Uptodai.com - Pembalap muda berbakat asal Indonesia, Kiandra Ramadhipa Moto3 Junior, sukses menunjukkan performa yang sangat impresif pada awal musim balap tahun ini. Kualitas balapnya yang kian matang dibuktikan lewat kemenangan dramatis di Sirkuit Estoril, Portugal, pada pertengahan Juni 2026 lalu. Keberhasilan tersebut diraih setelah ia melakukan manuver berani di tikungan terakhir pada lap penutup.

Prestasi gemilang ini tidak datang begitu saja, melainkan berkat program pembinaan intensif yang difasilitasi oleh Astra Honda Motor di Spanyol. Negeri Matador tersebut dikenal sebagai kiblat balap motor dunia yang melahirkan banyak pembalap kelas dunia di ajang MotoGP. Di sana, Ramadhipa mendapatkan porsi latihan yang jauh lebih berat dan komprehensif dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya.

“Tahun ini saya merasa lebih siap karena fasilitas latihan yang mumpuni,” ujar Ramadhipa dalam sebuah konferensi pers daring. Latihan intensif tersebut dipimpin langsung oleh Joan Olive, mantan pembalap Grand Prix yang kini mengomandani Olive Racing Service (ORS). Joan Olive sendiri merupakan sosok bertangan dingin yang sebelumnya sukses membimbing pembalap Indonesia lainnya seperti Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama.

Selama berada di Spanyol, Ramadhipa menjalani berbagai menu latihan mulai dari olah fisik, gym, bersepeda, hingga latihan motor di berbagai sirkuit lokal. Semua program ini dirancang secara sistematis untuk mempercepat adaptasi dan meningkatkan stamina sang pembalap di atas lintasan. Dukungan fasilitas yang lengkap ini diakui sangat membantu dirinya untuk terus berkembang dan mengevaluasi kelemahan setiap harinya.

Tantangan Teknis dan Kemampuan Membaca Data

Transisi dari kelas Moto4 ke kelas Moto3 Junior Championship tentu membawa tantangan teknis yang tidak mudah bagi pembalap muda ini. Ia kini harus menjinakkan Honda NSF250RW, sebuah motor balap prototipe murni yang memiliki karakteristik mesin dan geometri sangat agresif. Namun, Ramadhipa mengaku kini jauh lebih pintar dalam membaca dan menganalisis data telemetri motornya bersama tim mekanik.

Kemampuan membaca data yang lebih detail ini membuat komunikasi antara pembalap dan kru mekanik menjadi jauh lebih efektif. Alhasil, setelan motor atau setup dapat disesuaikan dengan cepat dan akurat sesuai dengan karakter sirkuit yang dihadapi. Berkat perkembangan positif ini, Ramadhipa kini optimis bisa terus bersaing memperebutkan gelar juara karena hanya terpaut tujuh poin dari pemuncak klasemen, Giulio Pugliese.