Uptodai.com - Penerapan cara mengelola armada kendaraan listrik yang tepat kini menjadi kunci utama bagi perusahaan yang ingin melakukan transisi energi secara efisien. Seiring dengan meningkatnya adopsi kendaraan ramah lingkungan di sektor korporasi, tantangan operasional pun turut bergeser secara signifikan. Perusahaan tidak lagi hanya memantau konsumsi bahan bakar minyak, melainkan harus fokus pada aspek krusial seperti kesehatan baterai dan manajemen pengisian daya.

Langkah transisi ini sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia dalam mempercepat terciptanya ekosistem kendaraan ramah lingkungan di tanah air. Banyak perusahaan logistik dan operasional mulai meremajakan armada mereka dengan unit bertenaga baterai demi menekan emisi karbon secara global. Namun, tanpa sistem pemantauan yang tepat, investasi besar pada armada ramah lingkungan ini justru berisiko mengalami penurunan nilai yang cepat akibat kerusakan baterai.

Solusi Telematika Modern untuk Era Elektrifikasi

Untuk menjawab tantangan tersebut, Teltonika Telematics kembali menyelenggarakan Telematics Summit South Asia di Jakarta guna merumuskan solusi terbaik. Acara tahunan yang telah berlangsung selama dua tahun berturut-turut ini sukses mempertemukan lebih dari 150 pakar telematika dari kawasan Asia Selatan serta tim ahli langsung dari Vilnius, Lithuania. Melalui forum ini, para pelaku industri dapat saling berbagi wawasan mengenai masa depan pengelolaan armada berbasis digital.

Head of Sales for South Asia Teltonika Telematics, Adomas JurÄ—nas, menegaskan bahwa industri telematika kini telah berkembang jauh melampaui sekadar alat pelacak posisi kendaraan. Ia menyayangkan masih banyak perusahaan yang hanya memanfaatkan GPS konvensional untuk melacak lokasi, riwayat perjalanan, dan mendeteksi pelanggaran kecepatan saja. Padahal, teknologi telematika modern mampu menyajikan data yang jauh lebih komprehensif guna mendongkrak efisiensi bisnis secara keseluruhan.

Optimalisasi Kinerja Baterai Melalui Jaringan CAN

Dalam kesempatan yang sama, Product Owner for E-Mobility Teltonika, Giedrius Adomaitis, menjelaskan bahwa kendaraan listrik membutuhkan pendekatan manajemen yang sangat berbeda dari kendaraan konvensional. Melalui integrasi ke jaringan CAN (Controller Area Network), perangkat telematika dapat mengakses data vital kendaraan secara real-time. Informasi seperti suhu operasional baterai, sisa daya, hingga potensi kerusakan sistem elektronik dapat dideteksi sebelum terjadi kerusakan fatal.

Giedrius juga mengingatkan bahwa kebiasaan pengisian daya yang buruk dapat memperpendek usia pakai baterai kendaraan secara drastis. Membiarkan daya baterai turun di bawah 20 persen atau terlalu sering menggunakan fitur pengisian cepat (fast charging) dapat mempercepat degradasi performa baterai. Dengan bantuan teknologi telematika, manajemen perusahaan dapat memantau kebiasaan pengemudi dan menjadwalkan perawatan secara preventif demi menjaga aset jangka panjang.