Uptodai.com - Ruas Tol Cipularang sering menjadi sorotan publik akibat tingginya frekuensi insiden kecelakaan lalu lintas. Merespons kondisi ini, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengambil langkah proaktif untuk meningkatkan standar layanan dan penanganan darurat.

Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui peresmian Perluasan Pool Barang Bukti Tol Cipularang sekaligus perluasan Kantor Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Zebra 006. Fasilitas baru ini berlokasi strategis di samping Gerbang Tol Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, menjadikannya titik pusat penanganan insiden di ruas tol krusial tersebut.

Menguatkan Kolaborasi dan Keamanan di Jalur Vital

Fasilitas yang kerap dijuluki sebagai “kuburan kendaraan” bekas kecelakaan ini disiapkan untuk mendukung penanganan kecelakaan lalu lintas, pengamanan barang bukti, serta percepatan evakuasi kendaraan. Kehadiran fasilitas ini sangat penting mengingat Tol Cipularang merupakan jalur distribusi utama yang menghubungkan Jakarta dan Bandung.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa perluasan Kantor Induk PJR Jatiluhur memiliki makna strategis. Ini merupakan bentuk penguatan kolaborasi yang solid antara Jasa Marga, Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan para pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga keamanan jalan tol.

“Melalui kolaborasi ini, kami memastikan seluruh ruas tol yang dikelola Jasa Marga Group menghadirkan rasa aman, nyaman, dan berkeselamatan. Pengelolaan pool derek dan barang bukti ini diharapkan menjadi contoh praktik layanan yang responsif dan terintegrasi,” ujar Rivan dalam keterangannya.

Kapasitas Penyimpanan Barang Bukti Jauh Lebih Besar

Pool Barang Bukti Kecelakaan dan derek Jatiluhur dibangun di atas lahan yang jauh lebih luas dari sebelumnya. Area baru ini mencakup sekitar 1.878 meter persegi, dirancang khusus untuk menampung volume kendaraan bekas kecelakaan yang tinggi.

Secara kapasitas, area penyimpanan ini mampu menampung hingga 20 unit kendaraan besar atau 40 sampai 50 unit kendaraan kecil. Peningkatan kapasitas ini sangat vital untuk memastikan barang bukti kecelakaan tidak tercecer dan dapat diamankan secara maksimal.

Integrasi Teknologi untuk Akuntabilitas

Jasa Marga juga melengkapi area penyimpanan ini dengan sistem keamanan dan pendataan modern. Seluruh area Pool Barang Bukti diawasi 24 jam penuh melalui kamera pengawas (CCTV) yang terintegrasi dengan pusat komando.

Selain itu, sistem pendataan kendaraan kini berbasis *barcode* dan digital. Metode ini memungkinkan pencatatan barang bukti dilakukan secara digital dan *real time*, sehingga menjamin akuntabilitas dan meminimalkan risiko kehilangan barang bukti.

Pusat Komando PJR Dilengkapi EV Charging Station

Sementara itu, Kantor PJR Jatiluhur yang diperluas juga berfungsi sebagai pusat koordinasi petugas PJR dan derek dalam pengamanan lalu lintas. Kantor ini memiliki luas sekitar 189 meter persegi yang mencakup area kantor, ruang istirahat, dan parkir petugas.

Fasilitas pendukung yang disediakan juga mengikuti perkembangan zaman. Kantor PJR Jatiluhur kini dilengkapi dengan *EV Charging Station* yang memiliki kapasitas pengisian daya untuk hingga lima kendaraan listrik. Ini menunjukkan kesiapan Jasa Marga dalam mendukung transisi menuju kendaraan energi baru.

Selain pengembangan infrastruktur fisik, Jasa Marga juga mendorong pemanfaatan aplikasi Travoy. Khususnya untuk layanan derek dan *towing*, aplikasi ini bertujuan agar mobilisasi kendaraan yang terlibat insiden dapat dilakukan lebih cepat dan efisien, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas di Tol Cipularang.