Uptodai.com - Kondisi kesehatan yang memburuk akibat aksi mogok makan Sonam Wangchuk selama 20 hari memaksa aparat kepolisian melarikan aktivis kawakan tersebut ke rumah sakit. Langkah penyelamatan ini diambil setelah Pengadilan Tinggi Delhi mengeluarkan perintah darurat demi menyelamatkan nyawa pria berusia 59 tahun tersebut. Wangchuk melakukan aksi ekstrem ini di Jantar Mantar, New Delhi, sebagai bentuk protes keras terhadap Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan.

Tuntutan utama dari aksi mogok makan ini adalah desakan agar Menteri Pradhan segera mundur dari jabatannya. Gelombang protes dipicu oleh dugaan manipulasi dan ketidakberesan sistematis dalam pelaksanaan ujian masuk pendidikan kedokteran nasional. Ratusan mahasiswa dan simpatisan terus memadati area sekitar Jantar Mantar untuk memberikan dukungan moral langsung kepada sang aktivis.

Latar Belakang Skandal Ujian Kedokteran India

Krisis pendidikan ini bermula ketika kebocoran naskah soal ujian kedokteran (NEET-UG) terungkap ke publik dan memicu kemarahan nasional. Sekitar 2,2 juta calon mahasiswa terpaksa mengikuti ujian ulang di bawah pengamanan militer yang sangat ketat setelah ujian pertama dibatalkan. Skandal ini tidak hanya merusak kredibilitas sistem pendidikan India, tetapi juga menghancurkan mimpi jutaan pemuda yang telah belajar bertahun-tahun.

Selain kebocoran soal, publik juga menyoroti adanya kesalahan penilaian yang fatal pada ujian tingkat sekolah menengah di berbagai wilayah. Banyak pihak menilai bahwa kegagalan birokrasi ini mencerminkan korupsi yang mendalam di tubuh kementerian pendidikan. Oleh karena itu, gerakan protes ini dengan cepat mendapat simpati luas dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk kelompok oposisi politik.

Profil Sonam Wangchuk dan Dukungan Publik

Sonam Wangchuk sendiri bukanlah sosok sembarangan di India, melainkan seorang insinyur dan inovator lingkungan yang sangat dihormati. Ia terkenal secara global berkat proyek konservasi air inovatifnya, seperti pembuatan “Stupa Es” di wilayah gersang Pegunungan Himalaya. Dedikasinya terhadap isu-isu sosial dan lingkungan membuat seruannya memiliki pengaruh politik yang sangat besar bagi publik India.

Gerakan protes ini juga mendapat dorongan masif dari kampanye digital yang digalang oleh kelompok daring bernama Cockroach Janta Party. Sebelum dievakuasi oleh petugas medis, Wangchuk sempat menegaskan bahwa gerakan kecil saja bisa meruntuhkan pemerintahan di India. Ia percaya bahwa perjuangan membela integritas sektor pendidikan ini memiliki urgensi yang jauh lebih besar bagi masa depan bangsa.

Proses Evakuasi Medis yang Dramatis

Proses pemindahan Wangchuk ke rumah sakit sempat diwarnai ketegangan dan kericuhan kecil antara polisi dan para demonstran. Rekaman video menunjukkan kepanikan para pendukung saat polisi dengan perlengkapan medis lengkap menerobos barikade panggung protes. Pihak Kepolisian Delhi mengimbau agar seluruh massa di Jantar Mantar segera membubarkan diri secara damai demi ketertiban umum.