Uptodai.com - Pembangunan Huntara Waskita Karya di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, kini telah memasuki tahap penyelesaian akhir untuk mendukung warga terdampak bencana. Proyek kolaborasi antara PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini menyediakan puluhan unit hunian yang layak huni. Langkah cepat ini bertujuan agar masyarakat segera mendapatkan tempat tinggal yang aman dan nyaman dalam waktu singkat.

Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi tersebut untuk memastikan kesiapan fasilitas sebelum digunakan secara penuh oleh masyarakat. Ia didampingi oleh Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, dalam inspeksi lapangan tersebut. Pemerintah menargetkan seluruh unit dapat ditempati sepenuhnya oleh warga sebelum momen Lebaran tiba tahun ini.

Fasilitas Unggul dan Teknologi Modular Modern

Hunian sementara ini berdiri di atas lahan seluas 3.643 meter persegi yang terbagi ke dalam lima blok utama. Total kapasitas hunian ini mampu menampung hingga 300 orang atau sekitar 60 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak bencana alam. Saat ini, sebagian warga sudah mulai menempati beberapa blok yang telah dinyatakan siap pakai oleh pihak pengelola.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menjelaskan bahwa konstruksi bangunan ini menggunakan sistem modular dengan struktur baja ringan. Penggunaan teknologi ini memungkinkan proses pembangunan berjalan sangat efisien tanpa mengurangi kualitas dan kekuatan bangunan. Setiap unit dirancang khusus untuk menghadapi cuaca ekstrem yang sering terjadi di wilayah Aceh Utara.

Salah satu keunggulan utama dari unit ini adalah penggunaan insulated panel pada bagian dinding dan atap untuk meredam panas matahari. Fasilitas pendukung seperti ventilasi udara, exhaust fan, dan kipas angin juga telah terpasang di setiap unit hunian. Hal ini memastikan sirkulasi udara tetap terjaga sehingga penghuni tidak merasa gerah meski berada di dalam ruangan saat siang hari.

Komitmen Pemulihan Pasca Bencana di Aceh

Menteri Dody memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas pengerjaan yang dilakukan oleh tim lapangan dari Waskita Karya. Ia menyebut suasana di dalam hunian terasa jauh lebih sejuk dibandingkan suhu udara yang menyengat di luar ruangan. Standar kenyamanan ini menjadi prioritas utama agar warga bisa beristirahat dengan tenang selama masa pemulihan pasca bencana.

Selain aspek bangunan, proyek ini juga sangat memperhatikan faktor kesehatan dan sanitasi bagi para pengungsi di lokasi tersebut. Setiap blok telah dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi, toilet umum, hingga toilet khusus bagi penyandang disabilitas. Sistem pembuangan limbah juga dikelola secara terpadu untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar area Huntara.

Pihak Waskita Karya menegaskan bahwa penyediaan hunian ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan komitmen besar perusahaan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memulihkan layanan dasar bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal mereka. Perusahaan terus berupaya memberikan standar kelayakan terbaik demi misi kemanusiaan di berbagai wilayah Indonesia.

Untuk menunjang aktivitas harian, pengelola juga menyiapkan fasilitas dapur bersama yang representatif bagi para penghuni Huntara. Area ini didesain agar warga dapat memasak dan berinteraksi sosial dengan sesama penghuni lainnya dengan lebih leluasa. Keberadaan ruang publik ini diharapkan dapat mengembalikan semangat komunal warga di tengah masa sulit yang mereka hadapi.

Target penyelesaian seluruh blok sebelum Idul Fitri menjadi fokus utama agar warga bisa merayakan hari kemenangan dengan kondisi yang lebih layak. Waskita Karya terus memantau perkembangan di lapangan guna memastikan tidak ada kendala teknis yang menghambat proses serah terima. Sinergi antara BUMN dan kementerian ini menjadi bukti nyata percepatan pembangunan infrastruktur sosial bagi rakyat.