Kemenkeu Rilis Sukuk Ritel SR024, Imbalan Hingga 5,9 Persen
Uptodai.com - Pemerintah resmi membuka masa penawaran investasi Sukuk Ritel SR024 bagi seluruh masyarakat Indonesia mulai 6 Maret hingga 15 April 2026 mendatang. Langkah strategis ini diambil oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan untuk memperkuat basis investor domestik. Masyarakat dapat melakukan pemesanan secara daring melalui sistem e-SBN yang telah terintegrasi dengan berbagai mitra distribusi resmi.
Instrumen investasi berbasis syariah ini hadir dalam dua pilihan seri yang sangat menarik bagi para pemburu pendapatan tetap. Seri pertama adalah SR024T3 yang memiliki masa tenor tiga tahun, sementara seri kedua yaitu SR024T5 menawarkan jangka waktu lima tahun. Kehadiran dua pilihan tenor ini memberikan fleksibilitas bagi investor dalam merencanakan keuangan jangka menengah maupun jangka panjang.
Keuntungan Investasi Sukuk Ritel SR024 bagi Masyarakat
Pemerintah menetapkan tingkat imbalan yang sangat kompetitif untuk menarik minat para pemodal ritel di tanah air. Untuk seri SR024T3, investor akan mendapatkan kupon atau imbal hasil sebesar 5,5 persen per tahun. Sementara itu, seri SR024T5 menawarkan imbalan yang lebih tinggi, yakni mencapai 5,9 persen per tahun dengan pembayaran yang dilakukan setiap bulan.
Besaran imbal hasil ini dinilai jauh lebih menguntungkan jika masyarakat membandingkannya dengan rata-rata bunga deposito perbankan saat ini. Selain menawarkan keuntungan finansial, investasi Sukuk Ritel SR024 juga tergolong sangat aman karena pokok dan imbalannya dijamin penuh oleh undang-undang. Hal ini menjadikan SR024 sebagai instrumen yang minim risiko bagi investor pemula maupun profesional.
Pemerintah menggunakan Barang Milik Negara (BMN) serta berbagai proyek kementerian atau lembaga sebagai aset dasar (underlying asset) dalam penerbitan ini. Dana yang terkumpul dari masyarakat nantinya akan mengalir untuk membiayai berbagai proyek strategis dalam APBN 2026. Dengan demikian, investor secara tidak langsung turut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur dan kemajuan ekonomi nasional.
Jadwal Penting dan Mekanisme Pasar Sekunder
Setelah masa penawaran berakhir pada pertengahan April, pemerintah akan melakukan setelmen atau penerbitan resmi pada 22 April 2026. Instrumen ini diterbitkan dalam bentuk tanpa warkat (scripless) untuk memudahkan administrasi dan keamanan investor. Menariknya, SR024 bersifat tradable atau dapat diperdagangkan kembali oleh investor di pasar sekunder setelah melewati masa tunggu tertentu.
Masyarakat dapat mulai menjual kembali kepemilikan sukuk mereka di pasar sekunder mulai tanggal 11 Mei 2026. Namun, penjualan ini hanya bisa dilakukan setelah investor melewati minimum holding period, yaitu satu kali pembayaran imbalan. Fleksibilitas ini sangat membantu investor yang tiba-tiba membutuhkan likuiditas sebelum masa tenor berakhir.
Pembayaran imbalan atau kupon akan rutin masuk ke rekening investor pada tanggal 10 setiap bulannya. Jika tanggal tersebut jatuh pada hari libur, maka Bank Indonesia akan memproses pembayaran pada hari kerja berikutnya. Investor tidak perlu khawatir karena sistem pembayaran telah teratur secara otomatis melalui jaringan perbankan nasional.
Akses Mudah Melalui Puluhan Mitra Distribusi
Untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, Kementerian Keuangan bekerja sama dengan 32 mitra distribusi resmi di seluruh Indonesia. Mitra tersebut terdiri dari 18 bank umum konvensional, 2 bank umum syariah, serta 8 perusahaan efek terkemuka. Selain itu, terdapat 4 perusahaan teknologi finansial (fintech) yang memudahkan generasi muda untuk berinvestasi melalui aplikasi ponsel.
Masyarakat dapat mulai mencoba investasi Sukuk Ritel SR024 dengan modal yang sangat terjangkau, yakni minimal Rp1 juta saja. Pemerintah juga menetapkan kelipatan pemesanan sebesar Rp1 juta agar instrumen ini benar-benar bisa dinikmati oleh masyarakat luas. Batas maksimal pemesanan biasanya disesuaikan dengan ketentuan masing-masing seri untuk menjaga aspek pemerataan bagi investor ritel.
Dengan berinvestasi pada SR024, masyarakat tidak hanya mendapatkan imbal hasil yang stabil dan aman dari fluktuasi pasar. Langkah ini juga membantu pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan luar negeri. Melalui partisipasi aktif warga negara, kemandirian ekonomi Indonesia dapat terjaga dengan lebih kokoh dan berkelanjutan.