Bebas Visa Korea Selatan untuk Turis Indonesia Resmi Diumumkan
Uptodai.com - Kabar gembira bagi para pelancong tanah air karena kebijakan bebas visa Korea Selatan untuk turis Indonesia kini resmi menjadi kenyataan. Langkah strategis ini diambil oleh pemerintah Negeri Gingseng guna mendongkrak angka kunjungan wisatawan mancanegara secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Pemerintah Korea Selatan mengumumkan paket besar reformasi kebijakan pariwisata yang bertujuan menarik hingga 30 juta turis asing. Kebijakan ini muncul sebagai respons atas ketatnya persaingan industri pariwisata di kawasan Asia Timur. Pengumuman tersebut disampaikan langsung dalam Rapat Strategi Pariwisata Nasional ke-11 yang dipimpin oleh Presiden Lee Jae Myung.
Skema Uji Coba Bebas Visa Grup untuk WNI
Dalam skema terbaru ini, pemerintah setempat menerapkan fasilitas bebas visa bagi wisatawan asal Indonesia yang datang dalam kelompok. Syarat utamanya adalah turis harus berkunjung dalam grup minimal berjumlah tiga orang. Kebijakan ini diharapkan mampu memudahkan rombongan keluarga maupun pertemanan yang ingin menikmati keindahan budaya Korea tanpa hambatan administrasi yang rumit.
Selain kemudahan bagi grup, Korea Selatan juga memperkenalkan fleksibilitas bagi individu yang sudah sering berkunjung. Warga negara dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang memiliki riwayat kunjungan sebelumnya kini memenuhi syarat untuk mendapatkan visa multiple-entry. Izin masuk ini berlaku hingga lima tahun, sehingga memudahkan mobilitas para pelancong setia.
Bagi penduduk yang tinggal di kota-kota besar, pemerintah Korea Selatan bahkan menawarkan peluang yang lebih menggiurkan. Mereka kini dapat mengajukan visa dengan masa berlaku hingga 10 tahun. Transformasi kebijakan ini menunjukkan keseriusan Seoul dalam menjadikan negaranya sebagai destinasi utama bagi masyarakat kelas menengah di Asia.
Modernisasi Sistem Imigrasi dan Persaingan dengan Jepang
Tidak hanya urusan dokumen, Korea Selatan juga melakukan modernisasi besar-besaran pada gerbang imigrasi di berbagai bandara internasional. Sistem gerbang otomatis yang sebelumnya terbatas untuk 18 negara kini mulai diperluas jangkauannya. Hal ini bertujuan untuk memangkas waktu antrean panjang yang sering kali dikeluhkan oleh para pelancong saat tiba di bandara.
Langkah agresif ini dipicu oleh performa pariwisata Korea Selatan yang masih membayangi kesuksesan Jepang. Meski sepanjang 2025 Korea Selatan berhasil mencatat 18 juta kunjungan, angka tersebut masih kalah jauh dibandingkan Jepang yang menembus 43 juta wisatawan. Pelemahan nilai tukar yen menjadikan Jepang sebagai kompetitor berat yang menawarkan biaya wisata lebih kompetitif.
Menteri Kebudayaan Chae Hwi-young menegaskan bahwa popularitas K-pop dan K-drama harus menjadi motor penggerak utama pariwisata. Pemerintah meluncurkan inisiatif bertajuk “K-Tourism Embraces the World” untuk memanfaatkan momentum gelombang budaya Korea yang sedang berada di puncaknya. Strategi ini tidak hanya fokus pada Seoul, tetapi juga menyasar wilayah-wilayah regional lainnya.
Pemerataan Destinasi dan Perlindungan Wisatawan
Guna mengurangi kepadatan di Seoul, pemerintah akan menambah rute penerbangan internasional langsung ke bandara-bandara di daerah. Maskapai yang bersedia membuka rute ke wilayah regional akan mendapatkan insentif biaya dan hak lalu lintas udara khusus. Langkah ini bertujuan agar manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan secara merata oleh penduduk lokal di luar ibu kota.
Fasilitas transportasi pendukung juga mengalami peningkatan layanan secara menyeluruh. Layanan bus bandara malam hari yang sebelumnya hanya melayani wilayah Seoul kini diperluas hingga Provinsi Chungcheong dan Gangwon. Selain itu, sistem pemesanan tiket kereta cepat KTX kini lebih fleksibel dengan periode pemesanan yang lebih panjang dari aturan sebelumnya.
Terakhir, pemerintah Korea Selatan memberikan perhatian serius terhadap praktik “harga getok” yang merugikan wisatawan. Kebijakan tanpa toleransi akan diterapkan bagi pelaku usaha yang tidak mencantumkan harga secara transparan. Pengawasan ketat di area wisata populer akan ditingkatkan demi menjaga citra positif pariwisata Korea di mata dunia.