Serangan Drone Hantam Kedubes AS di Baghdad, Irak Memanas
Uptodai.com - Serangan drone Kedubes AS Baghdad memicu kepanikan luar biasa di wilayah Zona Hijau setelah ledakan besar mengguncang ibu kota Irak tersebut. Asap tebal terlihat mengepul dari kompleks diplomatik Amerika Serikat pada Jumat (14/3/2026) waktu setempat. Insiden ini menandai eskalasi konflik yang semakin berbahaya di kawasan Timur Tengah.
Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kepulan asap hitam membubung tinggi dari area gedung kedutaan. Kantor berita Reuters telah memverifikasi keaslian video tersebut melalui analisis citra satelit dan perbandingan lokasi bangunan yang sangat akurat. Visual tersebut mengonfirmasi bahwa ledakan terjadi tepat di dalam area misi diplomatik Amerika.
Sejumlah sumber keamanan anonim di Irak melaporkan bahwa proyektil yang menghantam gedung tersebut diduga kuat berasal dari pesawat nirawak atau drone. Namun, laporan lain dari internal militer menyebutkan adanya kemungkinan serangan rudal yang diarahkan langsung ke pusat pertahanan AS. Pihak keamanan masih terus menyisir lokasi untuk mengidentifikasi jenis senjata yang digunakan.
Eskalasi Ketegangan Pasca Serangan Udara AS-Israel
Peristiwa ini terjadi hanya beberapa saat setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel menewaskan dua petinggi milisi Kataeb Hizbullah. Kelompok milisi ini merupakan faksi bersenjata paling berpengaruh di Irak yang memiliki hubungan sangat erat dengan Iran. Kematian anggota mereka memicu kemarahan besar di kalangan kelompok pro-Iran di Baghdad.
Militer AS dan Israel sebelumnya mengonfirmasi bahwa mereka melancarkan operasi presisi di jantung kota Baghdad untuk melumpuhkan target milisi. Operasi militer ini merupakan langkah yang sangat langka karena langsung menyasar pusat pemerintahan Irak. Langkah agresif tersebut dianggap sebagai pesan keras terhadap pengaruh Iran yang semakin meluas di wilayah tersebut.
Serangan ke jantung ibu kota ini menjadi yang pertama kalinya dilakukan secara terbuka oleh aliansi AS-Israel selama periode perang melawan proksi Iran. Analis keamanan menilai bahwa tindakan ini secara otomatis mengubah aturan main dalam konflik regional. Irak kini terjepit di antara kepentingan dua kekuatan besar yang saling berseteru.
Dampak Serangan Terhadap Stabilitas Keamanan Irak
Ledakan yang menyasar kedutaan besar ini memperburuk situasi keamanan di Irak yang sebelumnya sudah sangat rentan. Banyak pihak mengkhawatirkan bahwa Irak akan kembali menjadi medan pertempuran terbuka antara pasukan Barat dan kelompok milisi lokal. Kondisi ini mengancam kedaulatan negara yang sedang berusaha memulihkan diri dari konflik panjang.
Hingga saat ini, otoritas Amerika Serikat masih melakukan investigasi mendalam terkait kerusakan fisik maupun kemungkinan adanya korban jiwa. Pasukan keamanan Irak juga telah memperketat penjagaan di seluruh akses menuju Zona Hijau guna mengantisipasi serangan susulan. Helikopter militer terlihat berpatroli di langit Baghdad untuk memantau pergerakan mencurigakan.
Ketegangan yang terus meningkat ini diprediksi akan memicu reaksi diplomatik keras dari berbagai negara di kawasan Teluk. Kehadiran militer asing di tanah Irak kini kembali menjadi sorotan utama publik dan parlemen setempat. Faksi-faksi politik di Baghdad mulai menyuarakan kembali tuntutan penarikan seluruh pasukan asing demi menjaga stabilitas nasional.