Alasan Veda Ega Pratama Tak Selebrasi Sampanye di Moto3 Brasil
Uptodai.com - Selebrasi Veda Ega Pratama Moto3 Brasil menarik perhatian publik setelah ia berhasil mengamankan podium ketiga pada balapan yang berlangsung sengit tersebut. Pembalap muda asal Gunungkidul ini memilih untuk menepi sejenak saat tradisi semprot sampanye dimulai oleh para rivalnya di atas podium. Langkah ini dianggap sebagai bentuk kedewasaan dan prinsip yang kuat dari seorang atlet muda di kancah internasional.
Aksi santun tersebut langsung viral di media sosial dan menuai banyak pujian dari warganet Indonesia. Banyak yang mengaitkan tindakan tersebut dengan prinsip religius yang dipegang teguh oleh sang pembalap. Veda terlihat tenang dan tetap menghargai rekan-rekannya meski tidak ikut serta dalam euforia siraman minuman beralkohol tersebut.
Menghormati Keyakinan dan Momen Idul Fitri
Kejadian menarik ini bermula saat lagu kebangsaan pemenang balapan selesai dikumandangkan di sirkuit. Dua pembalap tim Aspar, Maximo Quiles dan Marco Morelli, segera mengambil botol sampanye untuk merayakan kemenangan mereka. Namun, Veda justru memilih mundur ke area belakang podium untuk menghindari cipratan minuman tersebut.
Sikap konsisten ini bukan tanpa alasan, mengingat Veda merupakan seorang muslim yang taat. Terlebih lagi, momen keberhasilannya di Moto3 Brasil 2026 bertepatan dengan suasana Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal ini membuat publik semakin kagum karena ia tetap menjaga nilai-nilai spiritualnya di tengah gemerlap dunia balap profesional.
Setelah aksi saling semprot sampanye antara Quiles dan Morelli berakhir, Veda kembali bergabung untuk sesi foto bersama. Ia merayakan pencapaiannya dengan cara yang lebih sederhana namun tetap penuh kehangatan. Bahkan, saat melakukan tradisi bersulang atau ‘tos’, ia terlihat menggunakan minuman berenergi sebagai pengganti sampanye.
Batasan Usia dan Botol yang Masih Tersegel
Selain faktor keyakinan, alasan Veda Ega Pratama hindari sampanye ternyata juga berkaitan dengan aturan hukum dan teknis. Dalam sebuah sesi wawancara santai, pembalap berbakat ini memberikan penjelasan tambahan mengenai situasinya di podium. Ia menekankan bahwa faktor usia menjadi salah satu pertimbangan utama mengapa ia tidak menyentuh minuman tersebut.
“Memang kan saya masih di bawah 18 tahun, jadi belum boleh selebrasi pakai itu, belum boleh sembur-semburan,” ujar Veda kepada wartawan pada Jumat, 27 Maret 2026. Penjelasan ini merujuk pada regulasi ketat di banyak negara mengenai konsumsi dan penggunaan alkohol bagi anak di bawah umur. Veda menunjukkan bahwa ia sangat memahami aturan yang berlaku di dunia balap profesional.
Selain masalah usia, Veda juga mengungkapkan sebuah fakta unik yang terjadi di atas podium Brasil tersebut. Ia menyebutkan bahwa botol yang ada di tangannya sebenarnya masih dalam kondisi tersegel rapat. “Terus juga, soalnya punya saya sendiri juga belum dibuka waktu itu, masih ada tutupnya,” tambahnya sambil tersenyum mengenang momen tersebut.
Performa Gemilang Veda Ega Pratama di Musim Debut
Keberhasilan meraih podium ketiga di Brasil menjadi tonggak sejarah penting bagi karier balap Veda Ega Pratama. Sebagai pembalap rookie atau pendatang baru, ia mampu beradaptasi dengan cepat terhadap atmosfer persaingan Moto3 yang sangat kompetitif. Sebelumnya, pada seri pembuka di Thailand, ia juga tampil impresif dengan finis di posisi kelima.
Konsistensi yang ditunjukkan oleh Veda membuatnya mulai diperhitungkan sebagai salah satu kandidat kuat di papan atas klasemen. Saat ini, ia bertengger di peringkat ketiga klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 27 poin. Pencapaian ini membuktikan bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing sejajar dengan pembalap-pembalap terbaik dari Eropa dan Amerika Latin.
Prestasi luar biasa ini menjadi angin segar bagi dunia otomotif tanah air yang merindukan sosok pembalap di kancah dunia. Dengan kombinasi antara skill balap yang mumpuni dan kepribadian yang santun, Veda Ega Pratama diprediksi akan terus bersinar. Dukungan penuh dari masyarakat Indonesia diharapkan mampu memotivasi dirinya untuk meraih hasil lebih baik di seri-seri berikutnya.