Uptodai.com - Ekspansi agresif raksasa Ecommerce China seperti Shein dan Temu kini berhadapan dengan tembok tebal di pasar internasional. Setelah resmi diusir dari pasar Indonesia demi melindungi keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, nasib kedua platform tersebut kian memprihatinkan. Strategi penjualan langsung dari pabrik ke konsumen akhir yang selama ini menjadi senjata utama mereka mulai lumpuh akibat tekanan regulasi global.

Di pasar Amerika Serikat, guncangan hebat terjadi setelah pemerintah menghapus kebijakan de minimis yang sebelumnya memberikan kebebasan bea masuk bagi barang impor berharga murah. Kebijakan lama memperbolehkan paket dengan nilai di bawah US$800 masuk tanpa pajak, namun kini seluruh produk asal China dikenakan tarif berkisar antara 10% hingga 87,5%. Perubahan drastis ini memaksa Shein dan Temu menaikkan harga jual secara signifikan, yang berujung pada penurunan drastis volume transaksi mereka.

Kerugian Finansial dan Rencana IPO Shein

Dampak dari pengetatan regulasi ini terlihat nyata pada laporan keuangan Shein yang mencatatkan kerugian kuartalan hingga US$99 juta atau setara Rp1,7 triliun pada kuartal I tahun 2026. Angka ini berbanding terbalik dibanding tahun sebelumnya, di mana perusahaan sempat mengantongi laba bersih mencapai US$395 juta. Meski sedang tertekan, perusahaan yang kini berkantor pusat di Singapura tersebut tetap bersiap melantai di Bursa Efek Hong Kong pada pertengahan Juli mendatang.

Selain hambatan bea masuk, model bisnis fast fashion dan pengiriman lintas batas ini juga menghadapi kritikan keras terkait isu lingkungan serta transparansi rantai pasok di Uni Eropa. Negara-negara Barat kini memperketat audit hak asasi manusia dan standar karbon untuk produk impor yang masuk ke wilayah mereka. Pengetatan regulasi serentak dari benua Amerika hingga Eropa ini memukul telak stabilitas operasional yang selama ini diandalkan oleh para raksasa e-commerce tersebut.

Perlindungan UMKM dan Tantangan Regulasi Global

Langkah tegas Pemerintah Indonesia dalam memblokir masuknya Temu dan Shein dinilai menjadi preseden penting bagi perlindungan industri manufaktur lokal di negara berkembang. Tanpa intervensi negara, gempuran barang impor sangat murah dapat merusak ekosistem perdagangan nasional secara permanen. Fenomena ini membuktikan bahwa era perdagangan lintas batas tanpa hambatan bagi e-commerce dengan strategi penetapan harga predatori mulai berakhir di berbagai belahan dunia.