Uptodai.com - Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi akan menyelenggarakan Sidang Isbat Idulfitri 1447 H pada Kamis besok untuk menentukan jatuhnya hari kemenangan. Agenda tahunan ini menjadi rujukan utama bagi umat Muslim di seluruh penjuru Indonesia dalam merayakan lebaran secara serentak atau mengikuti ketetapan pemerintah.

Pelaksanaan sidang ini akan bertempat di Auditorium H.M Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, mulai pukul 16.00 WIB. Masyarakat dapat memantau hasil keputusan tersebut melalui siaran langsung yang disediakan oleh berbagai kanal media nasional maupun media sosial resmi Kemenag. Langkah ini diambil guna memberikan transparansi informasi kepada publik mengenai penentuan awal bulan Syawal.

Tahapan Penting dalam Penetapan 1 Syawal 1447 H

Proses Sidang Isbat Idulfitri 1447 H tidak berlangsung secara instan, melainkan melalui empat tahapan utama yang melibatkan berbagai pakar. Tahap pertama dimulai dengan seminar posisi hilal yang memaparkan data astronomi secara ilmiah kepada para peserta sidang. Pakar dari BMKG dan BRIN akan memberikan penjelasan mendalam mengenai posisi bulan sabit pada sore hari tersebut.

Setelah seminar, agenda berlanjut pada tahap verifikasi laporan rukyatul hilal yang dikumpulkan dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia. Petugas di lapangan akan melaporkan apakah hilal terlihat secara kasatmata atau terhalang oleh faktor cuaca. Data lapangan inilah yang nantinya menjadi bahan pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan.

Tahap ketiga adalah pelaksanaan sidang isbat itu sendiri yang dilakukan secara tertutup untuk mencapai mufakat antar organisasi kemasyarakatan Islam dan instansi terkait. Terakhir, Menteri Agama akan memimpin pengumuman resmi hasil penetapan 1 Syawal 1447 H melalui konferensi pers. Publik sangat menantikan momen ini untuk memastikan jadwal mudik dan pelaksanaan salat Idulfitri.

Potensi Perbedaan Tanggal Lebaran 2026

Meskipun pemerintah baru akan menggelar sidang besok, prediksi mengenai waktu perayaan Lebaran 2026 Kemenag sudah mulai bermunculan. Terdapat indikasi kuat bahwa akan ada perbedaan tanggal perayaan Idulfitri antara pemerintah dengan organisasi Muhammadiyah. Hal ini dipicu oleh perbedaan metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan tersebut tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Metode ini menitikberatkan pada perhitungan astronomis yang presisi tanpa harus menunggu konfirmasi visual di lapangan.

Di sisi lain, kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kemenag memprediksi bahwa hari raya akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Perbedaan satu hari ini kemungkinan besar terjadi karena posisi hilal pada Kamis sore diprediksi belum memenuhi kriteria MABIMS. Kriteria tersebut mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Penjelasan BRIN Mengenai Posisi Hilal

Peneliti senior dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memberikan gambaran teknis mengenai kondisi langit pada 19 Maret 2026. Menurutnya, posisi hilal di wilayah Asia Tenggara saat matahari terbenam masih berada di bawah ambang batas kriteria yang disepakati. Kondisi ini membuat kemungkinan hilal untuk terlihat secara visual menjadi sangat kecil.

Jika hilal tidak berhasil terlihat, maka bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari atau dikenal dengan istilah istikmal. Hal inilah yang mendasari prediksi bahwa pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) kemungkinan besar akan merayakan Hari Raya Idulfitri 2026 pada hari Sabtu. Namun, kepastian akhir tetap berada di tangan Menteri Agama setelah mendengar laporan dari seluruh titik rukyat.

Pemerintah senantiasa mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga toleransi dan semangat persaudaraan jika terjadi perbedaan tanggal lebaran. Perbedaan metode adalah hal yang lumrah dalam khazanah keilmuan Islam di Indonesia. Fokus utama tetap pada esensi ibadah dan kemenangan setelah menjalankan puasa Ramadan selama sebulan penuh.