Kisah Jose Ignacio Peleteiro: Eks Real Madrid Mualaf & Bos AI
Uptodai.com - Mantan pemain Real Madrid Jose Ignacio Peleteiro mualaf dan kini menjalani kehidupan baru yang jauh dari hiruk-pikuk lapangan hijau Eropa. Pria yang akrab disapa Jota ini sempat menjadi perbincangan hangat setelah memutuskan untuk memeluk agama Islam pada awal tahun 2024. Keputusan spiritual tersebut membawa perubahan besar dalam gaya hidup serta karier profesionalnya di masa pensiun.
Jota Peleteiro bukanlah nama asing di kancah sepak bola Spanyol dan Inggris sebelum akhirnya ia memilih gantung sepatu. Perjalanan kariernya mencakup berbagai klub ternama, mulai dari akademi hingga level profesional di liga-liga top dunia. Namun, transformasi hidupnya dari seorang atlet menjadi seorang pengusaha teknologi di Timur Tengah adalah cerita yang paling menarik perhatian publik saat ini.
Jejak Karier Jota dari Real Madrid hingga Premier League
Lahir di Spanyol, Jota memulai petualangan sepak bolanya dengan ambisi besar hingga berhasil menembus skuad Real Madrid B pada musim 2012-2013. Selama berseragam Los Blancos muda, ia sempat merasakan atmosfer kompetisi di kasta kedua Liga Spanyol. Meski tidak sempat menembus tim utama di bawah asuhan Jose Mourinho, pengalaman tersebut membentuk mentalitas kompetitifnya.
Puncak prestasi Jota di Spanyol terjadi saat ia membela Eibar, di mana ia berhasil membawa klub tersebut menjuarai Liga 2 Spanyol musim 2013-2014. Berkat performa gemilangnya, ia dinobatkan sebagai pemain terbaik bulanan dan masuk dalam jajaran tim terbaik liga. Keberhasilan ini kemudian membuka jalan baginya untuk merantau ke Inggris dan bergabung dengan klub-klub seperti Brentford, Birmingham City, hingga Aston Villa.
Setelah bertualang di Premier League, Jota akhirnya memutuskan untuk pensiun pada tahun 2021 saat usianya masih tergolong produktif, yakni 30 tahun. Cedera dan hilangnya motivasi untuk terus bermain di level tertinggi menjadi alasan utama di balik keputusan mengejutkan tersebut. Ia memilih untuk meninggalkan dunia sepak bola sepenuhnya dan beralih ke sektor yang sangat berbeda, yaitu teknologi dan bisnis.
Transformasi Spiritual dan Keputusan Menjadi Mualaf
Perjalanan spiritual Jota Peleteiro masuk Islam dimulai melalui persahabatan eratnya dengan Faisal Buresli, seorang pria asal Kuwait. Kedekatannya dengan Faisal selama bertahun-tahun memberinya kesempatan untuk mengenal nilai-nilai Islam secara lebih mendalam. Ketenangan dan cara hidup yang ditunjukkan oleh sahabatnya tersebut membuat Jota merasa tertarik untuk mempelajari agama ini lebih jauh.
Pada awal 2024, Jota secara resmi mengumumkan keislamannya dan menyatakan rasa syukurnya atas hidayah yang ia terima. Ia mengungkapkan bahwa kalimat syahadat yang ia ucapkan adalah awal dari babak baru kehidupannya yang lebih damai. Jota mengaku merasa sangat bahagia dan diterima dengan tangan terbuka oleh komunitas Muslim, baik di Spanyol maupun di Arab Saudi.
Keputusan ini tidak hanya memengaruhi kehidupan pribadinya, tetapi juga memperkuat ikatan emosionalnya dengan kawasan Timur Tengah. Ia kini lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mendalami ajaran agama sambil mengelola bisnis yang ia rintis. Transformasi ini dianggap sebagai salah satu kisah mualaf paling inspiratif dari kalangan mantan atlet profesional dunia.
Menjadi Petinggi Perusahaan Teknologi AI di Arab Saudi
Setelah meninggalkan lapangan hijau, Jota kini menjabat sebagai CEO sekaligus pendiri dari GROINN, sebuah perusahaan startup inovatif. Perusahaan ini bergerak di bidang teknologi agrikultur berbasis kecerdasan buatan (AI) yang berfokus pada pengelolaan pertanian secara cerdas. Bisnis agrikultur AI Jota Peleteiro ini bertujuan untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan dan efisien.
Menariknya, GROINN kini berbasis di Arab Saudi, negara yang sedang gencar melakukan transformasi digital dan ekonomi. Jota melihat peluang besar di negeri dua masjid suci tersebut untuk mengembangkan teknologi yang dapat membantu ketahanan pangan global. Keputusannya menetap di Arab Saudi juga memudahkannya untuk menjalankan ibadah sekaligus memimpin perusahaannya menuju pasar internasional.
Melalui GROINN, Jota ingin membuktikan bahwa mantan atlet bisa sukses di dunia teknologi jika memiliki visi yang jelas. Teknologi AI yang dikembangkan perusahaannya mampu memantau kondisi tanah dan tanaman secara real-time melalui perangkat seluler. Inovasi ini telah menarik perhatian banyak investor dan pemerintah di kawasan Timur Tengah yang sedang fokus pada pembangunan berkelanjutan.
Membangun Masa Depan di Negeri Dua Masjid Suci
Kehidupan karier Jota Peleteiro di Arab Saudi kini terlihat sangat stabil dan penuh dengan rencana besar untuk masa depan. Ia sering membagikan aktivitasnya melalui media sosial, memperlihatkan bagaimana ia menyeimbangkan peran sebagai pengusaha dan seorang Muslim. Jota merasa bahwa lingkungan di Arab Saudi sangat mendukung pertumbuhan pribadi dan profesionalnya saat ini.
Selain fokus pada bisnis, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang berkaitan dengan pengembangan teknologi untuk masyarakat luas. Pengalamannya sebagai pesepakbola profesional memberinya disiplin tinggi yang kini ia terapkan dalam memimpin perusahaan. Jota Peleteiro adalah contoh nyata bagaimana keberanian untuk berubah bisa membawa seseorang pada kesuksesan yang lebih bermakna.