Uptodai.com - Suasana khidmat dan meriah menyelimuti berbagai belahan dunia saat umat merayakan Perayaan Tahun Baru Imlek 2577. Ribuan warga keturunan Tionghoa memadati kelenteng dan kuil untuk memanjatkan doa syukur sekaligus menyambut datangnya Tahun Kuda Api. Tradisi turun-temurun ini tetap terjaga meski kini bersanding dengan sentuhan teknologi modern di beberapa negara.

Di Indonesia, geliat ibadah terasa sangat kental di wilayah Tangerang, Banten. Kelenteng Boen San Bio menjadi saksi bisu ribuan jemaah yang menyalakan dupa sejak Senin malam (16/2/2026). Mereka melakukan prosesi sembahyang sebagai ungkapan syukur atas rezeki yang telah diterima sepanjang tahun sebelumnya.

Harapan akan kehidupan yang lebih baik menjadi doa utama yang dipanjatkan oleh para umat. Tidak hanya di Tangerang, ribuan jemaah juga memadati Kelenteng Hok Lay Kiong di Kota Bekasi, Jawa Barat. Aliran warga yang datang terus mengalir hingga detik-detik pergantian tahun demi mendapatkan momen sakral tersebut.

Tradisi Penyambutan Imlek Tahun Kuda di Asia

Bergeser ke Hong Kong, pemandangan serupa terlihat di berbagai kuil besar yang dipenuhi asap dupa. Para jemaah tampak sangat khidmat menjalankan ritual sembahyang untuk menyongsong keberuntungan di Tahun Kuda. Mereka meyakini bahwa doa di awal tahun akan membuka pintu rezeki dan keharmonisan keluarga.

Negara tetangga, Malaysia, juga menggelar Ritual Sembahyang Imlek yang tak kalah megah. Di kuil Taois Sin Sze Si Ya, Kuala Lumpur, umat mulai berdatangan sejak hari pertama Imlek pada Selasa (17/2/2026). Kesetiaan menjaga tradisi ini menjadi simbol persatuan komunitas Tionghoa di tengah keberagaman masyarakat Malaysia.

Thailand turut memeriahkan suasana dengan atraksi budaya yang memukau di pusat kota Bangkok. Penari naga tampil lincah di sebuah pusat perbelanjaan untuk menghibur warga dan wisatawan yang berkunjung. Gerakan naga yang dinamis dipercaya mampu mengusir energi negatif dan membawa keberuntungan bagi semua orang.

Inovasi Robot Humanoid dalam Perayaan di Beijing

Pemandangan unik justru terjadi di Beijing, China, yang memadukan tradisi kuno dengan teknologi masa depan. Kuil Niangniang menghadirkan pertunjukan robot humanoid yang berinteraksi langsung dengan para pengunjung. Kehadiran teknologi ini memberikan warna baru dalam Tradisi Imlek Global yang biasanya identik dengan hal-hal konvensional.

Selain robot berbentuk manusia, sebuah robot anjing yang mengenakan kostum singa juga turut beraksi. Inovasi ini menarik perhatian generasi muda untuk tetap datang ke kuil dan merayakan hari besar tersebut. Beijing seolah ingin menunjukkan bahwa kemajuan teknologi bisa berjalan beriringan dengan nilai-nilai spiritual.

Di belahan bumi lain, tepatnya di Rusia, warga Moskow memadati festival musim dingin bertema Tahun Baru Imlek. Patung naga raksasa yang bercahaya menghiasi pusat kota dan menjadi objek foto favorit para pengunjung. Festival ini menampilkan berbagai seni tradisional China yang berhasil menarik minat masyarakat lokal di tengah suhu dingin Moskow.

Secara keseluruhan, Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 tahun ini membuktikan bahwa budaya tetap relevan di era digital. Dari asap dupa yang mengepul di Tangerang hingga gerakan robotik di Beijing, esensi Imlek tetap sama. Semua orang berharap Tahun Kuda Api membawa semangat baru, kekuatan, dan kemakmuran bagi seluruh dunia.