Uptodai.com - Kesepakatan damai AS dan Iran dikabarkan akan segera ditandatangani oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada hari Minggu ini. Langkah diplomasi bersejarah ini diharapkan mampu meredakan ketegangan geopolitik yang telah berlangsung lama di kawasan Timur Tengah. Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menegaskan bahwa draf perjanjian tersebut dijadwalkan selesai dalam waktu dekat. Jika berjalan lancar, kesepakatan ini akan menjadi babak baru dalam hubungan bilateral kedua negara.

Salah satu poin krusial dalam draf tersebut adalah pembukaan kembali Selat Hormuz yang sebelumnya ditutup akibat eskalasi konflik. Jalur pelayaran internasional ini sangat vital bagi distribusi minyak global yang memengaruhi stabilitas ekonomi dunia. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan optimismenya bahwa kesepakatan ini dapat rampung dalam kurun waktu 24 jam. Pakistan sendiri memainkan peran sentral sebagai mediator utama yang menjembatani komunikasi antara Washington dan Teheran.

Dampak Ekonomi Global dari Pembukaan Selat Hormuz

Penutupan Selat Hormuz sebelumnya telah memicu kekhawatiran besar di pasar energi global karena sepertiga dari total pengiriman minyak dunia melewati jalur ini. Ketegangan di selat tersebut sempat membuat harga minyak mentah melonjak tajam dan meningkatkan biaya logistik perkapalan internasional. Dengan dibukanya kembali jalur ini, para pelaku pasar optimistis inflasi energi global dapat ditekan secara signifikan. Banyak negara importir minyak kini bernapas lega menanti realisasi dari kesepakatan damai tersebut.

Perbedaan Pandangan Terkait Waktu Penandatanganan

Meski pihak AS menunjukkan optimisme tinggi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmael Baghaei, memberikan pernyataan yang sedikit berbeda. Baghaei menegaskan bahwa nota kesepahaman kemungkinan belum akan ditandatangani pada hari Minggu ini. Tim negosiator dari Iran juga dilaporkan belum menjadwalkan keberangkatan segera menuju Jenewa, Swiss, untuk proses finalisasi. Iran memperkirakan proses penandatanganan resmi baru akan terealisasi dalam beberapa hari ke depan setelah detail teknis disepakati.

Perbedaan timeline ini menunjukkan bahwa masih ada rincian sensitif yang perlu diselaraskan oleh kedua belah pihak di meja perundingan. Swiss sering kali menjadi tuan rumah netral untuk diplomasi tingkat tinggi ini, memastikan kerahasiaan dan keamanan para delegasi. Keterlibatan aktif Pakistan juga membuktikan bahwa diplomasi regional sangat menentukan dalam memecahkan kebuntuan politik luar negeri AS. Meskipun ada perbedaan kecil mengenai waktu, kedua negara sepakat bahwa mereka kini berada di posisi terdekat menuju perdamaian.

Ketegangan yang Masih Membara di Lebanon Selatan

Di tengah kemajuan diplomasi antara AS dan Iran, situasi di lapangan justru masih diwarnai pertumpahan darah akibat serangan militer Israel. Serangan udara Israel dilaporkan terus menggempur wilayah Lebanon selatan hingga merenggut korban jiwa. Sedikitnya lima orang dinyatakan tewas, termasuk Wali Kota Ar-rihan, Ali Badie, dalam serangan di distrik Jezzine. Korban tewas lainnya juga dilaporkan berada di wilayah Deir al-Zahrani dan Kafr Reman yang terletak di distrik Nabatieh.