Uptodai.com - Warga Prancis marah ke Trump setelah serangkaian pernyataan kontroversial yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat tersebut dalam sebuah pertemuan tertutup baru-baru ini. Ketegangan diplomatik ini mencuat setelah Donald Trump dilaporkan mengejek Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di hadapan sejumlah pihak saat acara makan siang pribadi.

Dalam kesempatan tersebut, Trump melontarkan kritik tajam kepada Macron karena dianggap tidak memberikan dukungan penuh terhadap langkah militer Amerika Serikat di Iran. Trump merasa sekutu NATO-nya tersebut terlalu ragu-ragu dalam mengambil sikap tegas di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Teheran. Namun, cara Trump menyampaikan kritik tersebut justru memicu gelombang kemarahan di seluruh lapisan masyarakat Prancis.

Reaksi Keras Parlemen Prancis Atas Ejekan Trump

Ketua majelis rendah parlemen Prancis, Yael Braun-Pivet, memberikan respons yang sangat keras terhadap sikap Trump yang dianggap tidak memiliki etika diplomasi. Ia menegaskan bahwa ejekan tersebut sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang pemimpin negara besar di tengah situasi dunia yang sedang genting. Menurutnya, saat ini para pemimpin seharusnya fokus pada solusi perdamaian, bukan malah melontarkan hinaan pribadi.

Braun-Pivet menyampaikan keberatannya melalui saluran berita Franceinfo dengan nada bicara yang penuh penekanan. Ia menyoroti bagaimana Trump tampak tertawa dan meremehkan penderitaan orang-orang yang saat ini sedang bertaruh nyawa di medan perang Iran. Sikap arogan tersebut dianggap telah melukai perasaan rakyat Prancis yang menjunjung tinggi martabat kedaulatan negara mereka.

Oposisi Prancis Bersatu Membela Presiden Macron

Fenomena menarik muncul ketika para pengkritik internal Macron di Prancis justru berbalik membelanya dari serangan Trump. Manuel Bompard, koordinator partai sayap kiri France Unbowed, menyatakan bahwa ia sangat tidak setuju dengan kebijakan domestik Macron. Namun, ia merasa wajib membela kehormatan presidennya ketika diserang secara personal oleh pemimpin asing.

Bompard menekankan bahwa serangan Trump yang menyeret nama istri Macron, Brigitte Macron, merupakan tindakan yang melampaui batas kewajaran. Ia menyebut perilaku Trump sama sekali tidak bisa diterima dalam standar hubungan internasional mana pun. Persatuan antara pemerintah dan oposisi ini menunjukkan betapa seriusnya warga Prancis marah ke Trump akibat insiden ini.

Ejekan Pribadi Terhadap Brigitte Macron dan Isu Disinformasi

Trump sebelumnya sempat mengunggah sebuah video di saluran YouTube Gedung Putih yang berisi ejekan terhadap hubungan rumah tangga Macron. Ia merujuk pada sebuah video dari Mei 2025 yang memperlihatkan interaksi antara Macron dan istrinya saat berkunjung ke Vietnam. Trump mengklaim bahwa Brigitte memperlakukan suaminya dengan buruk, sebuah narasi yang telah dibantah keras oleh pihak Istana Elysee.

Pihak Prancis sendiri telah mengklarifikasi bahwa video yang dirujuk Trump adalah bagian dari kampanye disinformasi yang sengaja disebarkan untuk menjatuhkan reputasi Macron. Macron menegaskan bahwa apa yang terlihat dalam video tersebut hanyalah candaan biasa antara suami dan istri. Trump tetap menggunakan narasi tersebut untuk meremehkan posisi Macron di mata dunia internasional.

Ketegangan NATO dan Penolakan Bantuan Militer di Teluk

Selain serangan pribadi, Trump juga menirukan aksen Prancis Macron dengan nada mengejek saat menceritakan percakapan mereka mengenai bantuan militer di Teluk. Trump mengklaim bahwa ia meminta bantuan kapal perang kepada Prancis untuk melumpuhkan ancaman rudal balistik. Namun, ia menyebut Macron menolak permintaan tersebut dengan alasan ingin menunggu hingga perang hampir selesai.

Sikap Trump yang meremehkan peran NATO dan sekutu-sekutunya ini diprediksi akan memperburuk hubungan transatlantik di masa depan. Banyak pengamat menilai bahwa perilaku Trump ini justru akan membuat negara-negara Eropa semakin menjauh dari pengaruh Washington. Jika ketegangan ini terus berlanjut, solidaritas NATO dalam menghadapi krisis global terancam mengalami keretakan yang sangat serius.