Uptodai.com - Perlombaan senjata global kini memasuki babak baru, di mana kekuatan militer diukur bukan lagi dari jumlah hulu ledak nuklir, melainkan dari kemampuan melumpuhkan sistem vital musuh secara elektronik. China baru-baru ini dilaporkan telah mencapai terobosan signifikan dalam pengembangan senjata gelombang mikro China (HPM) yang sangat canggih.

Teknologi baru ini berpotensi besar untuk mengganggu jaringan satelit orbit rendah Bumi, seperti konstelasi Starlink milik SpaceX. Apabila benar-benar dioperasikan secara masif, kemampuan ini akan menempatkan Beijing jauh di depan Washington dan Moskow dalam persaingan dominasi militer di luar angkasa.

Klaim mengejutkan ini berasal dari studi yang dilakukan oleh para ilmuwan di Institut Teknologi Nuklir Barat Laut (NINT). Lembaga riset yang berbasis di Xi’an tersebut diketahui memiliki afiliasi erat dengan militer China.

Terobosan Senjata Gelombang Mikro China: TPG1000Cs

Para peneliti NINT mengklaim bahwa mereka telah berhasil menciptakan penggerak pulsa terkecil di dunia yang dirancang khusus untuk senjata gelombang mikro berdaya tinggi (HPM). Perangkat inovatif ini diberi nama TPG1000Cs.

TPG1000Cs memiliki dimensi yang luar biasa ringkas untuk kelasnya. Dengan panjang sekitar empat meter dan bobot kurang lebih lima ton, ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan sistem HPM sejenis yang pernah dikembangkan sebelumnya.

Ukuran yang ringkas ini menjadi keunggulan strategis karena memudahkan integrasi TPG1000Cs ke dalam platform senjata yang lebih kecil dan lebih mobil. Ini memungkinkan senjata tersebut dipasang pada kendaraan darat, kapal, atau bahkan wahana antariksa.

Dalam laporan studi yang dikutip oleh Euro News, sistem ini menunjukkan kinerja yang sangat stabil. TPG1000Cs mampu beroperasi secara terus-menerus selama durasi satu menit penuh, mengakumulasikan sekitar 200.000 pulsa dengan konsistensi yang tinggi.

Sebagai perbandingan, sistem HPM yang telah dikenal selama ini umumnya hanya mampu beroperasi selama beberapa detik saja. Selain itu, sistem lama tersebut berukuran masif, menjadikannya kurang praktis untuk skenario penggunaan militer yang memerlukan kecepatan dan mobilitas tinggi.

Kekuatan Pulsa yang Melumpuhkan Jaringan Satelit

Kemampuan daya TPG1000Cs juga mencengangkan. Studi tersebut mengungkapkan bahwa perangkat ini mampu menghasilkan pulsa listrik hingga 20 gigawatt (GW). Angka ini sangat signifikan dalam konteks peperangan elektronik.

Para ahli di bidang ini menyebutkan bahwa daya sekitar 1 gigawatt saja sudah cukup bagi senjata gelombang mikro berbasis darat untuk berpotensi mengganggu jaringan satelit orbit rendah. Dengan kemampuan 20 GW, TPG1000Cs memiliki daya gempur elektronik yang jauh melampaui ambang batas tersebut.

Teknologi HPM bekerja dengan cara menyimpan energi listrik dalam jumlah besar, kemudian melepaskannya dalam semburan singkat namun sangat kuat. Denyut elektromagnetik ini menghasilkan radiasi gelombang mikro yang ditargetkan untuk melumpuhkan atau merusak perangkat elektronik sensitif, seperti yang ada di dalam satelit.

Mengapa Senjata Gelombang Mikro Anti-Satelit Jadi Pilihan Utama?

Amerika Serikat, Rusia, dan China telah lama menjajaki pengembangan teknologi gelombang mikro berdaya tinggi sebagai senjata anti-satelit. Fokus utama pada teknologi non-kinetik ini didorong oleh pertimbangan risiko besar yang ditimbulkan oleh serangan konvensional.

Penghancuran satelit menggunakan rudal atau senjata fisik akan menciptakan awan puing-puing yang bergerak cepat di orbit Bumi. Fenomena ini dikenal sebagai Kessler Syndrome, di mana puing-puing tersebut dapat memicu tabrakan berantai yang membahayakan seluruh wahana antariksa lain, termasuk milik negara penyerang.

Sebaliknya, senjata gelombang mikro secara teoritis mampu melumpuhkan sistem elektronik satelit tanpa menghasilkan puing signifikan. Serangan ini bersifat ‘lunak’, yaitu menargetkan fungsi komunikasi dan kontrol satelit, bukan struktur fisiknya.

Satelit-satelit orbit rendah, seperti Starlink yang digunakan secara luas oleh militer AS untuk komunikasi dan navigasi, sangat rentan terhadap serangan HPM. Jika jaringan ini terganggu, kemampuan komunikasi dan pengintaian Amerika Serikat dapat lumpuh secara strategis, bahkan tanpa satu pun rudal yang ditembakkan.

Pengembangan TPG1000Cs oleh China ini menggarisbawahi pergeseran fokus dalam doktrin militer global. Pertempuran masa depan bukan hanya dimenangkan di darat atau udara, tetapi di spektrum elektromagnetik dan luar angkasa, di mana kemampuan untuk mematikan mata dan telinga musuh menjadi kunci utama kemenangan.