Uptodai.com - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan sepuluh ruas tol gratis mudik Lebaran 2026 siap beroperasi secara fungsional untuk melayani masyarakat. Kebijakan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang diprediksi akan meningkat signifikan pada tahun depan. Pengoperasian jalur tanpa tarif ini diharapkan mampu memecah konsentrasi kendaraan di titik-titik rawan macet yang selama ini menjadi tantangan tahunan.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizal, menjelaskan bahwa total panjang jalur tol fungsional yang disiapkan mencapai 291,13 kilometer. Angka ini mencakup berbagai ruas baru yang pembangunannya telah mencapai tahap penyelesaian teknis untuk dilalui kendaraan golongan I. Roy menegaskan bahwa seluruh jalur tersebut akan dibuka tanpa biaya alias gratis guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik.

Pihak kementerian bekerja sama erat dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk memastikan aspek keamanan tetap terjaga. Meskipun berstatus fungsional, rambu-rambu darurat dan petugas di lapangan akan tetap disiagakan selama 24 jam. Hal ini dilakukan demi menjamin keselamatan para pengguna jalan yang melintasi jalur-jalur baru tersebut.

Daftar Tol Fungsional di Pulau Sumatra

Pemerintah memberikan perhatian khusus pada konektivitas di Pulau Sumatra dengan menyiapkan tiga ruas tol utama sepanjang 90,73 kilometer. Pembangunan Trans Sumatra terus dikebut agar pemudik dari arah Lampung menuju Aceh bisa merasakan efisiensi waktu yang lebih baik. Berikut adalah daftar ruas tol di Sumatra yang akan dibuka fungsional:

  • Tol Sigli-Banda Aceh: Seksi 1 ruas Padang Tiji-Seulimeum sepanjang 23,9 km.
  • Tol Kayuagung-Tebing Tinggi-Parapat: Seksi 4 ruas Sinaksak-Pematang Siantar sepanjang 28 km.
  • Tol Palembang-Betung: Seksi 1 ruas Kramasan-Musi Landas dan Seksi 2 ruas Musi Landas-Pangkalan Balai dengan total panjang 53,6 km.

Kehadiran ruas Palembang-Betung menjadi salah satu yang paling dinanti karena jalur ini merupakan urat nadi utama di Sumatra Selatan. Dengan dibukanya jalur fungsional ini, kemacetan di jalan lintas timur Sumatra diharapkan dapat berkurang drastis. Pemudik kini memiliki alternatif jalur yang lebih cepat dan nyaman menuju wilayah utara Sumatra.

Ekspansi Jalur Mudik di Pulau Jawa

Pulau Jawa masih menjadi fokus utama karena volume kendaraan yang paling padat selama periode Lebaran. Sebanyak enam ruas tol gratis mudik Lebaran 2026 sepanjang 148,03 kilometer akan dibuka untuk mendukung pergerakan masyarakat. Penambahan jalur ini mencakup wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Beberapa ruas yang akan dibuka secara fungsional antara lain Tol Serang-Panimbang Seksi 2 ruas Rangkasbitung-Cileles sepanjang 24,17 km. Selain itu, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 3 ruas Parungkuda hingga Akses Karangtengah sepanjang 4,9 km juga siap digunakan. Jalur ini akan sangat membantu warga yang ingin menuju kawasan Sukabumi tanpa harus terjebak macet di jalur arteri.

Khusus untuk Tol Jakarta-Cikampek (Japek) 2 Selatan Seksi 3 hingga Seksi 6 sepanjang 52 km, pemerintah hanya akan membukanya saat arus balik. Langkah ini diambil untuk memberikan opsi jalur alternatif bagi kendaraan yang menuju Jakarta dari arah Bandung atau Cipularang. Sementara itu, di wilayah Jawa Tengah dan Timur, terdapat Tol Yogyakarta-Bawen, Tol Yogyakarta-Solo, serta Tol Probolinggo-Banyuwangi yang juga siap beroperasi.

Konektivitas di Pulau Kalimantan dan IKN

Tidak hanya di Jawa dan Sumatra, pemerintah juga memperluas akses infrastruktur di Pulau Kalimantan. Satu ruas tol penting sepanjang 52,37 kilometer akan dibuka fungsional untuk menghubungkan Balikpapan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Jalur ini menjadi simbol kemajuan infrastruktur di wilayah pusat pemerintahan yang baru.

Roy Rizal menyebutkan bahwa pembukaan tol Balikpapan-IKN ini akan mempermudah mobilitas masyarakat dan logistik selama masa libur panjang. Pengoperasian jalur ini membuktikan bahwa pemerataan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Dengan adanya jalur tol ini, waktu tempuh antarwilayah di Kalimantan Timur dapat dipangkas secara signifikan.

Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi terbaru mengenai jadwal operasional tol fungsional ini melalui kanal resmi Kementerian PU dan BPJT. Mengingat statusnya yang masih fungsional, pemudik diminta untuk tetap waspada dan mematuhi batas kecepatan yang ditentukan. Persiapan kendaraan yang prima dan fisik yang sehat tetap menjadi kunci utama dalam melakukan perjalanan jauh menuju kampung halaman.