Uptodai.com - Aprilia Racing secara resmi memperkenalkan wajah baru mereka untuk kompetisi MotoGP 2026. Peluncuran ambisius ini dilakukan di studio Sky Sport Milan, Italia, pada Kamis, 15 Januari 2026, menandai dimulainya era baru bagi tim pabrikan asal Noale tersebut.

Tampilan motor Aprilia RS-GP terbaru, termasuk wearpack balap yang akan dikenakan oleh duet pembalap mereka, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, terlihat sangat berbeda dan penuh filosofi. Perubahan ini mencerminkan kesadaran penuh tim tentang posisi mereka di grid dan tujuan yang ingin dicapai pada musim mendatang.

Perubahan Aprilia Racing MotoGP 2026: Livery yang Lebih Agresif

Aprilia Racing menjadi tim pabrikan ketiga yang merilis tampilan barunya, mengikuti jejak Pramac Racing yang mempertahankan corak ungu khas, serta Pertamina VR46 Racing dengan kombinasi kuning stabilo dan hitam. Namun, ubahan yang diterapkan pada Aprilia RS-GP 2026 jauh lebih berani dan detail.

Livery RS-GP kini menampilkan striping minimalis yang memadukan warna merah dan ungu, meninggalkan dominasi garis merah yang digunakan pada musim sebelumnya. Aksen serat karbon (carbon) yang terekspos semakin menonjol di bagian tameng dan fairing, memberikan kesan teknologi tinggi dan agresif.

Beberapa sponsor utama terlihat jelas menempel pada bodi motor, termasuk Sterilgarda, Castrol, dan Green Power sebagai mitra terbaru. Secara artistik, huruf ‘A’ pada fairing kini didesain dengan gradasi visual yang menyerupai wajah singa, melambangkan kekuatan dan kecepatan yang diusung Aprilia.

Duet Kontras dan Pertarungan Sponsor Energi

Kombinasi warna baru pada motor tersebut juga diaplikasikan pada wearpack balap yang dikenakan oleh Jorge Martin dan Marco Bezzecchi. Meskipun memiliki corak seragam, terdapat perbedaan krusial yang menempel pada baju balap kedua bintang baru Aprilia ini.

Bezzecchi, sebagai jebolan VR46 Academy, tetap menampilkan logo akademi milik Valentino Rossi tersebut pada baju balapnya. Selain itu, Aprilia Racing kini menjadi satu-satunya tim pabrikan di paddock yang berhasil mempertahankan dua merek minuman berenergi raksasa dalam satu garasi.

Jorge Martin, yang dikenal sebagai ‘Martinator’, membawa serta sponsor Red Bull, sementara Bezzecchi tetap setia dengan Monster Energy, merek yang identik dengan mentornya, Rossi. Situasi unik ini menambah bumbu persaingan internal yang menarik untuk disaksikan sepanjang musim.

Ambisi Rivola Setelah Musim 2025 yang Solid

Musim 2025 menjadi penanda peningkatan performa Aprilia Racing yang sangat signifikan. Mereka berhasil mengakhiri musim sebagai runner-up konstruktor, mengumpulkan total 418 poin. Poin tersebut didapatkan dari kontribusi tim pabrikan dan tim satelit mereka, Trackhouse.

Marco Bezzecchi menjadi salah satu bintang yang paling bersinar pada musim lalu. Ia berhasil meraih posisi ketiga di klasemen akhir MotoGP 2025 dengan 353 poin, berkat tiga kemenangan dan sembilan kali naik podium. Pencapaian ini jauh melampaui ekspektasi banyak pihak.

Sebaliknya, musim 2025 menjadi periode yang sangat berat bagi Jorge Martin, sang juara dunia 2024. Martin hanya mampu mengantongi 34 poin dan finis di peringkat ke-21 tanpa satu pun podium, baik dalam balapan utama maupun sprint race. Kepindahannya ke Aprilia setelah pengalaman sulit di tim sebelumnya diharapkan mampu membangkitkan kembali performanya.

Chief Executive Officer Aprilia Racing, Massimo Rivola, menegaskan bahwa timnya siap menghadapi tantangan baru. “Kami berangkat dari tahun 2025 yang solid yang memungkinkan kami mencapai tingkat daya saing yang sangat tinggi,” ujar Rivola, dikutip dari Crash.net.

Rivola menambahkan bahwa tujuan utama tim saat ini sangat jelas, yaitu berjuang untuk kemenangan di setiap balapan yang tersaji. Dengan Perubahan Aprilia Racing MotoGP 2026 yang meliputi komposisi pembalap dan motor yang lebih matang, mereka menargetkan gelar juara dunia konstruktor dan pembalap.