Uptodai.com - Aset kendaraan Ko Erwin disita oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri sebagai langkah tegas dalam memberantas jaringan narkoba internasional. Penyitaan ini merupakan bagian dari pengembangan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang melibatkan tersangka Erwin Iskandar alias Ko Erwin. Berbagai jenis mobil mewah hingga armada operasional bisnis kini berada di bawah penguasaan negara sebagai barang bukti.

Langkah hukum ini menyoroti pola baru para pelaku kejahatan dalam menyamarkan hasil bisnis haram mereka melalui aset bergerak. Penyidik menemukan adanya aliran dana besar yang sengaja dialihkan ke rekening anggota keluarga terdekat untuk menghindari radar otoritas. Strategi ini bertujuan untuk memutus jejak transaksi agar kekayaan hasil narkotika terlihat seperti hasil usaha legal.

Modus Pencucian Uang Melalui Aliran Dana Keluarga

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, mengungkapkan bahwa aset kendaraan Ko Erwin disita setelah penelusuran transaksi keuangan yang mendalam. Erwin Iskandar diduga kuat menyamarkan harta kekayaannya kepada istri dan kedua anaknya melalui transfer berkala. Hal ini dilakukan untuk mengaburkan asal-usul uang yang sebenarnya berasal dari peredaran narkotika lintas wilayah.

Penyidik bergerak cepat dengan mengamankan sejumlah unit mobil dari tangan istri tersangka yang berinisial VVP. Dari hasil penggeledahan, polisi menyita satu unit Toyota Avanza senilai Rp300 juta dan satu unit Mitsubishi Xpander seharga Rp350 juta. Selain kendaraan bermotor, penyidik juga mengamankan beberapa sertifikat properti milik VVP yang diduga kuat berkaitan dengan aliran dana Erwin.

Pajero Sport dan Properti Milik Sang Anak

Tak hanya sang istri, anak Erwin yang berinisial HSI juga terseret dalam pusaran kasus pencucian uang yang melibatkan ayahnya tersebut. Polisi menyita satu unit Mitsubishi Pajero Sport senilai Rp650 juta yang diduga dibeli menggunakan dana kiriman dari tersangka utama. SUV mewah tersebut menjadi salah satu bukti kuat adanya pemanfaatan dana ilegal untuk memenuhi gaya hidup konsumtif keluarga.

HSI diketahui memiliki sejumlah aset lain yang cukup signifikan dalam daftar penyitaan kali ini oleh tim Dittipidnarkoba. Penyidik mengamankan aset properti berupa gudang dan ruko yang selama ini digunakan untuk mendukung kegiatan operasional usaha keluarga. Semua aset tersebut kini dalam proses penyegelan dan pengawasan ketat kepolisian untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut di pengadilan.

Bisnis Travel Jadi Kedok Penyamaran Aset

Penyitaan dengan nilai terbesar justru ditemukan pada anak Erwin lainnya yang berinisial CA di lokasi yang berbeda. Dari tangan CA, polisi mengamankan lima unit kendaraan operasional yang memiliki nilai jual sangat tinggi di pasar otomotif. Total nilai aset yang berhasil disita dari CA mencapai angka fantastis, yakni sebesar Rp2,9 miliar dalam bentuk kendaraan komersial.

Daftar kendaraan tersebut mencakup dua unit Toyota Hiace Premio dan dua unit Toyota Hiace Commuter yang dikenal sebagai armada travel kelas premium. Selain itu, terdapat satu unit Mitsubishi Xpander yang juga ikut diamankan oleh petugas saat proses penggeledahan berlangsung. Seluruh kendaraan ini digunakan untuk menjalankan operasional bisnis transportasi yang dikelola secara profesional oleh CA.

Bisnis travel tersebut awalnya beroperasi dengan nama PT Sumber Bima Abadi Trans Travel untuk melayani rute antar kota. Namun, dalam perkembangannya, perusahaan tersebut berganti nama menjadi PT Sukses Abadi Buana guna memperbarui citra perusahaan. Penyidik menduga kuat bahwa modal awal dan pengembangan bisnis ini sepenuhnya berasal dari uang hasil peredaran gelap narkoba.

Penindakan ini menjadi bukti komitmen Polri dalam memiskinkan bandar narkoba melalui instrumen Undang-Undang TPPU yang berlaku di Indonesia. Penyitaan aset tidak hanya menyasar barang mewah pribadi, tetapi juga infrastruktur bisnis yang dibangun dari dana ilegal. Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap pertumbuhan bisnis yang tidak wajar dan segera melaporkan aliran dana mencurigakan.