan kendaraan berteknologi tinggi. Fasilitas produksi bus listrik Bakrie ini berkomitmen untuk terus meningkatkan serapan komponen lokal di masa mendatang.

Komisaris Utama VKTR, Anindya Novyan Bakrie, menyatakan bahwa pemilihan segmen bus dan truk memiliki alasan strategis yang kuat. Menurutnya, kendaraan komersial merupakan tulang punggung mobilitas publik yang mampu memberikan dampak lingkungan secara signifikan. Meskipun pasar motor listrik lebih besar secara volume, bus listrik justru lebih efektif dalam membangun ekosistem industri yang kokoh.

Mendorong Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Kehadiran pabrik ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional yang lebih terintegrasi. Dengan memproduksi kendaraan komersial, VKTR membantu pemerintah daerah dalam meremajakan armada transportasi publik menjadi lebih bersih. Investasi ini juga menciptakan lapangan kerja baru bagi tenaga kerja ahli di bidang otomotif dan kelistrikan.

Selain fokus pada perakitan, VKTR juga mengembangkan bisnis perdagangan suku cadang kendaraan listrik melalui skema Original Equipment Manufacturer (OEM). Hal ini memastikan ketersediaan komponen pendukung bagi konsumen yang telah beralih ke kendaraan listrik. Sinergi antara manufaktur dan layanan purna jual menjadi kunci keberlanjutan bisnis transportasi hijau ini.

Pemerintah berharap langkah yang diambil oleh Grup Bakrie dapat menginspirasi pelaku industri lain untuk terjun ke sektor energi terbarukan. Dukungan regulasi dan insentif pajak terus disiapkan agar iklim investasi di sektor otomotif listrik semakin menarik. Indonesia kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi pemain kunci dalam rantai pasok kendaraan listrik dunia.