Uptodai.com - Kehadiran mobil taksi tanpa supir Geely bernama EVA Cab menjadi sorotan utama dalam ajang Beijing Auto Show 2026 yang baru saja berlangsung. Kendaraan prototipe robotaxi ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara AFARI Technology dan CaoCao Mobility. Geely merancang mobil ini sepenuhnya sebagai kendaraan otonom yang tidak lagi membutuhkan peran pengemudi manusia di balik kemudi.

Langkah revolusioner ini menandai babak baru dalam industri transportasi global yang semakin mengandalkan kecerdasan buatan. EVA Cab bukan sekadar konsep, melainkan wujud nyata dari visi Geely untuk menciptakan mobilitas yang lebih efisien. Perusahaan optimis bahwa teknologi ini akan menjadi solusi transportasi perkotaan yang lebih aman dan terintegrasi.

Teknologi LiDAR Digital dan Kecerdasan Buatan Level 4

Geely membekali EVA Cab dengan teknologi LiDAR digital 2.160 line sebagai sensor utama untuk sistem navigasi mandirinya. Perangkat canggih ini mampu mendeteksi hingga 25,92 juta titik per detik dengan jangkauan deteksi mencapai 600 meter. Kemampuan tersebut memungkinkan kendaraan untuk memetakan kondisi lingkungan sekitar dengan detail yang sangat tajam dan akurat.

Sistem otonom pada mobil taksi tanpa supir Geely ini berjalan di atas platform Full-Domain AI 2.0 yang mengadopsi konsep Akal Imitasi. Teknologi ini memungkinkan kendaraan untuk belajar dan beradaptasi dengan berbagai skenario jalan raya layaknya manusia. Dengan dukungan perangkat lunak otonom Level 4, mobil ini mampu beroperasi penuh tanpa intervensi pengemudi di wilayah tertentu.

Dapur pacu digitalnya tidak main-main karena didukung oleh tiga chip pemrosesan tingkat tinggi secara sekaligus. Geely menyematkan NVIDIA SuperChip, NVIDIA Thor U, dan Qualcomm Snapdragon 8397 untuk memastikan pengolahan data berjalan kilat. Kombinasi perangkat keras ini menjamin respons kendaraan tetap presisi dalam menyesuaikan kondisi lalu lintas yang dinamis secara riil.

Desain Interior Futuristik dan Kenyamanan Penumpang

Beralih ke sisi desain, EVA Cab mengusung filosofi ‘Tech-driven Mobility Leading to a Better Life’ yang sangat kental. Kendaraan ini menggunakan pintu geser elektrik dengan bukaan lebar untuk memudahkan akses keluar masuk para penumpang. Desain eksteriornya yang aerodinamis mencerminkan identitas kendaraan masa depan yang efisien namun tetap terlihat elegan.

Bagian kabin menghadirkan tata letak kursi yang saling berhadapan untuk memaksimalkan ruang interaksi antar penumpang. Konsep ini sengaja dipilih untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial yang mengutamakan kenyamanan sosial selama perjalanan. Penggunaan material berkualitas tinggi di seluruh sudut interior juga menambah kesan mewah pada robotaxi ini.

Untuk meningkatkan pengalaman berkendara, Geely menyematkan atap kaca panoramik yang mereka sebut sebagai Galaxy Skyroof. Fitur ini memberikan pandangan luas ke arah langit dan menciptakan suasana kabin yang terasa lebih lapang. Selain itu, panel pintu Drifting Galaxy dan sandaran tangan Orchid Pavilion turut memberikan sentuhan estetika yang hangat dan futuristik.

Target Produksi Massal dan Komitmen Geely di Tahun 2027

Geely Auto Group telah menetapkan target ambisius untuk memulai produksi massal EVA Cab melalui layanan CaoCao Mobility pada tahun 2027. Proyek ini menjadi bagian dari komitmen besar perusahaan untuk bertransformasi menjadi produsen mobil berbasis AI sepenuhnya. Mereka yakin bahwa mobil taksi tanpa supir Geely akan menjadi standar baru dalam industri transportasi umum.

Integrasi antara teknologi Quantum-Grade AI EEA 4.0 dan perangkat keras kelas atas menjadikan EVA Cab sebagai salah satu kandidat robotaxi terkuat di pasar global. Geely terus melakukan pengujian intensif untuk memastikan standar keselamatan tertinggi sebelum dilepas ke publik. Kehadiran armada ini diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan akibat kelalaian manusia di jalan raya.

Dengan rencana peluncuran yang semakin dekat, industri otomotif dunia kini tertuju pada perkembangan teknologi otonom asal China ini. Geely membuktikan bahwa masa depan transportasi bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang siap dinikmati dalam waktu dekat. Transformasi digital ini diprediksi akan mengubah gaya hidup masyarakat dalam bermobilitas secara permanen.