Uptodai.com - Mencari tahu tips membeli mobil listrik bekas menjadi hal krusial bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan dengan anggaran terbatas. Saat ini, harga unit seken di pasaran mulai mengalami penyesuaian yang cukup signifikan sehingga menarik minat banyak pembeli harian. Kendati demikian, calon konsumen wajib memahami bahwa pasar kendaraan listrik (EV) bekas memiliki karakteristik yang sangat berbeda dibanding mobil konvensional.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Bekas Indonesia (AMBI), Ricky Prawiro, menyoroti betapa pesatnya perkembangan teknologi EV saat ini. Menurutnya, laju inovasi pada kendaraan setrum ini bergerak sangat cepat, bahkan menyerupai siklus pembaruan pada perangkat ponsel pintar. Hal ini menyebabkan nilai penyusutan atau depresiasi harga sebuah mobil listrik bisa terjadi jauh lebih cepat dibandingkan mobil bermesin bensin.

Pentingnya Memeriksa Kesehatan Baterai EV

Sebagai informasi tambahan, salah satu komponen paling vital yang menentukan nilai jual EV bekas adalah kondisi kesehatan baterai (State of Health/SoH). Penurunan kapasitas baterai seiring pemakaian tidak hanya mengurangi jarak tempuh kendaraan, tetapi juga membutuhkan biaya penggantian yang sangat mahal. Oleh sebab itu, konsumen disarankan untuk selalu melakukan diagnostic test di bengkel resmi guna memastikan sisa masa garansi baterai masih berlaku.

Ricky mencontohkan lompatan teknologi yang sangat kontras antara Hyundai IONIQ generasi awal dengan model-model terbaru yang mengaspal saat ini. Perbedaan tersebut mencakup kapasitas penyimpanan daya baterai, efisiensi motor listrik, hingga kecanggihan fitur keselamatan aktif. Kesenjangan teknologi yang masif ini membuat model EV keluaran beberapa tahun lalu terasa cepat tertinggal zaman.

Pertimbangkan Infrastruktur Pengisian Daya

Selain masalah teknologi, ketersediaan infrastruktur pengisian daya mandiri di rumah juga harus menjadi bahan pertimbangan sebelum bertransaksi. Membeli mobil listrik tanpa kesiapan instalasi wall charger pribadi justru akan menyulitkan mobilitas harian Anda di kemudian hari. Terlebih lagi, pasar otomotif tanah air kini semakin ramai dengan kehadiran berbagai merek EV baru asal Tiongkok yang menawarkan harga sangat kompetitif.

Melihat dinamika tersebut, pihak AMBI menyarankan konsumen yang memiliki dana cukup untuk lebih memilih membeli unit mobil listrik dalam kondisi baru. Membeli unit baru dinilai lebih aman karena konsumen mendapatkan jaminan garansi penuh serta masa pakai yang lebih panjang hingga habis masanya. Namun, jika opsi mobil bekas tetap dipilih, pastikan untuk memeriksa riwayat servis secara menyeluruh dan tidak tergiur hanya karena harga murah.