Tips Berkendara Mobil Listrik saat Hujan agar Terhindar Aquaplaning
Uptodai.com - Tips berkendara mobil listrik saat hujan menjadi informasi yang sangat krusial bagi para pemilik kendaraan ramah lingkungan di tengah cuaca ekstrem belakangan ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan tinggi masih berpotensi mengguyur sejumlah wilayah hingga awal Maret mendatang. Kondisi jalanan yang licin dan munculnya genangan air menuntut kewaspadaan ekstra dari para pengemudi untuk menghindari risiko kecelakaan.
Karakteristik mobil listrik yang berbeda dari kendaraan konvensional membuat aspek keselamatan memerlukan perhatian khusus. Bobot kendaraan listrik cenderung lebih berat karena keberadaan paket baterai yang besar di bawah lantai kabin. Selain itu, motor listrik menghasilkan torsi instan yang membuat akselerasi terasa jauh lebih responsif dibandingkan mesin pembakaran internal.
Perbedaan bobot dan tenaga ini secara langsung memengaruhi stabilitas kendaraan, terutama saat melintasi permukaan jalan yang basah. Jika pengemudi tidak berhati-hati, kombinasi bobot berat dan tenaga instan tersebut dapat memicu hilangnya kendali. Oleh karena itu, pemahaman mengenai teknik mengemudi yang aman menjadi kunci utama dalam menghadapi cuaca buruk.
Bahaya Aquaplaning dan Data Kecelakaan saat Hujan
Salah satu ancaman terbesar bagi pengemudi adalah bahaya aquaplaning mobil listrik yang sering terjadi saat melewati genangan air. Aquaplaning merupakan kondisi di mana ban kehilangan traksi pada permukaan jalan karena terhalang oleh lapisan air. Hal ini membuat kendaraan seolah-olah melayang dan tidak bisa dikendalikan oleh pengemudi, baik saat berbelok maupun mengerem.
Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), Edo Rusyanto, mengungkapkan data yang cukup mengkhawatirkan terkait kecelakaan di musim hujan. Berdasarkan data Korlantas Polri tahun 2025, tercatat ada 3.715 kasus kecelakaan yang terjadi dalam kondisi hujan. Angka ini setara dengan 2,4 persen dari total kejadian kecelakaan secara nasional pada periode tersebut.
Edo menekankan bahwa rata-rata terjadi 10 kasus kecelakaan lalu lintas setiap harinya ketika cuaca sedang hujan. Sementara itu, kondisi jalanan saat cuaca berawan atau mendung menyumbang sekitar 2.878 kasus kecelakaan. Statistik ini menunjukkan bahwa faktor cuaca memiliki korelasi yang sangat kuat terhadap tingkat fatalitas di jalan raya.
Pentingnya Memperhatikan Kondisi Ban Mobil Listrik
Untuk meminimalisir risiko, kondisi ban menjadi komponen paling vital yang harus diperiksa secara berkala oleh pemilik kendaraan. Sekretaris Jenderal Jarak Aman, Harso Kurniawan, mengingatkan agar pengemudi tidak membiarkan ban dalam kondisi “botak” atau aus. Ban yang sudah tipis tidak lagi memiliki jalur air yang efektif untuk membuang air dari permukaan tapak.
Kondisi ban yang prima akan meningkatkan kemampuan pengereman kendaraan secara signifikan di atas aspal yang basah. Harso juga menyarankan agar pengemudi selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan dan mengatur laju kecepatan. Menurunkan kecepatan saat hujan memberikan waktu reaksi yang lebih panjang bagi sistem pengereman mobil listrik yang memiliki bobot besar.
Produsen ban global seperti Hankook Tire juga mulai fokus menghadirkan solusi khusus melalui lini produk iON. Ban ini dirancang secara spesifik untuk menangani dinamika kendaraan listrik yang membutuhkan daya cengkeram tinggi namun tetap efisien. Penggunaan ban yang tepat dapat membantu menyalurkan torsi besar ke jalanan dengan lebih stabil tanpa gejala selip.
Adaptasi Teknologi Ban untuk Kendaraan Masa Depan
Presiden Direktur Hankook Tire Sales Indonesia, Bartek (Byunghak) Choi, menjelaskan bahwa kebutuhan pasar otomotif Indonesia terus berkembang seiring adopsi kendaraan listrik. Produk Hankook iON dikembangkan untuk menjawab tantangan unik dari mobil listrik, termasuk tingkat kebisingan yang rendah dan ketahanan beban yang lebih baik. Teknologi ini sangat membantu dalam menjaga keselamatan berkendara mobil listrik di berbagai kondisi cuaca.
Selain pemilihan ban, pengemudi juga disarankan untuk memanfaatkan fitur-fitur keselamatan pada mobil listrik mereka. Fitur seperti Electronic Stability Control (ESC) dan sistem pengereman regeneratif harus digunakan secara bijak saat jalanan licin. Pengaturan pengereman regeneratif yang terlalu kuat terkadang bisa menyebabkan sedikit ketidakstabilan jika dilakukan secara mendadak di permukaan yang sangat licin.
Dengan memperhatikan kondisi teknis ban dan menyesuaikan gaya mengemudi, risiko ban selip kendaraan listrik dapat ditekan seminimal mungkin. Selalu pantau informasi cuaca dari BMKG sebelum memulai perjalanan jauh untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik. Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari kesiapan kendaraan dan kedisiplinan pengemudinya.