Sosok Sudaryono Kepala BGN Baru Pengganti Nanik Deyang
Uptodai.com - Presiden melantik Kepala BGN Baru Sudaryono untuk menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri akibat alasan kesehatan. Sosok yang akrab disapa Mas Dar ini dipastikan tidak akan merangkap jabatan agar dapat berfokus penuh menakhodai Badan Gizi Nasional. Pelantikan ini menjadi langkah krusial dalam memperkuat tata kelola program pemenuhan gizi nasional secara berkelanjutan.
Rekam Jejak dan Karier Profesional Sudaryono
Pria kelahiran Grobogan, 23 Januari 1985 ini memiliki rekam jejak panjang di dunia profesional maupun politik. Karier politiknya melesat sejak menjadi asisten pribadi Prabowo Subianto pada tahun 2010 setelah menyelesaikan pendidikan di Jepang. Selain itu, ia juga dipercaya memegang posisi strategis sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah serta Ketua Umum HKTI periode 2025-2030.
Di dunia bisnis, Sudaryono pernah menjabat sebagai Corporate Secretary di Nusantara Energy dan CEO Garuda TV. Pengalaman kepemimpinannya di berbagai korporasi besar serta organisasi kemasyarakatan seperti APPSI menjadi modal yang sangat kuat. Modal kepemimpinan eksekutif ini dinilai sangat dibutuhkan untuk mengelola operasional lembaga sekelas BGN secara efektif dan efisien.
Fokus Utama dan Tantangan Strategis di BGN
Sebagai pimpinan tertinggi di BGN, Sudaryono akan mengawal langsung implementasi berbagai program prioritas pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis. Program nasional tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor yang sangat ketat agar pendistribusian gizi kepada anak-anak dan ibu hamil dapat berjalan tepat sasaran. Pendekatan manajemen modern serta latar belakangnya di sektor pertanian diprediksi akan mempercepat eksekusi program di lapangan.
Langkah konsolidasi yang menjadi ciri khas kepemimpinannya diharapkan mampu menyelaraskan kerja BGN dengan instansi pemerintah daerah hingga tingkat desa. Publik kini menanti langkah nyata dari figur muda ini dalam mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia secara merata.