Uptodai.com - Timnas Futsal Indonesia berhasil mencetak sejarah gemilang. Setelah melalui pertarungan sengit yang penuh drama hingga babak tambahan waktu, Timnas Futsal Indonesia lolos final Piala Asia dengan menumbangkan rival berat mereka, Jepang, dengan skor akhir 5-3.

Kemenangan heroik ini tidak hanya mengamankan satu tempat di babak puncak turnamen regional, tetapi juga menjadi bukti nyata peningkatan kualitas dan mentalitas skuad Garuda. Pertandingan semifinal ini menyuguhkan aksi saling balas gol yang membuat para penonton tegang dari menit awal hingga peluit panjang dibunyikan.

Babak Pertama: Samuel Eko Memecah Kebuntuan

Sejak peluit awal dibunyikan, Timnas Futsal Indonesia langsung menerapkan tekanan tinggi. Upaya menekan tersebut menghasilkan beberapa peluang emas, termasuk dari Israr Megantara dan Firman Adriansyah, meskipun tembakan mereka masih belum mampu menembus jala lawan.

Kebuntuan akhirnya terpecahkan pada menit ke-12. Bintang Indonesia, Samuel Eko, menunjukkan kualitasnya dengan melepaskan tembakan kaki kiri keras dari luar area penalti yang gagal diantisipasi kiper Jepang.

Gol tersebut sempat diwarnai drama karena wasit Fahad Badir harus meninjau ulang melalui VAR, menyusul dugaan pelanggaran terhadap pemain Jepang, Tabuchi. Namun, setelah peninjauan, gol Samuel Eko tetap disahkan, membuat Indonesia unggul 1-0.

Drama Babak Kedua dan Taktik Power Play Jepang

Memasuki babak kedua, Indonesia berhasil menggandakan keunggulan. Pada menit ke-23, kesalahan antisipasi yang dilakukan oleh Takehiro Motoishi di area pertahanan berbuah gol bunuh diri, membuat skor berubah menjadi 2-0 untuk Tim Garuda.

Di tengah dominasi Indonesia, kiper Habiebie tampil sangat memukau. Ia berkali-kali melakukan penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan tembakan jarak jauh pemain Jepang, memastikan gawang Indonesia tetap aman.

Namun, Jepang tidak menyerah. Mereka berhasil memperkecil kedudukan menjadi 1-2 pada menit ke-31 melalui tembakan Motoishi yang sempat membentur kaki Habiebie sebelum masuk ke gawang. Momentum berbalik sepenuhnya ketika kapten Jepang, Kazuya Shimizu, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-35.

Firman Adriansyah dan Penalti Krusial

Timnas Futsal Indonesia kembali memimpin di menit-menit akhir babak kedua. Umpan matang dari Samuel Eko berhasil dikonversi menjadi gol oleh Firman Adriansyah, yang melepaskan tembakan keras dan mengubah skor menjadi 3-2.

Tertinggal satu angka, Jepang langsung menerapkan strategi power play. Strategi ini membuahkan hasil di menit ke-39, ketika tembakan pemain Jepang dihalau oleh Mochammad Iqbal menggunakan lengannya di dalam kotak penalti, yang berujung pada hadiah penalti.

Shimizu kembali maju sebagai algojo dan sukses menjalankan tugasnya, membuat skor kembali imbang 3-3. Skor ini bertahan hingga waktu normal usai, memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.

Babak Tambahan: Kunci Kemenangan Timnas Futsal Indonesia

Memasuki babak tambahan, intensitas pertandingan semakin tinggi. Timnas Futsal Indonesia menunjukkan ketenangan mental yang luar biasa, memanfaatkan celah dari kesalahan pemain Jepang.

Pada menit ke-44, kesalahan operan pemain Jepang dimanfaatkan sempurna oleh Reza Gunawan. Ia melepaskan tembakan keras yang berhasil membobol gawang Tabuchi, membawa Indonesia unggul 4-3.

Jepang kembali mencoba strategi power play untuk mengejar ketertinggalan. Namun, taktik ini justru menjadi bumerang. Dewa Rizki berhasil mencetak gol kelima bagi Indonesia dari jarak jauh, memanfaatkan gawang Jepang yang kosong. Skor berubah menjadi 5-3.

Meskipun Jepang sempat mendapatkan hadiah penalti lagi di menit ke-49 setelah Habiebie melanggar Motoishi, Shimizu kali ini gagal menuntaskan tugasnya. Tembakannya melambung di atas mistar gawang, memastikan kemenangan dramatis bagi skuad Merah Putih.

Kemenangan 5-3 atas Jepang ini memastikan langkah bersejarah Timnas Futsal Indonesia lolos final Piala Asia. Mereka kini menantikan lawan tanding mereka di babak puncak, siap memperebutkan gelar juara Asia untuk pertama kalinya.