Uptodai.com - Performa Michele Di Gregorio di Juventus yang sedang menurun memicu perhatian serius dari legenda hidup sepak bola Italia, Gianluigi Buffon. Mantan kapten Bianconeri tersebut meminta semua pihak, termasuk manajemen dan para pendukung, untuk tidak menyudutkan sang penjaga gawang di tengah periode sulit ini.

Melalui kolomnya di La Gazzetta dello Sport, Buffon menekankan bahwa tekanan publik yang berlebihan justru dapat merusak mentalitas pemain. Ia menilai apa yang dialami Di Gregorio saat ini hanyalah fase transisi yang lumrah terjadi pada setiap atlet profesional. Apalagi, beban yang dipikul Di Gregorio tidaklah ringan karena ia harus menggantikan posisi Wojciech Szczesny yang telah lama menjadi andalan di Turin.

Di Gregorio sendiri didatangkan Juventus dari Monza dengan ekspektasi tinggi setelah tampil gemilang sepanjang musim lalu. Buffon mengingatkan publik bahwa kiper tersebut merupakan sosok kunci yang membantu tim lamanya bersaing di papan tengah sekaligus menarik minat klub besar. Penurunan performa dalam beberapa laga terakhir menurutnya tidak boleh menghapus prestasi yang sudah ia bangun sebelumnya.

Dukungan Penuh dari Sang Legenda Turin

Gianluigi Buffon secara tegas meminta publik Turin untuk tetap tenang dan memberikan ruang bagi Di Gregorio untuk berkembang. Kritik tajam yang membanjiri media sosial belakangan ini dianggap tidak produktif bagi stabilitas tim asuhan Thiago Motta. Buffon percaya bahwa perlindungan dari internal klub sangat krusial untuk mengembalikan kepercayaan diri sang pemain.

“Musim lalu dia merupakan kejutan yang menyenangkan dan berperan penting mengamankan tiket Liga Champions bagi timnya. Belakangan ini memang tidak berjalan sesuai harapan, tetapi fase seperti ini bisa terjadi pada siapa saja,” ujar Buffon dalam tulisannya yang dikutip oleh CalcioMercato.

Pria yang kini menjabat sebagai Koordinator Tim Nasional Italia tersebut melihat potensi besar dalam diri Di Gregorio. Ia meyakini bahwa kualitas teknis yang dimiliki sang kiper tidak hilang begitu saja hanya karena beberapa kesalahan di lapangan. Baginya, konsistensi adalah proses yang membutuhkan waktu, terutama saat berseragam klub dengan sejarah sebesar Juventus.

Strategi Rotasi Bukan Bentuk Hukuman

Menanggapi isu pencoretan Di Gregorio dari skuad utama, Buffon memberikan perspektif yang berbeda bagi tim kepelatihan. Ia menyarankan agar keputusan mencadangkan pemain tidak selalu dianggap sebagai bentuk kegagalan atau hukuman. Sebaliknya, hal tersebut bisa menjadi langkah strategis untuk melindungi pemain dari tekanan mental yang lebih berat.

“Manajer dan klub harus bersatu, tetap dekat dengannya dan mencari solusi terbaik. Jika seorang kiper diberi istirahat, bukan berarti dia dicoret secara permanen. Itu justru bisa membantunya menemukan kembali ketenangan dan menjauh dari tekanan media yang berlebihan,” tegas Buffon.

Menurut Buffon, menjauh sejenak dari sorotan kamera dapat memberikan perspektif baru bagi seorang penjaga gawang. Dengan begitu, Di Gregorio bisa mengevaluasi penampilannya tanpa harus merasa terbebani oleh ekspektasi instan di setiap pertandingan. Juventus perlu mengelola sumber daya pemain mereka dengan kepala dingin demi kepentingan jangka panjang klub.

Kedalaman Skuad Penjaga Gawang Italia

Selain membahas situasi di Juventus, Buffon juga memberikan pandangan optimistis mengenai masa depan penjaga gawang di Italia. Ia merasa bangga karena sektor ini tetap menjadi kekuatan utama bagi Gli Azzurri di kancah internasional. Nama-nama besar seperti Gianluigi Donnarumma dan Guglielmo Vicario kini memiliki pesaing-pesaing muda yang sangat kompetitif.

Buffon menyebutkan beberapa nama potensial seperti Alex Meret, Marco Carnesecchi, hingga Elia Caprile sebagai bukti regenerasi yang sukses. Ia mengklaim bahwa Italia saat ini memiliki setidaknya empat penjaga gawang yang layak masuk dalam jajaran 20 terbaik di dunia. Hal ini membuat posisi kiper menjadi sektor yang paling aman bagi Timnas Italia untuk beberapa tahun ke depan.

Pujian Khusus untuk Marco Carnesecchi

Secara khusus, Buffon memberikan apresiasi tinggi kepada Marco Carnesecchi yang saat ini tampil impresif bersama Atalanta. Menariknya, Carnesecchi sering dikaitkan sebagai target buruan Juventus dalam beberapa jendela transfer terakhir. Buffon melihat ada kemiripan antara gaya bermain kiper muda tersebut dengan dirinya saat masih aktif bermain.

“Saya melihat diri saya dalam dirinya, terutama dalam cara dia mendekati pertandingan yang penuh keberanian dan sedikit nekat. Namun, setiap pemain tetap harus menemukan jalannya sendiri untuk mencapai level tertinggi,” pungkas Buffon. Pernyataan ini sekaligus memberikan sinyal bahwa persaingan kiper papan atas di Serie A akan semakin menarik untuk disimak.