Uptodai.com - Bencana kebakaran hutan prancis semakin meluas dan memicu evakuasi massal di berbagai wilayah pinggiran kota Bordeaux. Suhu udara yang melonjak ekstrem akibat gelombang panas memperparah kobaran api yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pihak berwenang terus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan warga dari kepungan asap tebal dan ancaman api liar.

Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu mengonfirmasi bahwa lebih dari 141.000 orang telah dievakuasi dari wilayah Gironde dan Landes. Wilayah tersebut merupakan titik awal munculnya amukan api sebelum akhirnya meluas cepat ke pemukiman warga di sekitarnya. Pemerintah bahkan telah mengerahkan personil militer dan tentara nasional untuk memperkuat armada pemadam kebakaran di lapangan.

Krisis Iklim dan Evakuasi Skala Besar

Kepala administrasi lokal La Nouvelle-Aquitaine et de la Gironde, Sophie Brocas, mengungkapkan bahwa proses evakuasi masih berlangsung intensif di Le Haillan, Eysines, dan Merignac. Tempat-tempat umum seperti Pusat Pameran Bordeaux-Lac kini mendadak beralih fungsi menjadi posko pengungsian darurat bagi ribuan warga. Para pengungsi terpaksa meninggalkan kediaman mereka hanya dengan membawa barang seadanya demi menyelamatkan jiwa.

Dampak bencana ini terasa makin meluas hingga ke wilayah utara Bordeaux, termasuk daerah Haute-Vienne. Asap pekat yang membubung tinggi membuat pemerintah setempat mengimbau seluruh warga untuk mengunci rapat pintu dan jendela rumah mereka. Hal ini dilakukan guna mencegah risiko bahaya gangguan pernapasan akibat paparan polusi asap beracun dari krisis karhutla tersebut.

Ancaman Bagi Industri Pariwisata dan Kebun Anggur

Kondisi ini menjadi pukulan telak bagi kawasan Bordeaux yang selama ini dikenal dunia sebagai pusat perkebunan anggur kelas atas. Selain itu, kota ini merupakan hub transportasi vital bagi wisatawan internasional yang hendak berkunjung ke resor pantai Atlantik. Amukan si jago merah berpotensi melumpuhkan roda perekonomian lokal yang sangat bergantung pada sektor agrowisata dan pembuat anggur tradisional.

Data dari Reuters Climate Monitor mencatat suhu rata-rata di wilayah Aquitaine melonjak hingga 32,2 derajat Celsius pada bulan ini. Angka tersebut jauh melampaui ambang batas tertinggi rata-rata periode 1961 hingga 1990. Para pakar meteorologi memperingatkan bahwa fenomena cuaca ekstrem seperti ini akan makin sering terjadi akibat percepatan pemanasan global di benua Eropa.