Geger! Bithumb Transfer Bitcoin Rp 672 T ke Nasabah, Ini Dampaknya
Uptodai.com - Pasar kripto global sempat dikejutkan oleh kejadian langka ketika bursa aset digital terkemuka Korea Selatan, Bithumb, melakukan kesalahan fatal yang menyebabkan Bithumb transfer Bitcoin Rp 672 T (setara 620.000 BTC) kepada sejumlah nasabahnya. Kesalahan transfer dana yang masif ini terjadi secara tiba-tiba pada Jumat (6/2) pekan lalu, memicu kepanikan baik di kalangan pengguna maupun regulator.
Nilai fantastis tersebut setara dengan hampir setengah dari total pasokan Bitcoin yang beredar di bursa tersebut pada saat itu. Peristiwa ini bukan hanya mencoreng reputasi Bithumb, yang merupakan pemain besar kedua setelah Upbit di Korsel, tetapi juga langsung menarik perhatian Komisi Layanan Keuangan (FSC) negara tersebut.
Kronologi Salah Transfer Dana Promosi
Insiden salah transfer Bitcoin dalam jumlah kolosal ini bermula dari sebuah acara promosi yang diadakan Bithumb. Pihak bursa awalnya berencana mendistribusikan hadiah uang tunai kecil, sekitar 2.000 won atau setara Rp22.000, kepada setiap pengguna yang beruntung sebagai bagian dari kegiatan promosi.
Namun, terjadi kesalahan teknis yang fatal dalam sistem distribusi hadiah. Alih-alih menerima ribuan won, para pemenang promosi tersebut malah mendapatkan setidaknya 2.000 Bitcoin untuk masing-masing akun. Jumlah ini jelas merupakan lonjakan hadiah yang sangat tidak disengaja.
Bithumb segera menyadari adanya anomali transaksi yang melibatkan 695 nasabah. Mereka kemudian mengambil langkah cepat dengan membatasi transaksi dan penarikan bagi nasabah terdampak selama kurang lebih 35 menit pada hari yang sama.
Respons Cepat Bithumb dan Pemulihan Aset
Setelah insiden tersebut terungkap ke publik, pihak Bithumb langsung menyampaikan permintaan maaf resmi. Mereka mengklaim telah berhasil memulihkan sebagian besar aset yang salah kirim tersebut, menunjukkan kecepatan respons yang luar biasa.
Platform tersebut mengumumkan bahwa mereka telah berhasil memulihkan 99,7% dari total Bitcoin yang tak sengaja dibagikan secara cuma-cuma. Meskipun persentase pemulihan sangat tinggi, kerugian reputasi yang dialami Bithumb tetap signifikan.
Jaminan Keamanan Sistem Bithumb
Untuk meredam kekhawatiran publik dan investor, Bithumb menekankan bahwa insiden ini bukan disebabkan oleh faktor eksternal. Mereka menegaskan bahwa tidak ada peretasan (hacking) atau pelanggaran keamanan sistem yang terjadi.
Dalam pernyataan resminya, Bithumb menjelaskan bahwa masalah ini murni berasal dari kesalahan internal dalam proses distribusi promosi. Mereka meyakinkan bahwa keamanan sistem dan manajemen aset pelanggan tetap terjaga dengan baik, meskipun regulator memiliki pandangan berbeda.
Reaksi Regulator dan Dampak Pasar
Meskipun Bithumb berhasil memulihkan hampir seluruh aset yang salah kirim, regulator keuangan Korea Selatan melihat insiden ini sebagai alarm besar. Komisi Layanan Keuangan (FSC) menyatakan bahwa peristiwa ini menunjukkan adanya kerentanan dan risiko operasional yang tinggi dalam pengelolaan aset virtual.
Setelah mengadakan pertemuan darurat, para regulator mengumumkan rencana inspeksi mendalam. Mereka akan segera meluncurkan pemeriksaan ke kantor Bithumb dan beberapa bursa kripto lainnya di negara tersebut.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk menyelidiki secara tuntas sistem kontrol internal yang dimiliki bursa. Jika ditemukan adanya pelanggaran hukum atau standar operasional yang longgar, sanksi tegas akan dijatuhkan.
Di tengah kekacauan tersebut, harga Bitcoin di platform Bithumb sempat mengalami penurunan tajam. Harga mendadak anjlok 17% menjadi 81,1 juta won pada Jumat sore. Namun, pasar dengan cepat bereaksi dan harga Bitcoin kembali pulih di angka 104,5 juta won tak lama setelah Bithumb mengumumkan pemulihan aset.
Insiden salah transfer Bitcoin Rp 672 T ini menjadi pengingat penting bagi seluruh industri kripto. Meskipun Bithumb bukan pemain dominan seperti Upbit, kesalahan operasional sekecil apa pun dapat menciptakan volatilitas pasar yang ekstrem dan memicu intervensi regulator secara masif.