Benarkah Air Putih Bisa Membuang Gula Berlebih? Ini Faktanya
Uptodai.com - Banyak orang percaya bahwa cara membuang gula berlebih dengan air putih setelah mengonsumsi makanan manis adalah langkah yang efektif. Anggapan ini sering kali dijadikan pembenaran untuk tetap mengonsumsi hidangan tinggi gula secara bebas. Namun, apakah kebiasaan ini benar-benar terbukti secara medis atau hanya sekadar mitos belaka?
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Rosandi Himawan, Sp.PD, menjelaskan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Air putih memang sangat krusial untuk menjaga hidrasi dan mendukung kinerja organ tubuh. Meski demikian, cairan ini tidak dapat secara langsung menghapus dampak buruk dari lonjakan glukosa yang sudah masuk ke dalam sistem metabolisme.
Respons Tubuh Terhadap Lonjakan Gula
Ketika kita mengonsumsi makanan manis, tubuh akan merespons dengan meningkatkan kadar gula darah secara drastis. Lonjakan mendadak ini memicu pelepasan hormon insulin secara besar-besaran untuk mengolah glukosa tersebut. Proses ini juga dapat memicu reaksi peradangan atau inflamasi pada sel-sel tubuh yang tidak bisa diredam hanya dengan minum air.
Secara biologis, ginjal memang berfungsi menyaring darah dan membuang zat sisa melalui urine. Namun, jika kadar gula darah terlalu tinggi, ginjal harus bekerja ekstra keras melampaui kapasitas normalnya. Memaksa ginjal bekerja lebih berat dengan terus mengonsumsi gula lalu menggelontornya dengan air justru berisiko merusak nefron ginjal dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, dr. Rosandi menegaskan bahwa langkah paling tepat adalah membatasi asupan manis sejak awal. Mengandalkan air putih sebagai penetralisir setelah makan makanan manis bukanlah solusi yang bijak dan sehat. Langkah pencegahan dengan mengontrol apa yang masuk ke mulut tetap menjadi kunci utama kesehatan.
Aturan Batas Konsumsi Gula dan Air Harian
Menurut anjuran medis, batas konsumsi gula harian bagi orang dewasa sebaiknya tidak melebihi 50 gram atau setara dengan empat sendok makan. Mematuhi batasan ini sangat penting untuk menekan risiko penyakit metabolik seperti diabetes melitus tipe 2. Selain itu, menjaga asupan gula yang rendah juga akan melindungi fungsi ginjal dari kerusakan dini.
Di sisi lain, pemenuhan kebutuhan cairan harian tetap wajib diperhatikan dengan formula yang tepat. Dr. Rosandi menyarankan konsumsi air putih sebanyak 30 hingga 50 cc per kilogram berat badan setiap harinya. Jumlah ini tentu perlu disesuaikan kembali dengan tingkat aktivitas fisik serta kondisi kesehatan masing-masing individu.