Uptodai.com - Inter Milan kalah dari Bodo/Glimt dengan skor cukup telak 3-1 dalam laga leg pertama playoff knockout Liga Champions 2025/2026. Kekalahan di Aspmyra Stadion ini mengejutkan banyak pihak mengingat status Nerazzurri sebagai salah satu raksasa Serie A. Meski pulang dengan tangan hampa, gelandang muda Petar Sucic menolak untuk menyerah begitu saja.

Hasil minor ini tentu menjadi tamparan keras bagi anak asuh Simone Inzaghi yang sebenarnya lebih diunggulkan di atas kertas. Bermain di bawah suhu dingin Norwegia, koordinasi pertahanan Inter tampak rapuh menghadapi serangan balik cepat tim tuan rumah. Kini, beban berat menanti mereka untuk membalikkan keadaan saat bermain di hadapan pendukung sendiri.

Ambisi Petar Sucic di Leg Kedua

Petar Sucic mengakui bahwa hasil di markas Bodo/Glimt bukanlah skenario yang diinginkan oleh seluruh elemen tim. Namun, pemain asal Kroasia tersebut menegaskan bahwa peluang Inter untuk lolos ke babak 16 besar masih terbuka lebar. Ia meminta rekan-rekannya untuk segera melupakan kekecewaan ini dan fokus pada persiapan laga penentuan.

Menurut Sucic, selisih dua gol merupakan tantangan besar namun bukan sesuatu yang mustahil untuk mereka kejar. Ia percaya atmosfer San Siro akan memberikan energi tambahan yang luar biasa bagi skuad Inter Milan. Keyakinan ini didasari oleh mentalitas juara yang tertanam kuat di dalam ruang ganti tim.

“Kami harus menganalisis kekalahan kami hari ini, namun nasib kami masih belum ditentukan sekarang,” ujar Sucic melansir situs resmi klub. Ia menekankan bahwa tim masih memiliki 90 menit kedua untuk memperbaiki segala kesalahan teknis. Fokus utama saat ini adalah mengevaluasi celah di lini tengah yang sering kali tertembus oleh lawan.

Menjaga Standar Tinggi Inter Milan

Sebagai salah satu klub elit di kompetisi Eropa, Inter Milan dituntut untuk selalu tampil di level tertinggi pada setiap pertandingan. Sucic mengingatkan bahwa identitas klub tidak membiarkan mereka untuk menyerah sebelum peluit panjang berakhir. Ia berjanji tim akan menunjukkan performa yang jauh berbeda pada pertemuan kedua nanti.

“Kami adalah Inter dan kami harus tampil di level performa tertinggi di setiap pertandingan yang kami mainkan,” sambung Sucic dengan penuh percaya diri. Ia mengajak seluruh rekan setimnya untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh tekanan publik. Kerja keras di sesi latihan menjadi kunci utama untuk mewujudkan misi comeback yang heroik.

Kehilangan beberapa pemain pilar akibat masalah kebugaran memang sempat memengaruhi kedalaman skuad Inter saat bertandang ke Norwegia. Nama-nama besar seperti Lautaro Martinez yang tidak tampil maksimal membuat daya gedor tim berkurang signifikan. Kendati demikian, Simone Inzaghi diharapkan mampu meramu strategi yang lebih solid untuk mengejar defisit gol.

Tantangan Berat di Stadion San Siro

Bodo/Glimt terbukti bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata meski mereka berstatus sebagai tim kuda hitam. Keunggulan 3-1 memberikan modal kepercayaan diri yang sangat besar bagi wakil Norwegia tersebut saat bertamu ke Italia. Mereka diprediksi akan bermain bertahan total demi mengamankan tiket menuju fase gugur selanjutnya.

Di sisi lain, Inter Milan wajib menang dengan selisih minimal tiga gol untuk memastikan kelolosan secara langsung ke babak berikutnya. Jika hanya menang dengan selisih dua gol, maka pertandingan akan berlanjut ke babak tambahan waktu atau adu penalti. Skenario ini tentu ingin dihindari oleh Inzaghi demi menjaga kondisi fisik pemain di tengah jadwal kompetisi yang padat.