Uptodai.com - Banyak orang menganggap remeh kebiasaan mendengkur, padahal ada bahaya mendengkur saat tidur yang mengintai kesehatan otak kita. Dokter spesialis saraf memperingatkan bahwa suara dengkur yang keras bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang jauh lebih serius. Kondisi ini sering kali berkaitan erat dengan gangguan pernapasan yang terjadi secara berulang sepanjang malam.

Dr. Pramod Krishnan, seorang ahli neurologi dari Manipal Hospital Bengaluru, menjelaskan bahwa mendengkur sering kali merupakan gejala dari obstructive sleep apnea (OSA). OSA sendiri merupakan kondisi medis di mana saluran napas bagian atas mengalami penyumbatan saat seseorang sedang terlelap. Akibatnya, aliran oksigen ke seluruh tubuh, terutama otak, akan terganggu secara drastis.

Penderita gangguan ini biasanya tidak menyadari bahwa napas mereka sempat terhenti beberapa kali selama tidur. Selain suara dengkur yang keras, gejala lain yang patut diwaspadai adalah rasa lelah yang ekstrem di siang hari. Penderita juga sering mengeluhkan sakit kepala saat bangun tidur serta kesulitan untuk berkonsentrasi.

Mengapa Gangguan Tidur Ini Memicu Stroke dan Demensia?

Ketika saluran pernapasan tersumbat, kadar oksigen dalam darah akan menurun secara berulang sepanjang malam. Kondisi hipoksia intermiten ini memicu terjadinya peradangan sistemik dan stres oksidatif yang merusak pembuluh darah otak. Dalam jangka panjang, kerusakan sel saraf ini dapat meningkatkan risiko stroke iskemik dan mempercepat penurunan fungsi kognitif yang memicu demensia.

Penelitian neurologis terbaru menunjukkan bahwa kurangnya pasokan oksigen ke otak mengganggu proses pembersihan protein beracun seperti beta-amiloid. Penumpukan protein ini merupakan salah satu pemicu utama penyakit Alzheimer. Oleh karena itu, gangguan tidur yang dibiarkan tanpa penanganan medis akan mempercepat kerusakan struktural pada area otak yang mengatur memori.

Langkah Penanganan dan Pencegahan

Untuk mengatasi masalah ini, langkah pertama yang sangat direkomendasikan adalah melakukan studi tidur atau polisomnografi di klinik khusus. Dokter biasanya akan menyarankan terapi menggunakan alat CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) untuk menjaga saluran napas tetap terbuka. Selain itu, perubahan gaya hidup sehat juga memegang peranan yang sangat penting.

Menurunkan berat badan, menghindari konsumsi alkohol sebelum tidur, dan mengubah posisi tidur menjadi miring dapat membantu mengurangi intensitas mendengkur. Jika Anda atau pasangan mengalami gejala mendengkur yang disertai henti napas, segera konsultasikan dengan dokter saraf. Penanganan dini tidak hanya memperbaiki kualitas tidur, tetapi juga melindungi otak Anda dari ancaman stroke fatal.