Uptodai.com - Konsumsi BBM Pertamax Green melonjak secara signifikan selama periode arus mudik Lebaran 2026 yang berlangsung baru-baru ini. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran perilaku masyarakat yang mulai beralih ke bahan bakar ramah lingkungan dengan performa tinggi.

Kenaikan angka permintaan ini bahkan melampaui prediksi awal para pengamat energi nasional. Masyarakat tampaknya semakin menyadari pentingnya menjaga kondisi mesin kendaraan untuk perjalanan jarak jauh yang menantang dan melelahkan.

Lonjakan Tajam Bahan Bakar Bioetanol Tebu

Pertamina mencatat bahwa penjualan produk Pertamax Green mengalami pertumbuhan paling pesat dibandingkan varian bahan bakar lainnya. Produk yang merupakan hasil pencampuran bensin RON 92 dengan bioetanol berbasis tetes tebu (molase) sebesar 5 persen ini semakin diminati pemilik kendaraan.

Pada puncak arus mudik yang jatuh pada 20 Maret 2026 atau H-1 Lebaran, konsumsi BBM Pertamax Green melonjak hingga mencapai angka 94,7 persen. Persentase ini dihitung berdasarkan perbandingan dengan rata-rata konsumsi harian normal pada Januari 2026 lalu.

Kenaikan yang nyaris menyentuh 100 persen ini membuktikan bahwa bahan bakar nabati mulai mendapatkan tempat di hati konsumen Indonesia. Selain lebih ramah lingkungan, kandungan oktan RON 95 pada Pertamax Green memberikan daya dorong yang lebih stabil bagi mesin modern.

Mengapa Konsumsi BBM Pertamax Green Melonjak?

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa peningkatan ini merupakan bagian dari tren positif di tengah masyarakat. Para pemudik kini lebih selektif dalam memilih jenis bahan bakar untuk menunjang mobilitas mereka yang sangat tinggi.

Menurut Baron, perjalanan mudik identik dengan jarak tempuh yang sangat panjang serta kondisi lalu lintas yang seringkali tidak terduga. Hal ini mendorong pemilik kendaraan untuk menggunakan Pertamax Series demi menjaga performa mesin tetap optimal dan mencegah risiko kerusakan di tengah jalan.

Selain Pertamax Green, varian Pertamax lainnya juga mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan selama periode libur panjang tersebut. Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan sebesar 11,8 persen, sementara Pertamax Turbo (RON 98) melesat hingga 34,5 persen dari angka normal.

Kesiapan Stok di Tengah Ketidakpastian Global

Pihak manajemen Pertamina telah mengantisipasi lonjakan permintaan ini dengan memperkuat stok pasokan di berbagai titik krusial sejak jauh hari. Langkah mitigasi ini sangat penting mengingat mobilisasi masyarakat selama Idulfitri 2026 diprediksi sebagai salah satu yang terbesar.

Meskipun stok dipastikan dalam kondisi aman, Pertamina tetap mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan energi. Hal ini berkaitan erat dengan situasi geopolitik dunia, terutama konflik di Timur Tengah yang memberikan tekanan pada harga minyak mentah global.

Partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan efisiensi energi sangat diharapkan untuk menjaga ketahanan energi nasional. Dengan membeli bahan bakar sesuai kebutuhan, masyarakat turut membantu pemerintah dalam mengelola ketersediaan BBM dan LPG di seluruh pelosok negeri.

Layanan Ekstra untuk Kenyamanan Pemudik

Untuk mendukung kelancaran arus balik yang akan segera tiba, Pertamina menyiagakan berbagai layanan tambahan di sepanjang jalur utama. SPBU Siaga kini beroperasi penuh selama 24 jam untuk melayani kebutuhan para pengendara yang melintas.

Selain itu, layanan motoris pengantar BBM juga dikerahkan untuk menjangkau titik-titik kemacetan parah yang sulit diakses mobil tangki. Semua upaya ini dilakukan agar perjalanan masyarakat tetap nyaman hingga momen Lebaran benar-benar berakhir dengan aman.