Duet Jay Idzes dan Elkan Baggott Disorot, Media Vietnam Malah Senang
Uptodai.com - Duet Jay Idzes dan Elkan Baggott kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola tanah air setelah performa keduanya mendapatkan evaluasi tajam. Meski keduanya memiliki postur menjulang dan pengalaman di kompetisi Eropa, kombinasi ini dianggap menyimpan celah yang cukup mengkhawatirkan bagi pertahanan Skuad Garuda. Mantan bek Timnas Indonesia, Aris Indarto, secara terbuka memberikan kritik terhadap skema yang diterapkan oleh pelatih John Herdman tersebut.
Aris menilai bahwa menempatkan Idzes dan Baggott secara bersamaan justru bisa menjadi titik lemah yang membahayakan gawang Indonesia. Menurutnya, kedua pemain tersebut memiliki karakteristik bermain yang sangat mirip, yakni bertipe bek “stylish” yang lebih mengandalkan penempatan posisi. Kondisi ini dianggap kurang ideal karena lini belakang membutuhkan sosok pemain yang agresif atau berperan sebagai “penghancur” serangan lawan.
Risiko Karakter Bermain yang Terlalu Mirip
Kekhawatiran utama muncul karena baik Jay Idzes maupun Elkan Baggott cenderung menunggu pergerakan lawan daripada melakukan intersep langsung yang memutus aliran bola. Karakteristik pasif ini membuat lini pertahanan Timnas Indonesia rentan ditembus oleh penyerang lawan yang memiliki kecepatan tinggi. Aris Indarto menyoroti bagaimana koordinasi keduanya sering kali terlambat dalam menutup ruang kosong saat transisi bertahan.
Salah satu momen yang menjadi bukti adalah ketika Baggott terlihat terlambat turun saat menghadapi serangan balik cepat dari tim Saint Kitts and Nevis beberapa waktu lalu. Kejadian tersebut hampir saja berujung gol bagi lawan jika lini tengah tidak sigap memberikan bantuan. Aris menyarankan agar tim pelatih lebih mempertimbangkan komposisi trio Justin Hubner, Jay Idzes, dan Rizky Ridho yang terbukti memiliki chemistry lebih solid.
Kegembiraan Media Vietnam Menjelang Piala AFF 2026
Di sisi lain, situasi internal Indonesia ini justru disambut dengan penuh suka cita oleh media-media di Vietnam. Media Soha secara terang-terangan merasa girang melihat potensi penurunan kekuatan Timnas Indonesia menjelang gelaran Piala AFF 2026 mendatang. Mereka memprediksi Indonesia akan kesulitan tampil maksimal karena turnamen tersebut tidak masuk dalam kalender resmi FIFA.
Kondisi ini membuat klub-klub di Eropa memiliki hak penuh untuk menolak melepas pemain mereka, termasuk para pilar diaspora. Nama-nama besar seperti Emil Audero, Maarten Paes, hingga Jay Idzes kemungkinan besar tidak akan mendapatkan izin dari klub masing-masing. Media Vietnam menilai hal ini sebagai keuntungan besar bagi tim nasional mereka untuk kembali mendominasi kawasan Asia Tenggara.
Desakan Pencarian Striker Nomor 9 yang Tajam
Selain persoalan di sektor belakang, pengamat sepak bola senior Bung Ropan juga menyuarakan kegelisahannya mengenai tumpulnya lini depan. Ia mendesak PSSI untuk bergerak lebih cepat dalam mencari sosok striker murni atau “nomor 9” yang haus gol. Menurutnya, dominasi permainan yang ditunjukkan anak asuh Shin Tae-yong sering kali terbuang percuma karena ketiadaan penyelesaian akhir yang klinis.
PSSI saat ini memang tengah dikabarkan menjalin komunikasi dengan beberapa pemain keturunan untuk mengisi posisi ujung tombak tersebut. Salah satu nama yang santer dibicarakan adalah Ole Romeny, yang diharapkan bisa menjadi solusi permanen bagi masalah produktivitas gol Indonesia. Kehadiran striker berkualitas dunia dianggap sebagai kepingan terakhir yang dibutuhkan untuk membawa Garuda terbang lebih tinggi di kancah internasional.