Uptodai.com - Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, memberikan respons tegas terkait manuver politik yang dilakukan oleh Partai Amanat Nasional (PAN). Pernyataan PAN dukung Prabowo 2029 untuk kembali maju dalam pemilihan presiden mendapat sorotan tajam dari kubu Banteng.

Andreas menekankan bahwa pembicaraan mengenai kontestasi Pilpres 2029 masih terlalu dini dan jauh dari prioritas partai saat ini. Menurutnya, fokus seharusnya diarahkan pada penyelesaian masalah mendesak yang dihadapi rakyat, bukan pada urusan elite politik yang terlalu dini.

Pilpres 2029 Masih Jauh, Rakyat Butuh Solusi Nyata

“Pilpres masih sangat jauh,” ujar Andreas kepada awak media, Minggu (8/2/2026). Ia menambahkan, masyarakat akan merasa jenuh apabila para elite politik terus menerus hanya membicarakan suksesi dari satu pemilihan ke pemilihan berikutnya.

PDI Perjuangan, jelas Andreas, kini tengah memusatkan perhatian penuh pada program-program kerakyatan yang menyentuh langsung kesulitan masyarakat. Tantangan yang dihadapi bangsa ini sangat kompleks, dan isu politik elektoral lima tahun ke depan dianggap sebagai distraksi.

Tantangan tersebut mencakup lonjakan harga bahan kebutuhan pokok yang membuat masyarakat menjerit, hingga penurunan drastis daya beli. Selain itu, masalah bencana ekologi yang beruntun di berbagai daerah juga menuntut perhatian serius dari seluruh pihak. Andreas juga menyoroti maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di berbagai perusahaan akibat hengkang ke negara lain.

“PDI Perjuangan fokus pada program-program kerakyatan, membantu rakyat menghadapi berbagai tantangan; mulai dari PHK yang marak hingga daya beli masyarakat yang semakin menurun,” tegasnya, menegaskan bahwa ini adalah waktu untuk bekerja, bukan berpolitik.

Kontras Sikap Soal Dukungan PAN dukung Prabowo 2029

Pernyataan yang memicu reaksi PDIP ini sebelumnya dilontarkan oleh Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno. Eddy memastikan bahwa partainya memiliki komitmen kuat untuk kembali mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2029 mendatang.

Namun, ia memberi catatan penting bahwa paket pasangan calon wakil presiden (cawapres) akan sangat bergantung pada dinamika politik dan simbiosis kerja sama yang terjalin. Eddy menyebut dukungan untuk Prabowo belum tentu sepaket dengan Gibran Rakabuming Raka.

Eddy Soeparno bahkan mengklaim bahwa PAN merupakan satu-satunya partai di luar Gerindra yang konsisten memberikan dukungan kepada Prabowo dalam tiga kali pemilihan presiden. Konsistensi ini menjadi modal utama mereka dalam menentukan sikap politik di masa depan.

Saat ditanya mengenai sosok pendamping Prabowo, Eddy secara terbuka mendorong Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), untuk maju sebagai calon wakil presiden. Dorongan ini didasarkan pada peluang parpol untuk mengajukan kader terbaik mereka, terutama jika regulasi ambang batas pencalonan (presidential threshold) berubah.

“Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulhas mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029, tentu,” ujar Eddy. Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun komitmen kepada Prabowo sudah pasti, komposisi pasangan masih menjadi area negosiasi terbuka bagi PAN.

Meskipun demikian, PDIP tetap bersikukuh bahwa isu elektoral lima tahun ke depan harus dikesampingkan sementara. Mereka berpendapat bahwa stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat adalah hal yang paling utama untuk diperjuangkan saat ini, bukan sekadar memikirkan siapa yang akan berkuasa selanjutnya.