Terkuak! Proyek Mobil Nasional TMI Pindad, Ini Garis Hubungannya
Uptodai.com - Pemerintah Indonesia kembali menggenjot inisiasi Proyek Mobil Nasional TMI Pindad. Dua entitas strategis, PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) dan PT Pindad (Persero), kini menjadi sorotan utama dalam upaya mewujudkan kendaraan asli buatan dalam negeri.
Proyek ambisius ini berfokus pada pengembangan kendaraan listrik yang sepenuhnya mengandalkan Kekayaan Intelektual (IP) lokal. Kolaborasi ini menjadi kunci penting setelah Presiden RI, Prabowo Subianto, secara langsung meminta kedua perusahaan tersebut untuk bersinergi.
Peran Kunci TMI dan Konsep I2C
PT TMI merupakan perusahaan yang pertama kali menginisiasi konsep Indigenous Indonesian Car (I2C). Konsep I2C ini digadang-gadang sebagai cikal bakal kendaraan listrik murni yang hak kekayaan intelektualnya dimiliki penuh oleh bangsa Indonesia.
Harsusanto, Presiden Direktur PT TMI, menyebutkan bahwa target produksi massal I2C diproyeksikan mulai tahun 2027 atau 2028. Kehadiran TMI dalam proyek ini menunjukkan bahwa pengembangan mobil nasional kini berakar kuat pada sektor pertahanan dan teknologi.
Mandat Presiden dan Pentingnya IPR
Presiden RI, Prabowo Subianto, secara langsung memberikan mandat kepada TMI untuk berkoordinasi erat dengan Pindad. Permintaan ini bertujuan mempercepat proses Proyek Mobil Nasional TMI Pindad agar visi kendaraan listrik lokal segera terwujud.
Menurut Harsusanto, inti dari proyek mobil nasional adalah kepemilikan Intellectual Property Rights (IPR). IPR ini adalah jaminan kedaulatan teknologi yang tidak bisa didikte oleh pihak asing.
“Orang boleh mengeklaim saya membuat mobil nasional, tetapi IPR-nya bagaimana? Kalau IPR itu sudah di tangan kita, di tangan bangsa Indonesia, tidak ada seorang pun bangsa lain yang akan bisa mendikte kita,” tegas Harsusanto. Prinsip ini memastikan bahwa desain, teknologi, dan rantai pasok inti kendaraan tidak bergantung pada lisensi atau teknologi asing.
Garis Hubungan Institusi TMI dan Pindad
Meskipun mendapat mandat untuk bekerja sama, secara institusional, TMI dan Pindad sebenarnya tidak memiliki hubungan struktural langsung. PT TMI berada di bawah naungan Kementerian Pertahanan, tepatnya di bawah Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan (YPP SDP).
Sementara itu, PT Pindad merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang fokus pada industri pertahanan. Harsusanto menjelaskan bahwa meskipun terpisah secara organisasi, kedua perusahaan tersebut memiliki visi dan tujuan yang selaras.
Keduanya berkomitmen penuh untuk mendukung program pemerintah dalam menciptakan kemandirian industri otomotif nasional. Koordinasi intensif telah dilakukan, termasuk pertemuan untuk membahas konsep teknis kendaraan listrik I2C dan pembagian peran manufaktur.
Kontribusi Pindad dan Pengalaman Manufaktur
Pindad membawa ke meja kolaborasi pengalaman panjang dalam perakitan dan desain kendaraan. Mereka telah sukses memproduksi berbagai kendaraan taktis (Rantis) dengan desain yang dikembangkan sendiri.
Salah satu produk Pindad yang paling dikenal luas adalah kendaraan taktis Maung. Kapabilitas manufaktur Pindad ini menjadi aset penting dalam mewujudkan produksi massal I2C, terutama dalam hal rekayasa dan kualitas produksi.
Bahkan, Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan kepercayaan terhadap produk Pindad dengan menggunakan Maung Garuda Limousine sebagai kendaraan dinasnya. Sinergi antara IPR TMI dan kapasitas produksi Pindad diharapkan mampu mengakselerasi realisasi kendaraan listrik asli Indonesia tersebut.